
Vivian menendang ,meninju dan memaki pohon pisang yang kini telah hancur tak berbentuk.Pohon pisang yang semula berdiri tegak dengan keadaan utuh kini telah roboh imbas dari Vivian yang mengamuk karena telah digerayangi oleh Alex.pohon yang semula utuh kini telah hancur dan roboh.
Entah salah apa pohon pisang itu hingga menjadi sasaran seorang Vivian Gonzales.
" Brengsek!" Teriak Vi dengan nafas terenggah - engah.Lalu tubuh vivian luruh ketanah tanpa peduli keadaan tanah yang becek.
Masih dengan nafas yang tidak teratur Vivian menangkup wajahnya sehingga jika dilihat dari jauh gadis itu terlihat sesegukan padahal tidak menangis.
Ezra mendekat tangannya terulur ingin menyentuh Vi ,tapi diurungkannya ketika Vi bergumam.
" Lapar....!" Vi masih tidak sadar jika ada Ezra yang berdiri di sampingnya.
Ezra melotot sempurna mendengar gumaman dari gadis unik itu.
" gara - gara Lo gue jadi lapar...!" Lagi Vi bergumam.
Ezra hanya mengernyit dan tersenyum tipis.
" Mau makan " Lagi - lagi Vi bergumam tapi tak juga membuka wajahnya yang masih asik bersembunyi diatas lutut.
Ezra perlahan meninggalkan gadis itu tak mau ketahuan gengsi lah orang tadi pagi dia mengusir Vi.
" Om...om Ezra aku lapar ...!" Suara Vi yang memanggilnya membuat Ezra berhenti diapun berbalik untuk melihat Vi.
Ezra tersentak saat gadis itu sudah limbung ditanah dengan diiringi suara dengkuran yang sedikit keras.
" Hah...apa dia tidur....?" Tanya Ezra pada dirinya sendiri
" Hei bangun " Ezra berusaha membangunkan Vi tapi sudah berkali - kali dia menggoyangkan tubuh gadis itu tapi Vi malah asik terbuai mimpi meski tidak ditempat baik dan benar.
__ADS_1
" Gadis aneh bisa - bisanya tidur ditempat seperti ini." Cibir Ezra tentu saja Vi tidak mendengar
" Lapar ,mau makan...!"
" Bilang lapar tapi malah tidur , ngorok lagi." Ezra mengangkat tubuh Vi yang terbilang sangat ringan.
" Apa dia tak pernah makan, ringan sekali tubuhnya." Ejek Ezra.
Ezra membawa Vi masuk kembali kedalam Green MU tapi tidak kembali ke ruang latihan dia malah membawanya ketempat kesehatan.
"Apa dia sakit Bos...?" Tanya salah satu anak buah Ezra.
" Tidak dia hanya lapar !" Jawab Ezra sambil menidurkan Vi diatas ranjang kecil.Ranjang yang disiapkan untuk berjaga - jaga bila ada pengunjung yang cedera karena latihan.
Ranjang kecil berukuran 100 kali 200 cm dengan sprei putih polos serta selimut berwarna senada dengan spreinya serta sebuah bantal.
" Lapar ....?" Tanya anak buah Ezra memastikan,tentu saja dia heran katanya lapar tapi kok bisa tidur dengan pulas seperti itu apalagi tampilan gadis itu yang acak-acakan rambut kuncir kuda yang sudah semrawut basah dengan keringat.Pakaian yang kotor karena lumpur sneaker putih yang sudah tidak seputih warna aslinya.
Si anak buah pun patuh ia keluar untuk mencarikan Vi makanan dengan seribu pertanyaan di otaknya.Tentu saja dia tak berani bertanya apapun meski sangat penasaran siapa dan apakah yang terjadi dengan gadis itu.
Setelah sepuluh menit akhirnya Vi pun sadar ia mengedarkan pandangan meneliti seluruh ruangan ini.Gadis itu mengerutkan keningnya yang masih terasa pening.Berat sekali rasanya untuk mengingat apa yang baru saja terjadi dengannya.Namun Vi terus saja berusaha mengumpulkan kepingan - kepingan ingatan.
Ternyata Vi pingsan karena kelaparan,sejak tadi padi ia belum sempat sarapan setelah diusir oleh Ezra makanya dia kehadiran tenaga apalagi habis menghajar pohon pisang.Eh ngomongin pisang Vi malah ngiler pengen makan pisang goreng hangat serta ditemani kopi gula aren hemm pasti nikmat.
Oh ya Tuhan bukankah dia barusaja menghajar pisang yang belum sempat berbuah...?
Dasar kejam sudah menghajar pohonnya sekarang malah mau makan buahnya.
Krukk...
__ADS_1
Bunyi perut Vi tanda dia minta diisi.
" Lapar..."Melas Vi sambil celingukan mencari sesuatu yang bisa dimakan namun sayang ternyata orang suruhan Ezra masih belum kembali.
Vi turun dari ranjang dengan langkah tertatih ia pun keluar dari sana tak peduli bagaimana tadi dia bisa sampai diruangan ini.Yang ada diotak Vi saat ini adalah makan.Ingat makan
Tok...tok...tok....
Suara tukang bakso keliling membuat wajah Vi berubah.wajah yang tadinya kecut kini menjarah manis semanis madu eh ..
" Abang tukang bakso mari - mari sini aku mau beli sepuluh ribu rupiah - " Karena girang Vi jadi bernyanyi lagu yang pernah diajarkan oleh gurunya saat masih kanak-kanak.Dulu sih lima ratus perak,lah sekarang mana ada dua ratus perak orang kuahnya aja dua rebu.
" Bang bakso bang...!" teriak Vi menghentikan Abang bakso.
" Mau beli bakso neng....?" Tanya Abang bakso dengan tersenyum.Wajahnya terlihat bahagia bagaimana tidak bahagia sudah dua jam lamanya dia berkeliling baru kali ini ada yang memanggilnya untuk beli bakso dagangannya.
" Di bungkus neng....?" Tanya Abang bakso
" Makan disini aja bang ." Jawab Vi tak sabar.
" Mau isi apa neng....?"
" Biar aku sendiri aja Bang yang racik ,Abang mah lama ,tanya terus...." jawab Vi yang langsung mengambil alih mangkok ditangan si Abang.
Dengan gesit kayak sudah suhu Vi meracik bakso.Sepuluh buah bakso ukuran besar empat buah mi yang sudah dibulatkan, empat buah tahu goreng ,sebuah keripik pangsit.Vi menuangkan dua sendok saus, lalu kecap serta empat sendok sambal.
Jangan ditanya bagaimana Vi akan memulai jika melihat dan membayangkan sepenuh apa mangkok gambar ayam jago itu.
Si Abang pun sampai speechless melihat pelanggan pertamanya itu.
__ADS_1
" Cantik - cantik rakus..." Gumam si Abang yang masih bisa didengar oleh Vi .Tapi Vi apa dia peduli oh tidak biarlah orang menilai apa Vi tak akan peduli.