DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Tertembak


__ADS_3

Vi memarkirkan motornya didepannya sebuah mini market untuk membeli sesuatu saat hendak masuk kedalam Vi melihat ada cahaya merah dikaca depan mini market tersebut.


Lalu Vi berbalik badan untuk mencari dari manakah asal cahaya itu.


Ternyata dari atap gedung lantai tiga yang ada di seberang jalan Vi memicingkan matanya.Ternyata seorang sniper tengah bersiap untuk menembakkan senjata Laras panjang pada seorang pemuda yang baru saja keluar dari hotel yang ada di sebelah minimarket tersebut.


" Awas Tuan...!" Teriak Vi berlari menubruk tubuh pemuda tersebut.


" Ah.." pekik Vi kesakitan karena sebuah peluru menembus bahu bagian belakangnya.Vi masih sempat mendongak untuk melihat wajah pria tersebut sebelum ia kehilangan kesadarannya.


" Eh Nona !" Pemuda yang awalnya terkejut itu menangkap tubuh Vi saat tubuh itu lemas.


Saat tangan kiri sang pemuda memegang bahu Vi ,ia merasakan basah.Ternyata darah keluar dari bahu Vi barulah pemuda Itu sadar jika Vi baru saja tertembak.


" Tolong ada yang tertembak !" Teriaknya


"Kalian cari penembak itu !" Perintahnya kepada tiga orang bodyguard yang diutus Ezra untuk melindunginya


" Tuan Michael tidak apa - apa..?" tanya salah satu bodyguard yang lain.


" kamu ikut aku kerumah sakit,dan yang lain cari penembak itu sampah dapat dan seret dia keruang tahanan.!" Perintah Micheal lalu ia mengangkat tubuh Vi dan membawanya masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh bodyguard yang ia minta untuk membawa kerumah sakit.


" Nona , bertahanlah kita akan kerumah sakit..!" Gumamnya


" Apa kamu tak bisa menyetir dengan cepat hah..!" Makinya pada si sopir.

__ADS_1


".Maaf Tuan Muda ini sudah cepat ." Jawab sang sopir


Michael menghela nafas,mau marah tapi memang mobil ini sudah melaju cepat membelah jalanan menuju rumah sakit.


" Berikan pertolongan terbaik buat dia...!" Perintah Ezra pada petugas medis yang mengambil alih tubuh Vi dalam gendongannya.


" Baik Tuan..." Jawab seorang dokter


Michael menunggu didepan pintu UGD.


"Michael,apa yang terjadi...?" Tanya Ezra saat melihat Michael bersandar pada dinding di sebelah pintu UGD dimana Vi mendapatkan pertolongan didalamnya.


" Uncle..." Panggil Ezra


" Apa sudah tertangkap...?" Tanya Micheal, bermaksud menanyakan tentang sniper itu.


" Apa kata penembak itu...?" Tanya Micheal lagi tak peduli dengan Ezra yang mengkhawatirkan dirinya


" Sebenarnya sasarannya adalah kamu ,tapi gadis itu menghalanginya." Jawab Ezra sambil duduk di kursi tunggu.


" Apa adik mendiang Papa ...?" Tanya Micheal memastikan apakah benar Keluarganya dalang dari semua ini.


Ezra berdecak " Sejak awal aku sudah katakan sama kamu Michael, So jadilah kuat untuk melindungi dirimu.Apa kamu tak malu dilindungi oleh seorang gadis...?" Cibir Ezra untuk menyadarkan Michael agar dia semakin bersemangat untuk berlatih beladiri agar bisa melindungi dirinya sendiri.


" yah uncle benar,aku Sangat memalukan." Sesal Michael.

__ADS_1


" Jaga Gadis itu, biar Uncle yang mengurus sniper itu." Pinta Ezra lalu pergi begitu saja dari sana.


Ternyata Vi telah menyelamatkan Michael dari sasaran seorang sniper yang dikirim oleh paman kandungnya.


Ezra yang mendengar kabar itu segera pergi menuju rumah sakit untuk memastikan jika Michael baik - baik saja.


Ezra mendengar bahwa seorang gadis telah menyelamatkan Michael.


Dua jam operasi pengangkatan peluru di bahu bagian belakang Vi telah usai dan kini Vi sudah dipindahkan kedalam ruang perawatan.


Ruang VVIP dengan fasilitas lengkap dan mewah Michael pilihkan untuknya.Micheal merasa berhutang nyawa kepada gadis yang kini tengah berbaring dengan mata yang masih terpejam.Wajah gadis itu tampak pucat pasi namun tak mengurangi nilai kecantikannya.


Michael mengamati wajah Vi dengan seksama seolah ia menghafalkan setiap inchi.Mulai dari kening ,mata ,hidung,pipi,bibir ,dan dagu tak ada yang terlewatkan.


Michael tersenyum " Natural Beauty" Gumamnya


Semalaman Michael menunggu Vi sadar ,namun Vi tak kunjung sadar.Hingga jam menunjukkan angka 12.30 Malam.Micheal yang lelah pun akhirnya terlelap pada sebuah sofa pendek dan membuat kakinya menggantung karena badannya lebih panjang dari sofa itu.


Dan dua orang bodyguard sedang berjaga diluar.


Sepertinya Jiwa kebo Michael tertanam dengan kuat pada tubuhnya.Meski tidak tidur pada tempat yang nyaman nyatanya sampai matahari sudah tampak tinggi pun ia masih asik bermimpi.Hingga tak sadar kalau seseorang yang ia tunggu kesadarannya sudah duduk manis diatas ranjang rumah sakit.


" Ah punggungku sakit sekali." Rintih Vi setelah nyawanya benar - benar terkumpul dan menyadari saat ini dia berada di rumah sakit.


Vi tak lupa dengan kejadian kemarin

__ADS_1


Vi ingat dengan jelas jika kemarin dia telah menyelamatkan seseorang yang menjadi sasaran seorang sniper.


" Hei motor gue...!"


__ADS_2