
" Aku serius Om ,aku mau jadi istri Om ,aku melamar Om sekarang,maukah om menikahi Aku...?" Tanya Vi dengan serius
Ezra menelisik mata Vi ,mata berwarna abu-abu menampilkan keseriusan.
" Benarkah gadis ini melamarku, hei apa dia tidak tau jika aku seorang duda,aku sudah menduda selama sembilan tahun...?" Tanya Ezra dalam hati.
" Hahaha, siapa kamu...?" Tanya Ezra lagi.
" Aku Vivian Gonzales, seorang gadis .Iya aku memang masih gadis ,aku masih perawan Ting Ting.Aku sudah yatim pintu.Tapi aku mau jadi istri Om Ezra."
" Ezra Subastian,menikahlah denganku...!" Pinta Vi seraya berlutut didepan Ezra.
Ezra terkenal dengan apa yang dilakukan oleh siapa ,siapa tadi namanya.....
Oh iya namanya Vivian Gonzales
" Hei gadis gila ,pergilah dari rumahku.Ini sudah malam.Aku tak mau menampilkan gadis gila didalam rumahku."Usir Ezra
Vi mendongak menatap Ezra dengan penuh iba.Apa Vi sakit hati dengan penolakan Ezra ...?
Tentu tidak Ferguso,Vi akan tetap kembali buat Ezra.Vi tak akan melepaskan Ezra.Bahkan jika Ezra sudah punya calon ,Vi tak tetap akan maju.Vi akan bersaing dengan wanita itu.Ingat selama janur kuning belum melengkung dan kata ijab belum diikrarkan oleh Ezra maka Ezra bukanlah milik siapa - siapa.
" Baik Vi akan pulang, tapi ingat Om Vi akan selalu datang kesini.Vi tak akan pernah berhenti mengejar Om sampai Om sendiri yang meminta Vi untuk menikah dengan Om." Vi berdiri lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya.
__ADS_1
" Ini foto copy KTP Om.Yang Asli Vi yang simpan untuk berkas pernikahan kita.Bey Om Ezra sayang,calon suamiku, masa depanku.Aku tunggu aku kembali kerumahnya ini setiap hari.Jadi buang stok bosan Om ditempat sampah." Lalu Vi berjalan keluar dari rumah Ezra.
Ezra malah diam terpaku diruang tamunya.
Kenapa bisa ada gadis segila ini didunia ini...?
Tercipta dari apakah dia..?
Ezra geleng - geleng kepala saat sadar Vi tak ada di depannya.Lalu ia terlonjak kaget saat mendengar suara stang motor Vi yang keras.
" Astaga,gadis gila ini bisa menularkan kegilaan padaku." Gumamnya
" Ha....om Ezra ,calon suamiku...!"
" Aku tak akan berhenti mencintaimu sampai aku mati ,engkaulah satu-satunya yang aku cinta....!" Entah benar atau salah lirik lagu yang dinyanyikan oleh Vi itu.Tak peduli lah dia yang penting ia bisa melampiaskan rasa dalam hatinya itu.
" Etdah ini anak, kelayapan mulu sih." Omel Kania menyambut kedatangan Vi dengan berkacak pinggang.
" Dari mana aja Lo hah tawuran, balapan.Lo gak liat apa ini sudah jam sebelas kenapa baru pulang...?" Layaknya seorang ibu Kania yang berstatus sahabat Vi ngomel panjang lebar yang hanya ditanggapi dengan mulut menyebik oleh Vi.
" Eh...eh...eh..mau. masuk aja ditanya." Kania menjewer telinga Vi.
" Auh sakit Mak, sakit lepasin Mak janji gak nakal ,gak kelayapan,gak tawuran ,tapi gak janji buat berhenti berjuang mengejar Om duda idaman.....!" Teriak Vi mencoba melepaskan tangan Kania dari telinganya.
__ADS_1
" Apa ,apa kamu bilang Om Duda idaman ,siapa...?" Karena penasaran dengan ucapan Vi Kania melepaskan tanganya dari telinga Vi.
Vi menggosok telinganya yang sudah memerah akibat dijewer oleh Kania.
" Dasar sahabat lacnut,kalau telingaku lepas gimana hah...?" kesal Vi
" Biar aja, gue udah jamuran nunggu Lo disini tau ,udah hampir dua jam nungguin Lo pulang." Jawab Kania tak kalah kesal.
" Lagian Lo ngapain sih kesini,Lo kan punya rumah sendiri." Tanya Vi heran kenapa bisa Kania menunggu disini.
" Gue diusir sama Opa tau ,gak boleh pulang kalau gak bawa Lo kerumah."
Ya Vi memang sudah lama tak berkunjung kerumah Kania.Karena Vi sudah dianggap cucu oleh Opanya Kania.Pria tua berusia 70 Tahun tapi masih sangat segar dan masih terlihat tampan itu merajuk hingga Kania tak diijinkan pulang kalau tidak membawa serta Vi kesana.
Alhasil Kania harus menjemput Vi kerumahnya dan spesifikasi Vi malah masih asik kelayapan diluar.Sudah berkali-kali Kania mencoba menghubungi Vi eh malah tak diangkat lagi Ponselnya.Mau tak mau Kania harus menuruti Vi diteras rumah sederhana ini.
" He..he..he Sorry,Opa pasti rindu sama Aku ya." Vi merasa bersalah karena sudah lama tak mengunjungi pria yang sudah menyayanginya dirinya seperti cucu sendiri.
" Heran deh sama Opa sebenarnya cucu kandungnya itu siapa sih ,gue apa Lo ..?" protes Kania.
" Kayaknya Gue deh ,bukan Lo." Vi langsung kabur sebelum sebuah benda melayang kearahnya.
Vi sangat hafal tabiat Kania ,gadis seumuran dengannya itu pasti akan melakukan kekerasan fisik jika sedang kesal.
__ADS_1
"Eh Vi tunggu ...!" teriak Kania saat sadar Vi sudah berlari masuk kedalam mobilnya yang terparkir cantik di depan rumah sederhana hasil dari balapan liar.
" Haha..haha..." Mereka tertawa bersama mentertawakan kekonyolan itu.