
Sementara itu dirumah sakit Michael sedang mengamuk ,ia menghajar Dua bodyguard yang ditugaskan untuk menjaganya.
" Dasar gak becus, Kemana saja kalian hah...!"
Bugh ...Bugh...Bugh...
Michael memukuli dua pria itu.
Micheal bangun karena suara ribut dari dokter yang ingin memeriksa Keadaan Vi namun mereka terkejut saat mendapati ranjang pasien sudah kosong. Sementara slang infus tergantung disebelah ranjang dengan cairan sudah meluber di lantai.
" Ada apa ...?".Tanya Michael yang baru saja bangun.
" Pasien tidak ada Tuan.Sepertinya dia kabur lihat saja dia mencabut jarum infus di tangannya." Salah seorang perawat menjelaskan
" Apa...?" Tanya Micheal tak kalah kaget
Michael berlari memastikan apakah benar gadis yang ia jaga semalam tak ada disana.
Benar Gadis itu sudah pergi bahkan tas yang ada diatas nakas juga sudah tak ada.
Tanpa banyak kata Michael berlari kedepan.Saat sampai depan ia langsung melayangkan bogemnya kepada dua orang bodyguard itu.
Meraka yang tak tau apa - apa berusaha menghentikan Michael.
" Tuan apa yang terjadi...?" Tanya salah satu bodyguard.
__ADS_1
" Apa yang terjadi,hah apa kalian tidak tau gadis itu pergi ...!" Michael menjawab dengan membentak ia benar-benar emosi ,jika mereka tak tau lalu apa yang mereka kerjakan semalam .
Dua bodyguard itu saling pandang lalu sama - sama lari masuk kedalam ruang VVIP itu dan mereka sangat terkejut melihat keadaan yang sama dengan apa yang Michael katakan.
" Bagaimana bisa gadis itu pergi dan kalian tidak tau hah." Amuknya lagi.
Michael melampiaskannya kekesalannya dengan menghajar mereka.
Mereka sudah babak belur lemas tak berdaya terduduk dilantai ketika Ezra datang.
" Stop Michael,apa yang kau lakukan..!" Ezra berusaha menahan tubuh Michael agar tidak terus menghajar mereka yang sudah tidak berdaya.
" Mereka tidak becus Uncle...!" Teriak Michael meronta - ronta sekuat apapun Microsoft berusaha lepas tapi tenaganya kalah dengan tenaga Ezra.
" Minum. !" Ezra menyentuh sebotol air mineral.Micheal Merai dan meminumnya setengah.
" Sekarang katakan..!" Perintahnya
" Gadis itu kabur Uncle dan mereka tidak tau.." Emosinya kembali.Ezra yang menyadari itu langsung menepuk pundak Michael.
" Lalu kamu...?" Tanyanya Ambigu.
Pertanyaan dari Ezra membuat Michael sadar , perginya gadis itu bukan sepenuhnya salah Dua bodyguard sebenarnya ia pun ikut bersalah tapi ya sudahlah mau bagaimana pun ia sudah terlanjur menghajar mereka.
" Aku tertidur kemarin karena lelah Uncle ." Michael berusaha membela diri.
__ADS_1
Inilah hal yang tidak disuka Ezra pada mic,pemuda Itu dengan mudahnya meluapnya emosi tanpa mau berfikir terlebih dahulu.
Ezra merasa selama ini dia belum bisa mendidik Michael dengan baik.Lalu kapankah ia akan bebas dan bisa menikmati hidupnya sendiri tanpa harus menghawatirkan Michael.
Sepertinya Ezra memang tidak boleh bahagia tanpa Michael.Seumur hidup ia harus tetap mengabdikan dirinya pada pewaris Darwin.
Sepertinya Ezra memang harus mengubur cita - cita bahagia memiliki keluarga yang sendiri.Apalagi ia masih trauma dengan yang namanya pernikahan.
" Ya sudah tak perlu marah lagi toh kamu juga sudah bertanggungjawab bukan sama dia." Kata Ezra membuat Micheal tenang.Tapi tak terlalu tenang pastinya.Ia masih khawatir dengan keadaan gadis yang menyelamatkannya itu.
" Kamu pulanglah dan beristirahat,.aku akan kembali ke kantor masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan." Ucap Ezra yang hanya di jawab anggukan oleh Michael.
Ezra berjalan menyusuri lorong rumah sakit ,saat itu ia melihat seorang gadis tengah berjalan sambil mengusap keningnya yang berkeringat.Gadis itu menggunakan pakaian rumah sakit berwarna biru.
Deg....
Tiba-tiba Ezra teringat Vi saat dilampu merah tadi.Pakaian itu sama dengan yang dipakai oleh gadis yang ada di depannya ini.Meski tadi wajah Vi tertutup helm tapi Ezra bisa melihat bahwa wajah itu pucat.
Apa telah terjadi sesuatu dengan Vi ,apa dia sedang sakit ...?
Berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran Ezra.
Ah , Ezra menepis rasa khawatirnya, memangnya dia siapa...?
Kenapa juga harus khawatir.
__ADS_1