
Astaga Ezra tak menyangka Vi akan seberani ini.Dalam hati ia berdoa kepada Tuhan agar Vi tak menyadari jika ada sesuatu yang bergerak dibawah sana.
Apalagi saat ini dress bagian bawah Vi tersingkap ke atas sehingga menampilkan paha mulusnya.
" Jawab Om .....!" Suara Vi menyadarkan Ezra
" Ap...apa maksudmu Vi ...a..aku tidak mengerti.!" Sungguh suara Ezra sampai tergagap.
" Ka...mu sempurna bagiku Vi." Jujur Ezra
" Benarkah aku sempurna Dimata Om Ezra ....?" Tanya Vi menatap penuh arti kepada Ezra.
" Benar ...." Hanya itu kata yang sanggup keluar dari mulut Ezra ,Pria yang biasanya tak pernah kehabisan kata itu, tiba-tiba otaknya ngeblank.
Cup....cup...cup dengan berani Vi menyerang Ezra dengan ciuman bertubi-tubi tentu saja Ezra sangat kaget.
Belum hilang rasa terkejutnya Vi malah ******* habis bibir Ezra bahkan kini tangan Vi sudah melingkar dileher Ezra.
Tak mau menyia - nyiakan kesempatan ini Ezra yang sudah tidak tahan pun ikut ******* bibir tipis nan mungil milik gadis gilanya ,eh gadis gilanya....? Wkwkw
" Kau milikku Om ..." Desah Vi disela sela cumbuan yang makin panas itu.
" Yah Vi kau pun milikku....'" Kegiatan itu semakin panas bahkan dinginnya AC tak mendinginkan gairah mereka.
__ADS_1
" Vi...." Ezra mendesah kala Vi bergerak pangkuannya.
" Jangan bergerak....!" Ezra sangat takut bila ia tak mampu menahan hasratnya.
Vi tak menghiraukan larangan Ezra ,tangan Vi sudah mulai bergerilya menyusuri leher serta dada bidang Ezra.
" Vi...."
" Lakukanlah Om , apapun yang Om Ezra mau....!" Ya Vi sudah pasrah apapun itu,mulai detik ini dia akan menyerahkan diri pada Ezra.Jika terlalu lama tidak menyerah Vi takut Ezra akan berpaling darinya mengingat diluar sana banyak wanita yang jauh lebih sempurna sedang mengejar Ezra , apalagi saat ia mengingat kejadian di restoran sejam yang lalu hati Vi semakin panas,Vi meraih kedua tangan Ezra lalu ia menuntun kedua tangan yang sejak tadi berusaha Ezra tahan agar tidak bergerak sembarangan. Vi membawa kedua tangan itu agar menyentuh dadanya.
" Vi ....!" Lagi - lagi Ezra ingin menghentikan semua ini tapi Vi tidak menghiraukan Ezra.
Walaupun Vi adalah gadis polos tapi ia bukan gadis bodoh,makanya ia bisa membuat Ezra tak lagi canggung.
Dasar gadis gila bagaimana bisa ia seberani ini , membangunkan singa yang sudah sembilan tahun bertapa.Vi tanggung sendiri Lo resikonya kalau singa itu mengamuk.....
Sejenak Vi berfikir, ia seperti seorang wanita penggoda.Ah tapi biarlah toh mereka sudah suami istri......
" Vi jangan salahkan aku ...ah melakukannya disini...ah.... sekarang...." suara Ezra terbata - bata karena Vi mulai mencumbui telinga bagian belakangnya.Vi sepertinya tau titik sensitif Ezra.
" Lakukan saja.....!" Tantang Vi pada Ezra.
Merasa ditantang Ezra pun semakin bergairah tangan yang awalnya tertahan diatas bukit kembar itu kini perlahan tapi pasti mulai nakal.
__ADS_1
Ezra sedikit menurunkan dress Vi yang elastis sehingga pundak mulus itu terpampang jelas didepan matanya.Ezra menelan ludah dengan susah payah.
" Ah Om....!" Desah Vi kala bibir Ezra mulai menyusuri leher hingga pundaknya.Lalu bergerak turun seiring turunya dress Vi.
" Ya Tuhan, sungguh luar biasa ciptaanMu ini ." Batin Ezra.
Vi pun dibuat gelagapan karena perlakuan Ezra padanya.
" Vi ,jangan minta aku untuk berhenti...." ucap Ezra setelah melihat betapa indahnya kedua bukit kembar yang ada dihadapannya itu.
" Ya...ya siapa takut ,hari ini aku milikmu Om...!" Vi masih saja menantang Ezra padahal jantungnya sudah berdetak tak karuan.Jujur Vi memang takut , mengingat dirinya sama sekali belum pernah melakukan hal gila ini ,tapi lebih takut lagi jika Ezra akan meninggalkan dirinya bersama wanita lain.
Huh Vi harus siap lahir dan batin untuk dijebol gawangnya walaupun kata orang sakitnya luar biasa.
" Om...." Desah Vi saat Ezra mulai menyentuh dadanya. Ezra tau Vi belum siap tapi mau bagaimana lagi ia pun sudah tak bisa menahannya.Pria itu melepaskan dress Vi dan melemparnya begitu saja dilantai lali ia berdiri dan membawa Vi kedalam kamar yang ada di ruangannya dalam posisi Vi masih berada digendonganya.
Perlahan pria itu meletakkan tubuh Vi yang hanya memakai underwear diatas ranjang.lalu ia pun mulai menyusuri sejengkal demi sejengkal tubuh Vi.Ezra semakin menggila kala Vi meracau tidak jelas.
"Vi apa kau siap ....?" tanya Ezra
" Apa ini akan sakit ....?" Tanya Vi balik.
" Sedikit,kau tahan ya....!" Pinta Ezra lalu kembali menjelajahi bibir , leher,hingga yang lainya.
__ADS_1