DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Imbalan sarapan


__ADS_3

Ting...Tong ...Ting ...Ting


Suara bel rumah berbunyi membuat si empunya rumah terbangun dengan kaget.


Tentu saja Ezra sangat kaget ,dia baru saja memejamkan mata dan masih mulai merajut mimpi namun belum sempat mimpinya itu terbentuk suara bel rumahnya berbunyi tanda dia kedatangannya tamu sepagi ini.


" Siapa sih masih juga subuh sudah mengganggu orang tidur." Umpat Ezra seraya bangun dari tempat tidurnya.


" Siapa ...?" Tanyanya dari intercom yang menempel pada dinding ruang tengah di lantai atas depan kamarnya.


" Saya Pak ."


Wajah seorang gadis yang Ezra tidak kenal muncul pada layar monitor yang menghubungkannya dari depan gerbang.


" Mau apa...?" Tanya Ezra lagi dengan malasnya karena merasa tidak kenal dan tidak punya urusan dengan gadis itu.


" Apa benar ini kediaman Tuan Ezra Subastian pak Duda yang sangat tampan ...?" Tanya Vivian


" Ya ada urusan apa dengan saya ...?" Ezra masih saja malas


" Ehm....apa anda merasa kehilangan sesuatu yang penting,...?" Vi masih ingin berbasa-basi


' Tidak ,maaf saya tidak ada urusan dengan anda." tolak Ezra mematikan sambungan itu.


Ting tong Ting tong


Meski Vi ditolak,gadis itu tak ingin menyerah begitu saja.


Ting..tong Ting tong....


Bell kembali berbunyi , membuat Ezra kesal.


" Cepat katakan apa maumu ...!" perintah Ezra dengan geram.

__ADS_1


" Buka dulu pintunya Tuan dan biarkan tamu anda ini masuk.Suruh duduk dan buatin minum gitu."


Ezra tidak menggubris celotehan gadis itu dia malah mematikan intercomnya


" Eh malah dimatikan lagi dasar Duda sombong.Aku kan kemari niatnya baik,coba orang lain yang nemuin KTP nya sudah pasti akan dipakai sebagai jaminan cari utang pada rentainer keliling." Vi mengomel sendiri


" Ada apa...?"


" Heh..." Karena kaget Vi malah melompat naik ke tubuh Ezra , reflek Ezra malah memegangi tubuh Vi yang menempel sempurna dengan kaki melingkar di pinggangnya.


Sejenak mereka Saling terdiam dan terpaku.Mata keduanya yang sejajar saling memandang.Keduanya sama - sama menelan ludah karena tiba-tiba tenggorokan mereka kering.


Vi sadar terlebih dahulu tapi tak ada niat untuk turun dari gendongan Ezra,ia malah menikmati moment ini dan berdoa semoga saja waktu terhenti selama beberapa jam.Agar dirinya puas dan bisa menikmati moment ini lebih lama lagi.


Vi tak memperdulikan jantungnya yang berdegup.malah asik mengabsen setiap inchi dari wajah tampan Pria dengan status Duda itu .Alis tebal, mata berwarna coklat terang , hidung mancung, bibir tipis ,rahang tegas dengan bulu - bulu halus di sana.


Berbeda dengan Vi Ezra yang masih terpaku dan belum sadar akan posisi mereka juga tengah asik mengamati wajah cantik di hadapannya itu.Mata yang indah hidung mancung ,bibir tipis dagu sedikit lancip serta kulit sawo matang.


Tin...tin...tin...


" Ehm.." Ezra tersadar.


Segera ia melepaskan Vi.


" Ehm Om boleh saya ikut masuk kedalam rumah anda ,kaki saya pegal karena dari tali saya berdiri di sini." Vi mencoba beralasan agar diijinkan masuk kedalam rumah.


" Maaf ,saya tidak pernah menerima tamu lawan jenis selain keluarga saya .Apalagi seorang gadis sepertimu." Tolak Ezra


Kecewa....?


Tentu tidak Ferguso


Vi tak kehilangan Cara...

__ADS_1


" Baiklah ,kenalkan saya Vivian , gadis yang anda tolong kemarin.Dan kedatangan saya kemari ingin mengembalikan barang Om yang terjatuh.Apa Om ingat ...?" Tanya Vi


" Maaf saya tidak ingat karena saya terbiasa menolong seseorang yang membutuhkan." Jawab Ezra jujur .Yah dalam beberapa hari ini sudah sekian orang yang dia tolong jadi dia tak ingat satu persatu dari mereka.


" Mulai sekarang Om harus ingat dan hafalkan wajahku ,karena setelah ini kita akan sering bertemu baik di sengaja maupun tidak." Vi berkata dengan semangat


Ezra mengernyit dalam hati bertanya apa maksud dari gadis ini memangnya ada urusan apa mereka sehingga mengharuskan mereka untuk sering bertemu.


" Maaf tolong katakan barang apa yang ingin kamu kembalikan kepada saya...?" Ezra semakin tak suka berbasa - basi


Akhirnya inilah yang Vi mau.Dan dia dengan bangganya berkata


" Barang yang sangat penting, karena menyangkut data pribadi Anda." Vi menunjukkan KTP Ezra yang sejak tadi dia simpan didalam kantor jaket denim kesayangannya.


" Itu Ktp saya, Terimakasih."meski malas meladeni gadis itu Ezra bukanlah tipe pria yang tak tau berterimakasih.


" Eits...tidak gratis Tuan tampan..." Vi kembali memasukkan benda tipis itu kedalam kantong depan jaketnya.


" Berapa harga yang harus saya bayar....?" Tanya Ezra tak marah karena sadar jaman sekarang tak ada yang gratis semuanya harus pakai harga.


" Bukan imbalan uang yang saya mau Tuan Tampan !" Tolak Vi ,meski dia juga tak menampik jika dia juga butuh uang tapi Vi bukanlah tipe gadis yang matre.


" Lalu apa mau anda...?" Tanya Ezra


Vi tersenyum " Saya mau anda mengundang saya untuk sarapan didalam." Jawab Vi seraya masuk melewati Ezra yang masih bengong diluar gerbang karena tak menyangka dengan jawaban gadis itu.


Vi terkikik dalam hati dia memuji dirinya sendiri karena ide itu muncul begitu saja dalam otaknya yang pintar.Padahal sejak awal Vi tak berniat untuk meminta imbalan apapun dari pria itu.Tapi sejak kejadian dirinya naik kedalam gendongan pria itu membuat Vi semakin bersemangat.


Dan niatnya sudah bulat dia akan berjuang mengejar Tuan Duda itu sampai titik darah penghabisan.


Vi tak peduli jika nantinya pria itu sudah memiliki kekasih ,dia akan tetap berjuang selama janur kuning belum melengkung.Vi akan merebut Ezra dari kekasih pria itu tak peduli dirinya akan di cap sebagai pelakor eh salah bukan pelakor lah orang belum ada ikatan pernikahan.


" Om ,apa om akan tetap berdiri disana ...?" Teriak Vi dari ambang pintu mengembalikan kesadaran Ezra.

__ADS_1


Vi berjalan masuk meski belum dipersilakan oleh Tuan rumah.


__ADS_2