DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
kesal


__ADS_3

Vi meraih ransel yang ada diatas nakas.Kebetulan untuk mengambil ranselnya itu Vi harus melewati Ezra.


Vi tak sedikitpun menoleh pada Ezra,meski dalam hatinya mendesak agar Vi menyapa pria itu.Tapi sekuat tenaga Vi menahan diri.


Ezra yang duduk disebelah Opa Bastian merasa terabaikan.Ada yang kurang rasanya jika seorang Vi yang biasanya bersikap gila dan bar - bar kini menjadi diam dihadapannya.


Pria berusia 38 Tahun itu hanya bisa menatap Vi dengan tatapan sendu.


Setelah mengambil ranselnya Vi pun menjabat tangan Opa Bastian lalu berlalu begitu saja tanpa memperdulikan keberadaan Ezra disana.


Vi menutup pintu ruangan VVIP Itu.


" Kenapa diam....?" tanya Opa Bastian kepada Ezra


" Cepat kejar...!" perintahnya lagi


" Maksud Papa apa...?" Ezra balik bertanya karena ia tak paham dengan maksud Ayahnya.


"Iya kamu dan Vi ,kalian kan ada sesuatu..." jawab Opa Ambigu

__ADS_1


" Pa, Papa tau...?"


"Hemm... dengar Ezra bukan maksud papa untuk Kepo atau memaksa kamu.lihatlah Vi begitu kecewa denganmu.Ia sakit hati loh,ini pertama bagi Vi,tapi sepertinya ia sangat tulus sama kamu.Cobalah kamu buka sedikit hati kamu buat dia dan rasakan sendiri ketulusannya.Papa mengenal Vi sudah sangat lama Bahkan Kita maksudnya keluarga kita Papa dan kakakmu,sudah menganggap Vi seperti keluarga sendiri.Jadi kita tau seperti apa kehidupan Vi." Opa Bastian menjelaskan panjang lebar tentang kehidupan Vi sama seperti apa yang diceritakan oleh Keenan tadi pagi.


" Dia sangat tergila-gila padamu Ezra, padahal diluar sana banyak pemuda yang mengejarnya,tapi Vi tolak semuanya.Namun dengan mu..." Opa Menjeda ucapannya untuk melihat ekspresi putranya yang sudah lama menduda.


" Jangan sampai kamu menyesal Ezra."


Ezra hanya diam mendengar semua apa yang dikatakan oleh Ayahnya itu .


Apakah benar seorang Vivian bisa setulus itu.Jujur Ezra masih sangat takut untuk membuka hatinya ,sakit itu masih terasa dihatinya.Ezra takut terluka kembali karena cinta.


Meski dalam hatinya nama Vi sudah tersemat walau masih sangat kecil sekecil biji sawi.


" Ingat Ezra tidak semua wanita sama seperti Maria." lanjut Opa


" tapi Vi itu masih sangat muda Pa, perbedaan Umur kami sangat jauh.Ezra takut nantinya Vi tak bahagia bila bersama Ezra.Ia layak mendapatkan lelaki yang lebih segalanya dariku Papa." jawab Ezra


" Ku mohon jangan paksa Ezra ..." pinta Ezra dengan lirih.

__ADS_1


" Tapi Vi maunya cuman sama Om bukan yang lain,gimana dong...?" Tiba-tiba Kania datang dan langsung menyela pembicaraan dua pria beda usia namun terlihat sangat mirip itu.


Kania datang dengan menenteng makanan dan minuman.


"Dari mana saja Kamu ...?" Tanya Ezra kepada keponakannya itu.


" dari belanja,terus nenangin Vi yang lagi nangis kejer di taman depan." Jawab Kania


" Emang apa yang Om lakukan sama Vi...?" Tanya Kania dengan ketus karena ia sangat kesal dengan Vi sebab tadi saat ia akan kembali masuk kedalam ruangan Opa Bastian dirawat ia melihat Vi sedang menangis kejer di taman rumah sakit.


Vi Menangis dengan keras seperti seorang anak kecil yang tak mendapatkan jajanan yang ia inginkan.Gadis gila itu tak peduli jika ia tengah menjadi tontonan orang.


Kania yang melihat itu segera menghampiri Vi dan membujuknya agar diam,tapi bukannya diam Vi malah semakin menangis dengan kencang.Alhasil semua orang disana menyalahkan Kania.


Akhirnya Kania meminta security untuk menyeret Vi dari sana.Karena tadi Vi datang bersama dirinya maka Kania Meminta security itu untuk mencarikan Vi taksi.


kejam sih


biar saja dari pada malu.Setelah security itu mendapatkan taksi maka Kania meminta pada sopir taksi tersebut untuk mengantarkan Vi pulang kerumahnya serta ia menelpon Keenan agar memastikan Vi sampai dirumah dalam keadaan baik tanpa kurang suatu apapun.

__ADS_1


kelakuan Vi itulah yang membuat Kania masih kesal sampai sekarang.


Benar - benar gadis gila yang tiada dua....


__ADS_2