
Ting ...tong...
Ting ....tong ....
Vi menekan bel rumah Ezra berkali - kali seperti biasa gadis itu tak pernah bisa tidak gila bila berhubungan dengan yang namanya Om Ezra.
Malam ini setelah mendapatkan uang dari hasil menggadaikan motor serta mengantarkan uangnya ke rumah singgah Vi langsung pergi ke bengkel karena ia ingat dengan motor Ezra yang sudah selesai dia perbaiki dan belum juga diambil oleh sang pemilik.
Beberapa kali memencet bel, pintu rumah belum juga di bukakan oleh Ezra.
" kemana om Ezra ya, mobilnya ada di dalam tapi kok sepi...?" Gumam Vi bertanya kepada dirimu sendiri.
" Masak sudah tidur..!" Vi melihat pergelangan tangannya.Jam masih menunjukkan pukul setengah sembilan malam masak iya seorang Ezra Subastian sudah tidur.
Sekali lagi Vi mencoba untuk menekan bel.
" Kamu mau apa lagi kemari hah...?" tanya Ezra setelah membukakan pintu untuk Vi.
" Maaf Om Vi cuma mau mengembalikan motor om ini." Vi menunjukkan motor trail berwarna hitam.Mereka memang menyukai warna yang Sama yaitu hitam.
" Baiklah kamu sudah boleh pergi,biar aku yang bawa masuk motornya !" perintah Ezra
" Oh ya , biayanya aku transfer mana nomor rekeningmu."
" Ehm Om...!" Vi menatap Ezra penuh harap.
__ADS_1
" Aku serius Lo om mau jadi istri Om."
" Vi mohon..." Pinta Vi penuh harap.
Ezra menghela nafas berat,ada sesuatu yang tak bisa Ezra jelaskan kepada Vi.
" Vi ...."ucapan Ezra tersedak
" Om Vi bisa kok jadi istri yang baik buat Om,Vi janji akan menjadi istri yang baik buat Om.Vi janji akan setia dan melayani Om dengan sepenuh hati.Vi punya cinta yang besar dan tulus buat Om."Vi mengeluarkan segala janji buat Ezra
" Vi kamu tidak perlu banyak berjanji kepadaku karena aku sudah kebal dengan janji.Jadi jangan berharap aku akan terpengaruh." Kata Ezra penuh penekanan.Ya Ezra sudah muak dengan yang namanya janji ,banyak orang suka berjanji tapi tak bisa menepati janjinya sendiri.
" Om ,om tak akan menyesal kok jadi suami aku..."
" Lihat aku Om,Aku masih muda dan cantik.Apalagi aku masih Ori, bukankah orang seperti Om suka yang Ori...?"
" Apa Om masih tidak tertarik untuk menjadikan aku sebagai istri Om...?"
" Om sudah lama Lo menduda apa Om tidak pengen itu...?" Tanya Vi keceplosan, seketika ia mengatupkan bibirnya kedalam.
Ezra tersenyum smirk , mendengar ucapan absurd dari gadis didepannya ini rasanya ia ingin tertawa terbahak-bahak.sembilan tahun ia menduda dan selama itu pula ia tak pernah menyentuh tubuh seorang wanita,lalu bila di tanya apakah ia tak menginginkan kehangatan dari seorang wanita tentulah jawabnya iya.Tapi bila ingat akan penghianatan dan penghinaan dari sang mantan.Gairah yang awalnya menggebu itu pun seketika sirna.
" Lihat aku Om ,apa aku tak cukup menarik buat Om." Tanya Vi sambil melepaskan kemeja panjangnya.
Ezra menelan ludahnya....
__ADS_1
melihat tubuh Vi yang seksi meski gadis itu masih menggenakan tank top berwarna hitam yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih serta mulus.Dada Vi yang menonjol semakin membuat Ezra pusing....
Duda tampan itu pun semakin mendekat kearah Vi yang sedang berdiri didepannya.Mendekat dan semakin dekat hingga kini tubuh mereka tak ada jarak lagi.
Kini gantian vi yang gelagapan di buatnya.Sebenarnya ia sangat menyesal kenapa juga ia nekat.Kalau sudah seperti ini kan bingung sendiri dia harus apa.Masak iya Vi harus pasrah begitu saja....
" Ehm..." Ezra berdehem
membuat Vi sadar
" Kau bilang kau akan membuat aku puas kan....?" Ezra tersenyum devil membuat Vi semakin meremang.
" Baru begini saja kau sudah takut.Lalu bagaimana kamu bisa membuat aku puas diatas ranjang Hmmm...?" Tanya Ezra tepat di wajah Vi.
Vi hanya bisa diam....
Berada sedekat ini dengan pria idamannya membuat otak Vi tak bisa mencerna satu pun perkataan Ezra.
" Kring...kring....
Suara ponsel di saku Joker Vi membuyarkan suasana yang tegang
" Kau penyelamatku..." Gumam Vi dalam hati.Dering ponsel itu membuat Vi terselamatkan.
Vi tersenyum kikuk lalu ia mengambil Ponsel dan menggeser tombol hijau.
__ADS_1
" What....!" Pekik Vi tampak panik