DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Omnya Aku


__ADS_3

Vi melotot, tubuhnya tiba - tiba membeku.Melihat seseorang yang baru saja datang.


" Oh My God ." Gumam Vi


Mau kabur oh sudah terlambat.


Pria yang baru saja datang itu menyalami Opa Bastian.lalu beralih mengulurkan punggung tangan kanannya kepada Kania.


" Hallo kesayangan,apa kabar ...?" Tanyanya pada Kania.


"Baik Om sayang...!" Jawab Kania dengan senang.Tentu saja senang Om satu - satunya ini sangat menyayanginya,kenapa Kania yang disayang padahal Ezra sudah punya putri dari mantan istrinya dulu.Sebab Ezra tak di ijinkan untuk menemui sang putri sejak mereka bercerai.Al hasil Kanialah satu - satunya kesayangan semua orang di keluarganya.


" Kamu ...?!" Tanya Ezra terkejut manakala dia akan menyapa Vi.Dalam hatinya bertanya kenapa bisa gadis gila ini ada disini,dirumah ini...?


" Eh iya Om kenalin ini Vi sahabatnya aku ." Kania memperkenalkan Vi kepada Ezra.


" Dan Vi ini Omnya Aku ,kalian belum pernah ketemu ya ,ah sayang sekali padahal Vi ini sering menginap di sini Lo Om,bahkan dia ini kesayangan Opa sekarang,bukan aku lagi."


" Om duduk dong ,kita sarapan bareng.!" Perintah Kania lalu Ezra pun menurut duduk disebelah Opa Bastian tepat di hadapan Vi.


Vi tak berani menatap wajah Ezra,entah kenapa jiwa gilanya seakan lenyap begitu saja setelah dia tau bahwa Ezra adalah Omnya Kania.


" Tau gak Om kemarin aku diusir sama Opa gara - gara Vi." Adu Kania membuat Ezra yang baru menyuap makanan jadi tersedak.Reflek Vi yang ada dihadapannya mengulurkan segelas air putih.


" Makasih" Ucap Ezra dingin.Vi hanya bisa tersenyum kikuk.


" Kenapa bisa diusir sama Opa...?" Tanya Ezra setelah keadaannya sudah membaik.

__ADS_1


" Habis Vi itu sudah lama banget tak kerumah Om,jadinya Opa marah bukan marah sama orangnya eh malah aku yang jadi sasaran sama Opa pakai di usir segala.Heran deh disini yang cucu Opa itu aku apa Vi sih..." Kania mengadu pada Ezra panjang lebar sedangkan si tersangka hanya bisa diam tak bicara sepatah kata pun.Ia pura - pura menikmati makanan yang ada dihadapannya padahal ia sudah tak terlalu bernafsu.Sesekali matanya melirik kearah Ezra.


Ketika Matanya bertubrukan dengan mata Ezra,pria itu tersenyum penuh kemenangan.


" Ezra Papa mau bicara ,kita keruang kerja." Pinta Opa setelah menghabiskan makanan.Ezra menurut dan mengikuti langkah Opa Bastian sedangkan Vi dan Kania membereskan Makanan serta mencuci peralatan makan mereka.


" Vi ,itu Om nya Aku...!" Ulang Kania


" Dan dia Duda yang gue kejar...!" Ucap Vi membuat Kania menghentikan aktivitasnya.


" Apa .Apa Lo bilang.Apa gue gak salah dengar,Om gue Duda yang Lo kejar ..?" Tanya Kania menggebu menuntut jawaban.


" Iya Om Duda yang gue ceritain ke Lo semalem ,dia Om Ezra ,Om yang ada diruang kerja Opa.Om nya Kamu..!" Jawab Vi lesu.


" Ini gila ,ini gila ,Vi kenapa harus Om Ezra ,kenapa dia dari sekian miliar lelaki kenapa harus Om Ezra ,kenapa Dia ,kenapa Om gue hah...?" Kania tampak Frustasi,ia pun mengacak rambutnya sendiri.


" Vi..." Kania gemas sekali


Vi malah diam saja ,dia pun bingung dengan kelakuan Kania saat ini.


Kania sendiri bingung harus bagaimana,apakah dia harus mendukung atau bagaimana.


" Ah...." Karena frustasi ia jadi kebelet deh.


Kania berlari masuk kedalam kamar mandi yang ada disebelah dapur.


setelah selesai mencuci piring Vi melangkah menuju kamar Kania ,Saat tiba didepan sebuah kamar,yang Vi tak tau kamar siapakah itu tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganya masuk kedalam kamar tersebut.

__ADS_1


Sebuah kamar yang luas dan sangat rapi.Kamar itu bernuansa hitam dan sedih warna putih.


" Hei kamu ingat jangan kamu katakan kepada siapapun dirumah ini tentang kita,kalau kamu sampai mengatakan itu awas...!" Ancam seseorang yang menarik Vi tadi.


" Emang Om mau apa...?" Tanya Vi memancingnya ia tak merasa takut sedikitpun.


".Akan aku buat hidup kamu tidak tenang !" Ancamannya lagi.


"Uh takut...!" Ejek Vi sambil mendorong tubuh pria itu dengan kuat hingga tubuh tinggi ,kekar dan berotot itu menempel pada dinding lalu Vi yang tingginya lebih pendek malah mengunci tubuh pria itu dengan kedua tangannya.


" Mau buat hidup aku tidak tenang...?" Vi sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah pria itu meski dia harus berjinjit.


" Aku tunggu hari itu..." Tantang Vi membuat Ezra gelagapan karena jarak wajah mereka terlalu dekat hingga hembusan nafas Vi yang hangat menerpa wajahnya.


Vi lebih menggoda Ezra ,saat sadar wajah Pria itu semakin merah.


" Aku tunggu Om membuat hidupku tak tenang .Bisik Vi diteliti Ezra sambil sedikit meniupnya.Lalu Vi berlalu dari hadapan Ezra.


Senyum kemenangan terbit dari sudut bibirnya.


Ezra masih diam bersandar di tembok tersebut.jantungnya berdehem tak karuan.Gila saja berani sekali gadis itu.


Ezra masih berusaha untuk menetralkan nafasnya yang tersengal-sengal.


" Dasar gadis gila..." Gumamnya


Ah ternyata Ezra tidak baik - baik saja, dia yang awalnya ingin mengancam malah Balik diancam.

__ADS_1


__ADS_2