
Ezra menunggu Vi ,ia tak tega membiarkan Vi didalam kamar sendirian.Ia Takut jika terjadi apa - apa dengan gadis itu nanti ketika dia terlelap.
Karena mengantuk ,Ezra memilih menggelar kasur lantai dan tidur dibawah Vi.
" Om aku mau jadi istri Om..." Terdengar suara Vi.Ezra yang baru saja akan memejamkan matanya tersentak lalu dia pun memeriksa apakah benar Vi terbangun.
Ternyata gadis itu mengigau.Ezra menepuk dahinya heran dalam tidur saja Vi masih juga kekeh ingin menjadi istrinya.
Apakah benar Vi mencintai dirinya.
" Maafkan aku Vi ,tapi aku tidak bisa.Banyak hal yang kamu tak tau tentang aku Vi.Maaf.Bisik Ezra di telinga Vi.
" Om aku mau Om, sumpah hanya Om Ezra yang Vi mau..." Lagi Vi mengigau entah apa yang ada dalam mimpi Vi.
" Om jangan tolak Vi...!" Gadis itu terisak.
Ezra kembali memeriksa kening Vi.Ternyata demam Vi belum juga turun.
" Hiks...hiks..hiks...Vi tak punya siapa-siapa Om." Mendengar itu membuat Ezra semakin terenyuh.Ada rasa aneh dalam hatinya.Ada rasa ingin melindungi gadis itu.Tapi ini tidak benar Ezra langsung menepis perasaan itu.
" Om...Om Ezra..." panggil Vi dalam tidurnya
__ADS_1
Pilu sekali rasanya mendengar rintihan itu.
" Cup ." Karena tak kuat Ezra akhirnya mengecup sekilas bibir pucat Vi berharap gadis itu berhenti mengigau.Dan benar saja kecupan Ezra itu membuat Vi tenang.
Ezra pun bisa istirahat dengan tenang ,bukan pada kasur yang ia gelar tadi.Ezra malah tidur dengan posisi duduk dengan kepala berada di sebelah tubuh Vi.
Semalaman Ezra tidur dengan posisi itu.Yah setelah mengecup bibir Vi sekilas,Ezra jadi terbawa suasana,ia malah asik memandang wajah Vi yang tidur dengan tenang akhirnya ia pun ikut terlelap juga.
***
Sedangkan dirumah Vi Kania sedang heboh mencari keberadaan sahabatnya.
Kania langsung meluncur ke rumah Vi setelah mendengar dari Keenan kalau kemungkinan Vi sedang sakit.melihat tadi wajah Vi pucat dan pakaian yang dipakainya adalah pakaian rumah sakit.
" Lo dimana sih Vi, kalau terjadi sesuatu denganmu Opa pasti membunuhku Vi..." Kania begitu frustasi.
" Gimana Ken ketemu tidak...?" Tanyanya saat keenan datang kerumah Vi.
" Lo tenang saja, lebih baik lo pulang saja.Biar gue dan yang lainnya cari Vi." Saran Keenan.
" Baiklah tapi kabari gue ya ..." Pinta Kania.
__ADS_1
Dan Kania pun pulang ,tapi ia tak tenang semalaman ia tak bisa tidur.Ia hanya mondar mandir di dalam kamarnya.
" Vi Lo bikin gue gila." Gerutu Kania saat menghubungi ponsel Vi untuk yang ke lima ratus kali tapi tak ada jawaban sama sekali.
" Vi..." Teriak Kania
Mendengar teriakkan Kania Orang Tua Kania yang sedang istirahat pun segera berlari menuju asal suara.
" Ada apa Kania ...?" Tanya mereka.
" Pa ,ma Vi hilang...!" tangisnya pecah
Orang tua Kania pun kaget dan ikut heboh menghubungi banyak pihak, kecuali Ezra tentunya ia tak mau menambah beban Ezra karena mereka tau beban Ezra lebih berat selain itu mereka tak tau apapun tentang Vi dan Ezra.
Disaat semua orang yang menyayanginya Heboh mencari keberadaannya.
Kini Vi malah sedang bahagia. Hatinya seolah mengeluarkan ribuan bunga yang beterbangan hingga kamar itu penuh.
Yah satu jam kemudian Vi bangun karena merasa haus.Vi mengerjabkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam irisnya.
Lalu ia mengedarkan pandangan,merasa asing dengan tempat ini.Namun sedetik kemudian senyumnya mengembang kala dia melihat seorang Pria sedang terlelap disampingnya.Meski hanya kepalanya saja yang ada disebelahnya tapi Vi tau itu Ezra ,Pria yang ia tunggu semalam hingga ia tertidur diatas mobil.
__ADS_1
" Om baik banget.Bagaimana mungkin Vi tak makin cinta sama Om." Ucap Vi memberanikan diri untuk mencium kening pria itu.
" Vi Love you Om." Bisik Vi sebelum turun dari perlahan Vi merebahkan Ezra agar pria itu bisa nyaman tidur diatas kasur lantai.Setelah dirasa Ezra nyaman Vi langsung keluar dari kamar untuk mencari air putih.Tenggorokan Vi terasa kering.