DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Belanja


__ADS_3

Setelah Vi dan Kania masuk kedalam kamar.Papa Ega langsung menghubungi Ezra memintanya untuk bertemu selain untuk meminta penjelasan ia juga merindukan adiknya itu.


Papa Ega meminta bertemu di sebuah kafe yang tak jauh dari Mansion ini.Papa Ega meminta Ezra bertemu di sana supaya mereka bisa lebih leluasa.


Tak butuh waktu lama akhirnya kedua kakak beradik ini pun bertemu ditempat yang sudah disepakati,Papa Ega sengaja memesan ruang privat untuk keduanya.


" Katakan sudah sejauh mana hubungan kamu dengan Vi ...?" Layaknya seorang ayah,Ega bertanya kepada adiknya itu.


" Ezra apa kamu tidak sadar dengan usia kamu.Vi itu masih kecil,ah rasanya aku tidak percaya bila Vi tergila-gila padamu padahal kata Kania banyak teman kuliahnya yang suka sama Vi ,tapi kenapa gadis bar - bar itu malah mencintai kamu.Apa Vi sudah buta....?" sungguh gemas sekali Ega dibuatnya.Pria yang terpaut usia tujuh tahun dengan Ezra itu malah ngomel - ngomel tidak jelas.Bukanya mendukung eh ini malah mengatai Ezra secara langsung.Bikin Ezra makin Insecure saja.


" Memangnya kenapa ...?" Tanya Ezra menahan kesal.


" kamu itukan sudah tua dan sudah menduda Sangat lama.Apa kamu yakin bisa membuat Vi puas dengan ....?"


plak


Ezra memukul kepala kakaknya itu dengan buku menu karena ia sudah tidak tahan dengan ejekan saudara kandungnya itu.Ternyata sifat Kania yang banyak omong adalah titisan dari Papanya.


" Hahahaha...." Bukanya marah sudah dipukul Ega malah tertawa terbahak-bahak.Apalagi saat melihat wajah adiknya yang menahan kesal.


" Kalau kau mengajak ku kesini hanya untuk diejek lebih baik aku pergi saja...!" Ezra berdiri dari duduknya dan ingin meninggalkan sang kakak yang masih tertawa.

__ADS_1


Tapi belum sempat Ezra melangkah,Ega sudah menahan tangan adiknya itu.


" Ok ,ok aku akan serius kali ini.Jangan marah calon pengantin." Ucapnya sambil berusaha menghentikan tawanya.


" Ehm...Ezra apa benar kamu mencintai Vi...?"


" Apa kamu yakin akan menikahinya ...?"


" Ezra Vi itu masih sangat polos,tapi aku tau dia itu sangat tulus." Bukanya memberikan kesempatan pada Ezra ia malah bicara sendiri.Dasar ayah Kania.Pantas saja putrinya itu pintar sekali bicara,ayahnya saja mulutnya lemes.


setelah berbicara sebagai sesama lelaki akhirnya mereka memutuskan untuk pergi berbelanja, berbelanja yah tentu saja Ezra benar - benar ditodong untuk membawakan seserahan yang banyak dan mewah.Ingat itu bukan keinginan Vi Lo ya tapi keinginan keluarga Ezra sendiri.


" Ingat Vi itu spesial jadi seserahannya juga harus spesial juga." Kata Ega menekan adiknya.


"Hem..." Kata Ezra lalu memilih beberapa sepatu dan tas branded dengan harga fantastis.


" tapi kak apa Vi suka barang - barang seperti ini.Dia kan berbeda dengan gadis kebanyakan." kata Ezra karena dia ingat bukanlah gadis suka dengan kemewahan.


" Iya ya,atau kamu belikan satu - satu saja kita lihat bagaimana ekspresi Vi." Jawab Ega.


Akhirnya Ezra hanya mengambil satu sepatu,tas ransel pakaian serta pakaian dalam...eh pakaian dalam....?

__ADS_1


Ezra tidak tahu ukuran pakaian dalam Vi kalau sepatu sih ok,dia tau karena pernah sekali Ezra melihat sepatu Vi dan karena ia adalah orang yang sangat peka jadi dia bisa tau ukurannya.


"Kak coba telfon istrimu ...!" Pinta Ezra


Ega menetap adiknya dengan tatapan mautnya,kenapa juga pria yang pernah ditaksir oleh istrinya itu memintanya menelepon sang istri.


Ezra yang tau ditatap seperti itu langsung berkata " Tidak usah cemburu,aku hanya ingin bertanya ukuran pakaian dalam Vi saja."


" Oh ,kenapa kamu tidak telfon Kania." Ega masih saja cemburu.


Tentu saja karena dulu Arini memang pernah naksir sama Ega padahal usia Arini empat tahun lebih tua dari Ezra tapi entah kenapa wanita itu malah menyukai Ezra dibandingkan Ega.


" Ayolah kak...!" Bujuk Ezra


" ok.. baiklah." Akhirnya Ega menuruti permintaan sang adik dengan syarat dia yang harus bicara bukan Ezra.


Dan Arini pun menjelaskan semuanya mulai dari ukuran, dan warna yang mungkin akan Vi sukai.


Ezra meminta petugas toko untuk mengambilkan pakaian dalam itu sedangkan ia hanya menunggu di sebuah kursi yang memang tersedia disana.Tak mungkin kan Ezra mengambil sendiri bukannya tak mau ia hanya belum terbiasa saja.


Akhirnya kedua lelaki tampan itu pun selesai berbelanja,tanpa malu Ezra menenteng tas - tas dengan logo merk mewah.

__ADS_1


__ADS_2