
" Apa Lo bilang Vi ....?"
" Jadi selama tiga bulan ini kalian sama sekali belum Ml...?" Kania sangat terkejut mendengar pengakuan Vi tentang hubungannya dengan Ezra.Vi bercerita apa adanya kepada Kania karena ia sudah tidak tahan lagi.Aneh kan dia yang mulia eh dia pula yang tak tahan pada akhirnya.
" Gila ,jadi usaha dan pengorbanan gue buat kalian berdua itu sia - sia donk Eh .." Hampir saja dia keceplosan
" maksud gue kalian kan saling cinta apalagi elo yang terobsesi sama Om Ezra masak gak ada usaha sama sekali." tanya Kania heran dengan sahabatnya itu.
" Gue takut hamil Kan...!" Rengek Vi .Ya selama ini hanya itulah yang mengganjal di pikirannya.Ia takut jika ia mengandung benih dari pria brengsek yang tak ia ketahui identitasnya.
" Lha bukannya wajar ya kalian kan suami istri." Gemas Kania
" Bukan itu beib ,gimana kalau benih pria brengsek waktu itu ada didalam perut gue...?"
" Oh astaga Vi ,jadi selama ini yang elo takutkan itu."
" Hei Nyonya Ezra Subastian,apa otak Lo udah pindah ke dengkul hah...!" Kania benar - benar gemas sekali.Bukankah Vi adalah mahasiswa spesialis kandungan
" Ini sudah tiga bulan berlalu Vi dan elo masih baik - baik saja kan tak ada tanda - tanda Lo hamil kan..."
" Dan Lo bilang selama ini mens Lo juga baik so..." Kania sengaja berhenti agar sahabatnya itu bisa berfikir.
__ADS_1
Ah iya Vi baru sadar jika ia tak pernah datang bulan,lalu apalagi yang harus ia takutkan.Ada rasa senang ada pula rasa sedih.sedih karena kebodohannya sendiri.Benar apa yang dikatakan oleh Kania padahal ia adalah calon dokter kandungan kenapa hal seperti ini terjadi pada dirinya sendiri ia malah tidak mengerti.
" Oh my God, kenapa gue jadi goblok ya...?" Gumam Vi sambil menepuk keningnya sendiri
" Baru sadar sekarang,nyesel gak ...?" Sindir Kania.
Vi hanya menampilkan wajahnya dibuat seimut mungkin agar Kania tidak tambah mengamuk.
Di rumah Ezra
Malam ini Vi duduk di depan TV rencananya ia akan menunggu suaminya pulang cie yang punya suami.Vi terkekeh sendiri jika mengingat ia dan Ezra sudah menikah bahkan ini sudah tiga bulan dan baru kali ini Vi punya itikad baik untuk memperbaiki hubungan mereka.
Eh emang selama ini pernikahan mereka pura - pura ?
Enggak kan mereka nikah beneran kok sudah dinyatakan sah oleh agama dan negara.
Hanya saja hukum ranjang yang belum.Ups kenapa Vi sampai berfikir semacam itu.
waktu terus berputar,jarum jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, ternyata Vi tidaklah konsisten dia malah tertidur pulas di atas sofa bed dengan televisi masih menyala.
Seperti biasa di jam - jam seperti ini Ezra telah sampai didepan rumah.
__ADS_1
Ezra turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam rumah.
Setelah sampai didalam rumah Ezra pun merasa aneh karena melihat televisi masih menyala.
" Vi " Ezra terkejut saat mendapati vi tengah tertidur nyenyak disana.Aneh saja karena hal seperti ini tidak pernah terjadi sejak mereka menjadi pasangan suami istri sejak tiga bulan yang lalu.
Meski telah menjadi pasangan yang sah namun nyatanya hubungan mereka malah semakin jauh saja.
Biasanya Vi sudah berada didalam kamar saat Ezra pulang dan pintu kamarnya pun telah terkunci rapat.
" Vi ,hei bangun kenapa tidur disini....?" Meski canggung Ezra tetap membangunkan Vi agar gadis itu pindah kedalam kamarnya.
" Vi ,bangun ...!" sekali lagi Ezra berusaha untuk membangunkan istrinya itu namun sudah beberapa kali Vi tak juga bangun.
Ezra berdecak tapi mau bagaimana lagi,gadis gila yang kini telah menjadi istrinya itu memang susah dibandingkan kalau sudah tidur seperti ini.
Ezra pun berniat ingin menggendong Vi dan membawanya masuk kedalam kamar yang sudah tiga bulan ditempati oleh gadis itu.Tapi belum sempat ia mengangkat tubuh Vi,gadis itu menggeliat lalu mengigau.
" Om Ezra aku cinta sama Om,maafin Vi ya." Entah mimpi apa Vi saat ini, sampai bisa tepat kayak gini.Ezra mengerutkan keningnya,ia pun tak mengerti.
" Maafin Vi Om,belum bisa menjadi istri yang baik buat Om." Kata Vi lagi,Entah mengigau atau bukan.
__ADS_1