DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
72 . Cemburu


__ADS_3

" Uhuk....!" Vi tersedak , seketika Kania mengulurkan minuman kepada sahabatnya itu.


" Pelan - pelan dong Vi ." protesnya, Kania tak tau saja bila Vi tersedak karena hatinya panas melihat suaminya duduk berdekatan dengan wanita lain apalagi wanita itu terlihat serasi dengan Ezra.


Hati Vi semakin terbakar ketika ia melihat Wanita itu tengah mendekat pada Ezra.


" Prang .....!" Vi membanting sendok dan garpu yang ia pegang.


" Vi Lo kenapa tanya Kania .....?" Tapi Vi tak menghiraukan pertanyaan sahabatnya itu.


" Gila....!" Teriak Vi sambil berdiri dan meninggalkan Kania begitu saja.Kania hanya terbengong dengan rasa penasaran.


Vi keluar dari restoran dengan berlari ia ingin melabrak wanita gatel itu.


Tanpa Vi duga , ternyata Ezra dan wanita itu juga berjalan keluar dari restoran seberang jalan.Hati Vi yang terbakar kini semakin gosong ketika tiba-tiba wanita penggoda itu mencium pipi kanan Ezra.


" Tidak ini tidak boleh dibiarkan.Aku harus bertindak.!" kata Vi namun belum sempat ia melangkah untuk menghampiri mereka berdua tampak Ezra membukakan pintu mobil untuk wanita itu.Dan tak lama Ezra pun ikut masuk kedalam mobil tersebut.


Vi semakin frustasi,ia pun menghentakkan kakinya beberapa kali.


" Vi....!"


" Apa yang kamu lakukan disini ....?" Tiba - tiba Opa Bastian menepuk pundak Vi dari belakang.


" Maaf Opa Vi harus pergi, Vi harus membuat perhitungan." Jawab Vi dengan penuh Emosi.


Dan gadis itupun pergi dari sana dengan mengendarai Taksi yang baru saja menurunkan penumpangnya.


Opa Bastian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


" Dasar anak muda jaman sekarang,mudah sekali terbakar cemburu." Ternyata Opa Bastian memperhatikan menantunya sejak tadi dan ia pun bisa menyimpulkan bahwa Vi sedang cemburu.


Bagaimana bisa Opa Bastian tau jika Vi sedang cemburu.....?

__ADS_1


Tentu saja karena ia pun melihat Ezra.Ya Opa Bastian tadi juga ada disana bersama dengan teman - temannya.


" Putar balik Man ....!" perintah Opa Bastian pada sopir pribadinya.Yah ia harus mengikuti Vi.Ia sangat khawatir akan terjadi perang dunia mengingat Vi adalah gadis gila dengan gelar Preman.


****


Di kantor Ezra.


Vi berlari tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya.Bahkan beberapa kali ia menabrak karyawan Ezra.Namun mereka yang tertabrak oleh Vi tak berani protes meski tidak tau ada hubungan apa gadis itu dengan pimpinan mereka.Tapi mereka sudah tahu bila Vi dan Ezra punya hubungan yang spesial.Karena sudah beberapa kali Ezra membawa Vi masuk kedalam ruang kerjanya.


" Di mana bos kakak...?" Tanya Vi pada asisten Ezra.


" Ada beliau sedang ada tamu "


" Perempuan....?" Tanya Vi


" Bukan "


Vi tidak percaya dengan jawaban sang asisten.Maka tanpa mengetuk pintu Vi langsung nyelonong begitu saja.


" Loh Vi kamu kemari ,ada apa ...?" Tanya Ezra


" Stop Om disitu saja,dan kalian Om sama Tante tolong pergilah dulu Vi ada urusan sama Om Ezra." Perintah Vi pada tamu Ezra yang tidak lain adalah Orang tua Kania kakak dan kakak ipar Ezra.


" Tapi Vi ini....."


" Diam Om ....!" kata Vi dengan sedikit Emosi.


Karena melihat asap yang keluar dari dalam dada serta munculnya tanduk pada kepala Vi ,mau tidak mau pasangan kakak ipar itu pun harus rela pergi dari ruangan Ezra padahal mereka sedang meeting.


" Vi ada apa.....?" Tanya Ezra saat kakaknya sudah keluar dari ruangannya.


" Diam disana Om....!" Perintah Vi saat Ezra ingin berdiri dari kursi kerjanya.

__ADS_1


Vi menghela nafas panjang berusaha meredam api yang kian membara.Lalu ia melemparkan ranselnya sembarangan dan melepaskan Cardingan yang ia kenakan untuk menutupi dress tanpa lengannya.


Ya sejak statusnya berubah menjadi Nyonya Ezra sedikit demi sedikit Vi merubah tampilannya menjadi sedikit feminim meski kadang ia akan kembali seperti dulu tapi yah lumayanlah.


Setelah melemparkan Cardingan Vi pun melepaskan ikatan rambutnya sehingga rambut panjang itu terurai


Ezra yang tingkah istrinya sedikit agak bingung tapi ia juga terpesona karena Vi sangat cantik.


" Vi a...ada apa.....?" Tak bisa di pungkiri semakin Vi mendekat Ezra pun semakin berdebar tak karuan hingga ia sampai tergagap - gagap.


Vi tak menjawab pertanyaan Ezra yang terdengar gugup itu.Gadis gila itu malah duduk di pangkuan Ezra dengan posisi berhadapan tidak miring.


" Katakan Om apakah aku kurang cantik....?"


" Apakah aku kurang seksi....?"


" Apakah aku kurang menarik...?"


" Atau aku kurang dewasa Dimata Om....?"


Vi memberondong Ezra dengan pertanyaan yang Ezra tidak mengerti apa maksudnya.


" Vi ap...apa maksudmu....?" Tanya Ezra ,jujur Ezra sangat gugup,ia tidak bisa mengkondisikan detakan jantungnya.Apalagi posisi Vi .....


Astaga.....


Rok Vi terangkatnya sehingga paha mulusnya terlihat oleh mata Ezra belum lagi tatapan mata gadis gila ini.


Gila ini benar - benar gila


Dalam hati Ezra berdoa semoga Vi tidak merasakan sesuatu yang bergerak dibawah sana.


Tapi jika Vi merasakannya, mudah - mudahan gadis itu tidak mengerti mengingat meski preman Vi adalah gadis yang polos.

__ADS_1


" Ya Tuhan kuatkan imanku ini...."


__ADS_2