DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
pingsan lagi


__ADS_3

" Vi ,apa aja yang udah Lo lakuin Sama Om Ezra .Kalian gak ngapa-ngapain kan ...?" Selalu saja Kania memberondong Vi dengan berbagai pertanyaan.Sepertinya Kania sangat penasaran dengan apa yang sudah dilakukan sahabatnya itu terhadap Om kesayangannya.


" Gue tidur dirumah Om Ezra, cuman tidur sama sarapan bersama kok Mak gak ngapa-ngapain lagi.Ngapa - ngapainnya ntar aja deh kalau udah nikah." Vi menjawab dengan sangat santai.


" Vi Lo beneran berharap jadi istri Om Ezra ..?" kali ini pertanyaan Kania terlihat serius.


" Hem serius pakai banget." Jawab Vi senyum - senyum sendiri membayangkan betapa so sweetnya Ezra semalam yang sudah menggendong Vi masuk kedalam rumah serta rela tidur dilantai demi menjaga dirinya yang sedang demam.


Demam ...?


Eh iya saking senangnya Vi sampai lupa jika dirinya mengalami demam karena efek dari punggungnya yang mengalami infeksi.


Tapi Vi tak mau menceritakan kejadian yang hampir saja menghilangkan nyawanya itu kepada Kania.Ia tak mau sahabatnya itu makin khawatir dibuatnya.Mendengar Vi demam saja Kania sudah kalang kabut sampai menelfon Vi ratusan kali apalagi mendengar jika Vi baru saja tertembak entah apa yang akan Kania lakukan.Mengurung Vi didalam kamar mungkin.


" Beneran Lo gak ngapa-ngapain sama Om Ezra...?" Tanya Kania masih ragu mengingat Vi adalah tipe cewek nekat.Kalau Ezra tidak mungkin merusak Vi ,tapi Vi bisa saja kan nekat menggoda Om nya.Dan si Om tergoda dan jadilah ngapa - ngapain.Fikir Kania.


" Sumpah Mak ,aku dan Om Ezra gak ngapa-ngapain." Vi bersumpah dengan mengacungkan kedua jari membentuk Huruf V


" Ok gue percaya." Akhirnya Kania pun percaya


" Makasih ya Mak udah percaya." Vi memeluk Kania sangat erat ,hingga membuat Kania gemas dan menepuk punggung Vi ,tepat pada bagian Lukanya.

__ADS_1


" Auh " Vi meringis, rasanya ngilu sekali semoga tak berdarah lagi.


" Ah Cemen Lo gitu aja sakit." Kania malah menepuk lebih keras.


" Aduh Mak ini beneran sakit tau." Vi mengusap punggung nya dengan tangan Kanan.Terasa basah ,hingga membuat Vi panik.


Melihat ekspresi Vi ,Kania jadi curiga tidak biasanya sahabatnya itu mengeluh seperti ini hanya karena tepukan ringan seperti ini.


" Vi Lo baik - baik saja kan...?" Tanyanya memastikan.


" Gue - gue baik - ..." Belum sempat Vi menghindar.Kania sudah membalik tubuh Vi dan ia sangat terkejut melihat darah merembes di kaos Vi.Kebetulan saat ini Vi sedang memakai kaos warna putih sehingga tampak jelas bahwa itu adalah darah.


" Vi kok berdarah sih ,apa yang terjadi,apa ada luka serius di bagian ini....?" Tanya Kania dengan panik.Tanpa menunggu jawaban dari Vi Kania membuka kaos Vi dan makin terkejut saja dia melihat bekas jahitan dengan darah yang sudah mengalir.Kania membungkam mulutnya dengan satu tangan.


" Vi ...eh ..Vi ...!" Teriak Kania menahan tubuh Vi yang akan rubuh.Ternyata Vi pingsan.


Dengan sudah payah Kania membawa tubuh Vi menuju sebuah sofa usang yang sudah usang di dekatnya.


Kania merebahkan tubuh Vi disofa itu.Dengan panik Kania menelfon Ezra untuk meminta bantuan.


" Om tolong ,tolong Om Vi .Vi berdarah Om." dengan suara sangat panik gadis itu memberitahu kepada Ezra

__ADS_1


" Kamu dimana .Om segera kesana." Ezra pun turut panik.


Ezra segera melesat menuju alamat yang sudah di kirimkan oleh Kania.


Tak perlu waktu yang lama Ezra telah sampai di depan rumah Vi.Rumah yang tidak terlalu besar . Setelah memastikan dengan benar alamat itu Ezra pun bergegas keluar dari mobil lalu mengetuk pintu depan.


" Om tolong Vi Om bawa dia kerumah sakit . Kayaknya lukanya infeksi deh Om." Kata Kania dengan panik.


Ezra langsung menghampiri Vi yang ada disofa .Tanpa pikir panjang lagi Ezra segera mengangkat tubuh Vi yang masih pingsan.Darah yang keluar semakin banyak dan sudah membasahi kaos bagian belakang Vi.


Ezra dan Kania membawa Vi kerumah sakit terdekat hanya butuh waktu sepuluh menit dari rumah Vi.


Vi tengah di tangani oleh dokter didalam ruang IGD sedangkan Ezra dan Kania menunggu di luar.Kania tampak sangat panik,tanpa sadar ia mengigiti kuku - kuku nya yang panjang.


" Sebenarnya ada apa dengan Vi , bagaimana dia bisa punya luka di bahunya ...?" Tanya Ezra kepada Kania.Kania hanya menggeleng dia pun tak tau apa yang sudah dialami oleh sahabatnya itu.


Melihat Kania menggeleng Ezra menghela nafas berat.Sesungguhnya ia pun merasa penasaran dengan kehidupan gadis gila yang kini tengah tak berdaya didalam sana.


" Vi " Kania tampak berkaca - kaca melihat dari kaca yang memperlihatkan beberapa tenaga medis sedang menangani Vi.


" Kania Om pergi dulu ya ,kabari Om kalau ada apa - apa." Ezra pamit.Pria itu pergi karena tak tega melihat keadaan Vi yang biasanya ceria dan bersikap gila itu kini sedang kesakitan dan lemah.

__ADS_1


Dada Ezra terasa sesak ,tapi sebisa mungkin ia bersikap biasa saja.Ezra meyakinkan dirinya bahwa perasaan tak tega itu semata - mata hanya perasaan kasihan tak lebih dari itu.


__ADS_2