DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Rencana Kania


__ADS_3

" Makan Vi ,jangan menyiksa diri kayak gini." Seperti kemarin hari ini pun Kania tak masuk ke kelasnya,ia ke kampus hanya untuk mengawal Vi,Kania rela menunggu Vi di luar kelas.Dan setelah Vi selesai gadis ini langsung mengajak Vi untuk makan di kantin.


Kania sudah memesankan ayam geprek dan jus Alpukat kesukaan sahabatnya yang masih di rundung kegalauan.


" Lihat tubuh Lo semakin kurus.Lo makan banyak aja kurus, apalagi Lo gak makan." Kania mencoba membujuk Vi agar sahabatnya mau makan karena sudah tiga hari ini Vi makan hanya sedikit, padahal bisanya gadis dihadapannya itu makan selalu dua porsi.


" Gue gak selera gimana dong..."


Jawab Vi lemas.


" Ya udah Lo minum aja tuh jus Alpukat kesukaan Lo.Setidaknya ada yang masuk." Kania menyarankan Vi untuk menghabiskan jus Alpukat yang tadi sudah ia pesankan spesial buat Vi.


Vi menurut,ia pun menegak minuman berwarna hijau dihadapannya itu meski perlahan akhirnya jus itu pun habis juga.


Melihat Vi menghabiskan minumannya membuat Kania tersenyum.Dalam hati ia berhitung mundur.


" 3 "


" 2 "


" 1 "

__ADS_1


" Done " Setelah itu kepala Vi menelangkup diatas meja dengan mata terpejam.Selanjutnya Kania memanggil seseorang yang duduk dikursi yang lain, kebetulan saat ini kondisi kantin memang sedang sepi karena ini sudah waktunya para mahasiswa masuk lagi kedalam kelas selanjutnya.


" Bawa ....!" perintah Kania kepada seorang pemuda yang baru saja beranjak dari tempat duduknya.


Setelah memastikan Vi dibawa oleh pemuda itu Kania merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih.lalu ia pun menelpon seseorang.


" Om tolong Vi Om ,tolong...!" Kania membuat seolah - olah ia sedang panik....


" Hiks...hiks....Vi di culik Om...!" Kania memberi tahu Ezra dengan terisak, padahal disini dia sedang tersenyum.


" Apa...!"


" Apa maksudmu, bagaimana bisa di diculik katakan dimana kamu sekarang....?" Ingin rasanya Kania tertawa, mendengar reaksi pamannya yang terdengar sangat panik.Pintar juga Kania berakting seperti itu.


" Tunggu disana Om akan segera datang...." jawab Ezra diseberang sana.


Ketika Kania sedang terbahak-bahak, disisi lain Ezra kini tengah berlari dengan panik.


Pria itu sangat khawatir dengan keadaan Vi.


" Kania , bagaimana bisa Vi diculik,emang dia punya musuh...?" tanya Ezra ketika ia sampai pada Kania.

__ADS_1


" Gak tau Om, tapi aku sudah melacak dimana Vi sekarang.Ini...!" Kania menyerahkan ponselnya yang sudah ia stel untuk melacak dimana Vi saat ini.


" Hotel Surya ...." Kata Ezra tanpa pikir panjang pria itu langsung masuk kembali kedalam mobilnya.


" Om aku ikut...!" Kania tak mau ketinggalan ia pun ikut masuk kedalam mobil Ezra.


" Ah sial...." Ezra memukul stir dengan marah.Bagaimana tidak marah saat ini dia sedang khawatir dengan keadaan Vi,eh malah mereka terjebak macet.


" Ya Tuhan jangan biarkan sesuatu terjadi pada Vi...!" Do'a Ezra.


" Kenapa Om begitu khawatir....?" tanya Kania memancing


" Apa kamu tidak khawatir dia sahabatmu loh...?" tanya Ezra balik.


" Ya khawatir lah Om..." Jawab Kania pura - pura khawatir agar Ezra tak curiga.Bagaimana pun Kania harus berusaha ikut panik.Andai tidak sedang seperti ini sudah pasti Ezra curiga dengannya.


" Hotel Surya,inikan tempatnya...?" tanya Ezra kepada Kania setelah mereka sampai di depan sebuah hotel bintang lima.


" Dimana keberadaan Vi Kania...? " tanya Ezra kepada Kania.Kania menyodorkan ponselnya kepada Ezra agar Ezra yang mengikuti petunjuk di ponselnya.


Kania dan Ezra berusaha mencari nomor kamar itu satu persatu dengan mengikuti petunjuk dari ponsel Kania yang sudah tersambung dengan alat pelacak yang sengaja kania pasang pada ponsel Vi.

__ADS_1


" Disini !" Teriak Ezra dan pria itu pun langsung mendobrak pintu kamar hotel yang ada dihadapannya itu.Ezra tak memikirkan resiko yang akan ia dapatkan dari pihak hotel.Saat ini yang ada dalam otaknya adalah menemukan Vi.Ia sangat takut terjadi sesuatu terhadap gadis tersebut.


" Vi ....!" Pekik Kania sambil terisak


__ADS_2