DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
abai


__ADS_3

Setelah menceritakan semuanya tentang Vi ,Keenan bergegas pulang sedangkan Ezra ia bersiap - siap untuk pergi bekerja.


Ezra langsung menuju kantor karena ia sudah tak perlu lagi membangunkan Michael karena Michael sudah berubah lebih baik dan pemuda itu telah menjadi pemuda yang rajin.


Sesampainya di kantor Ezra langsung bergegas menuju ruangannya,dimana ia masih menjabat sebagai seorang CEO di perusahaan milik Michael.


"Pagi uncle..." sapa Michael ketika Ezra melintas di depan kubikelnya karena ini masih agak pagi jadi keadaan kantor masih sepi hanya ada beberapa karyawan saja yang sudah datang.


" Pagi Micheal,kamu sudah sarapan...?" Tanya Ezra kepadanya.


" Males Uncle, setiap hari harus sarapan sendiri." Jawab Michael dengan melas.


" Kenapa uncle tak tinggal dirumah ku saja sih,kan enak kita bisa makan bersama." kata Michael


" Lain kali saja,makanya kamu belajar yang benar, setelah itu kamu menikah dan membangun keluarga kecil jadi kamu tidak kesepian lagi." Jawab Ezra


" Uncle dulu lah, masak aku nglangkahi Uncle.Aku janji kalau suatu saat Uncle menikah maka aku akan bebaskan Uncle dari sumpah Uncle kepada Almarhum Papa dan Mamaku." Kata Michael dengan sungguh-sungguh.


Ezra hanya tersenyum menanggapi perkataan Michael.Menikah lagi dan punya istri,masih belum ada dalam benak Ezra.


Tapi setelah ia masuk kedalam ruangannya, sekelebat bayangan Vi muncul, sehingga membuat Ezra malah asik membayangkan bila Vi menjadi istrinya.Mungkin hidupnya yang selama ini gelap akan berubah penuh dengan warna.

__ADS_1


Setiap pagi Vi akan membangunkanya dari tidur dengan ciuman bertubi-tubi,setelah itu Vi akan menyiapkan makanan rumahan yang lezat kepada Ezra.Lalu mereka sama-sama berangkat dengan mengendarai motor trail.


Ah betapa menyenangkannya jika rumahnya akan penuh dengan kebawelan gadis cantik yang gila itu.


Tanpa sadar Ezra tersenyum sendiri.....


Drt...drt....


Suara getaran ponsel membuyarkan hayalan Ezra.


" Ya ada apa ...?" Tanya Ezra.


Dengan cepat Ezra berlari keluar dari kantor.


Setelah sampai dirumah sakit yang Kania sebutkan tadi Ezra langsung berlari menuju ruangan dimana Opa Bastian dirawat.


Sebuah ruangan VVIP dengan fasilitas yang lengkap dan serba ada.Ezra mengetuk pintu.


" Masuk !" Terdengar suara Opa Bastian dari dalam yang mempersilahkan Ezra untuk masuk kedalam.


" Papa, Papa baik - baik saja ,apa yang terjadi dengan Papa, kenapa bisa pingsan...?" tanya Ezra sangat khawatir, ternyata bisa juga Pria dingin itu secerewet ini.

__ADS_1


Tanpa Ezra sadari ternyata di sana Ada Vivian,gadis yang semalam telah ia usir dari hidupnya.Vi menatap Ezra dengan pandangan sendu,gadis itu menahan keinginannya untuk berbuat gila pada Ezra.


" Aku baik Ezra ,tak usah khawatir tadi itu hanya gula darah Papa yang ngedrop.Beberapa hari ini Papa memang sedang diet jadi gila darah yang biasanya tinggi jadi turun drastis, ternyata tubuh Papa tidak kuat." Opa menjelaskan tentang keadaannya yang tak perlu dikhawatirkan.


" Syukurlah,aku takut jika Papa mengidap penyakit serius." Jawab Ezra dengan lega.


Setelah itu ia mengedarkan pandangannya mengelilingi seluruh ruangan.Akhirnya ia sadar ada sosok Vi disana.


" Kania mana Pa...?" tanyanya kepada Opa Bastian.Ia berusaha untuk mengabaikan Vi yang masih asik mengupas apel di sebuah sofa yang berada di sudut ruangan.


"Tahan Vi ,tahan..." Gumam Vi dalam hati berusaha untuk tidak menatap Ezra.


" oh Kania sedang cari makan." Jawab Opa.Lalu mereka berdua pun mengobrol,entah apa yang menjadi obrolan antara anak da ayah itu.


" Ehm Opa ,kalau begitu Vi pamit ya,kan sudah ada yang nungguin Opa di sini." Kata Vi sambil berdiri dari duduknya.Lalu gadis itu meraih tas punggungnya diatas nakas.Dan kebetulan ada didekat Ezra.


Vi mengambil ranselnya tanpa sedikit pun menoleh pada Ezra,Ezra pun merasa terabaikan.


Sesak ,tapi mau bagaimana lagi,ia sudah berjanji untuk tidak lagi mengganggu Ezra so Vi hanya bisa pergi.


" Vi " Panggil Ezra.

__ADS_1


__ADS_2