DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Pengorbanan


__ADS_3

Vi tersenyum kikuk.


Untung ponselnya berdering,jika tidak Vi tak tau bagaimana dirinya setelah itu.Entah Ezra akan melakukan apa terhadap dirinya.


Awalnya ia dengan bangga menggoda dan menawarkan tubuhnya pada Duda sembilan tahun itu,namun saat Ezra mendekat hah....


Gugup...


Ya iyalah Vi sangat gugup pertama kalinya ia berada sedekat itu dengan seorang Pria.


" What..." Pekik Vi saat ia baru saja mendapatkan kabar bahwa ada anak baru yang menantang Vi balapan.


Dari informasi yang ia dapatkan balapan kali ini uangnya besar, sekitar tujuh puluh lima juta.Uang segitu bagi Vi sangat besar.Bila ia menang ia bisa berikan sebagian pada rumah singgah.Dan sebagian lagi akan ia gunakan untuk menebus motornya.


Eh tapi....


Astaga bukankah motornya baru saja ia gadaikan,lalu bagaimana ini.Bagaimana ia akan mengikuti balapan itu ..?


Vi terlihat panik


"Om....?" lirihnya memanggil Ezra.


"Apa.." jawab Ezra dengan ketusnya.


Vi ingin bicara tapi dia ragu

__ADS_1


" Ehm...boleh Vi pinjam motor Om yang tadi aku perbaiki...?" tanya Vi ragu.


" Buat apa...?"


" Balapan Om..." jawab Vi lirih tapi Ezra masih bisa mendengarnya.


Ia sangat terkejut,selama ini ia memang tau kalau Vi bar - bar tapi ia tak menyangka jika gadis itu suka balapan juga.


" Balapan....?" tanya Ezra


Vi mengangguk


Lalu Vi pun menceritakan kepada Ezra jika selama ini balapan adalah hidupnya,tanpa balapan Vi tak bisa seperti ini.


" Baiklah ,tapi ada syaratnya...!"


mendengar itu Vi pun langsung mendongak menatap Ezra,ia masih tak percaya jika Ezra memperbolehkan Vi memakai motornya.


" Motor itu buat kamu,tapi setelah ini jangan pernah kamu datang kemari untuk mengganggu hidupku lagi,ingat sekuat apapun kamu Meminta aku untuk menikahi kamu.Mulai hari ini kau jangan menampakkan wajahmu di depanku." kata Ezra penuh penekanan


Ezra berfikir inilah saatnya ia harus bertindak tegas terhadap Vi.Bukan Ezra tak suka dengan Vi tapi ia hanya tak mau Vi berharap lebih.Ya Ezra harus menghentikan kegilaan gadis itu.


Ezra takut hatinya terluka lagi, cukup biarlah sekali saja ia merasakan sakitnya berpisah dengan orang yang di cintainya.


" Ingat Vi jangan pernah kamu muncul dihadapanku setelah ini." Kata Ezra sambil menyerahkan kunci motornya

__ADS_1


" Tapi Om...." Vi berusaha bernegosiasi tapi Ezra sudah berlalu.Pria itupun masuk kedala kamar dan mengunci pintunya dari dalam.Hal itu menandakan bahwa keputusannya sudah tidak bisa di ganggu gugat oleh Vi.


Vi berjalan mendekati pintu kayu berwarna hitam itu.Sebelum bicara Vi tampak menghela nafas dalam-dalam.


" Baik Om, demi balapan ini Vi rela jika harus menjauh dari Om.Vi pamit jangan rindu sama Vi ya Om, rindu itu berat Om.Biar Vi aja yang merindukan Om setiap saat." Suara Vi bergetar,bahkan air mata sudah lolos dari matanya.


" Maafkan vi ya Om karena telah tergila-gila dengan Om.Vi tak akan pernah melupakan Om,nama Om akan tetap Vi simpan.Terima kasih...." setelah berbicara seperti itu Vi langsung berlari sambil terisak-isak.


Sedangkan didalam kamar Ezra merasa bersalah.Ada rasa sesak memenuhi hatinya.Sebenarnya ia tak rela bila Vi pergi.Tapi mau bagaimana lagi keputusanya untuk tidak menikah lagi sudah bulat.


Ezra takut terluka lagi jika nantinya Vi akan pergi karena semua kekurangan Ezra. Sedih sekali rasanya karena telah menyuruh Vi untuk tidak menggangunya lagi.


Reng...Reng...Reng....


Deru suara motor dari arah luar mengagetkan Ezra.


Yah itu Vi adalah gambaran perasaan Vi saat ini.


Dengan air mata yang masih meleleh Vi memacu motornya dengan kecepatan tinggi.Vi melesat meninggalkan rumah Ezra.Penolakan yang Ezra berikan membuat cintanya layy sebelum berkembang.


" Om Ezra.....!" Teriak Vi , suaranya menyatu dengan suara kencang motor yang di kendarainya.


" Demi masa depan kalian aku rela pergi dari kehidupan orang yang sangat aku cintai.Semoga semua ini adalah jalan yang terbaik...." kata Vi berharap dengan semua pengorbanannya selama ini kehidupan anak di rumah singgah akan lebih baik lagi.


" Om.... terimakasih atas penolakannya,tapi cintaku tak akan pernah hilang untukmu." Gumam Vi terisak

__ADS_1


__ADS_2