DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Membujuk


__ADS_3

Vi memutar otaknya berusaha kuat untuk mengingat,mirip siapakah gerangan Cia ini ...?


Wow Amazing.....!


Ternyata Cia mirip sekali dengan ,dengan dengan siapa ya otak Vi yang cerdas itu tak mampu mengingat sama sekali tapi benar wajah Cia ini sungguh tak asing.


Ah ya sudahlah dari pada pusing mengingat dan mencari tau lebih baik Vi menikmati kembali es krimnya yang sudah mulai meleleh toh tak ada hubungannya juga dengan Vi.


" Ada apa kak...?" Tanya Cia ternyata dia peka jika Vi telah memperhatikan dirinya sejak tadi.


" Oh tidak - tidak ada apa - apa..." Jawab Vi kikuk.


Terang saja Vi kikuk ketahuan begitu....


" Enak es krimnya ...?" Tanya Vi mengalihkan pembicaraan


" Enak ,manis dan segar kak." Jawab Cia begitu senang.


" Habis ini kakak Antar kamu pulang ya ,rumah kamu dimana....?" Tanya Vi kepada Cia yang masih menikmati es krim itu.


Cia hanya mengangguk tak bersuara,tapi dilihat dari ekspresi wajahnya ia tampak sedih sepertinya ia tak rela jika diantar pulang.


" Kenapa kok sedih,gak mau pulang...? takut dimarahin mama...?" Tanya Vi melihat wajah ceria itu berubah murung.

__ADS_1


Tak disangka pertanyaan Vi malah membuat gadis itu menangis sesenggukan.


" Loh kok nangis ,mau es krim lagi...?" Tanya Vi bingung juga dihadapkan dengan remaja kecil menangis gak mungkin kan Vi menawarkan permen atau mainan Cia bukan anak berusia lima tahun.


Cia menggeleng dan menyeka air matanya.


" Aku kabur dari rumah kak.Papa Mama ku bertengkar dan aku mendengar papa bilang jika aku bukan anaknya.Aku sedih kak,aku kecewa.Papa juga bilang kalau ayah kandungku adalah laki-laki tak berguna." Gadis itu menangis,Vi hanya bisa diam lalu memeluk tubuh kecil Cia.


" Mungkin kamu salah dengar." Bujuknya


" Nggak kak papa bilang seperti itu dengan sangat keras."


" Kak apakah ada orang tua yang tak berguna...?"


" Selama ini aku mengira kalau aku adalah anak kandung Papa.Ternyata bukan tapi Papa sangat sayang padaku aku tau itu kak Papa sayang sama aku."


" Pulang ya ...?" Pinta Vi


" Kakak anter pakai motor kamu pasti senang"


Tawar Vi.


" Iya deh kak ,tapi kakak janji ya setiap Minggu kakak jemput Cia kita jalan - jalan dengan motor kakak." Cia mengusap air matanya dan berharap agar Vi setuju.

__ADS_1


" Gak janji sih tapi kakak akan usahakan." Vi tersenyum manis bahkan lebih manis dari madu


Yah Vi tak mau berjanji karena dia takut tak bisa menepatinya.Tau sendiri kan Vi tuh punya jadwal yang tak bisa diprediksi.Week end itu kan waktunya buat Me Time.Apalagi hari Minggu itukan waktu yang tepat buat tidur seharian penuh.Kalau setiap Minggu ngajak jalan-jalan Cia kan Vi sendiri yang rugi.


" kakak berusaha buat ngajak kamu jalan - jalan tapi tidak setiap Minggu juga ." Vi mengulangi jawabnya.


" Gimana...?" Tanya Vi lagi.Cia menatap Vi dengan penuh harap matanya kembali berkaca - kaca.


" Cia gak punya teman kak, hanya kakak yang mau jadi teman Cia selama ini." Tangisnya makin pecah .Vi yang bingung akhirnya bertanya bagaimana bisa gadis seusia dirinya bisa tak punya teman.Apa dia tidak sekolah atau bagaimana...?


Cia menjawab jika selama ini dia hanya home schooling sejak ia masuk ke sekolah Dasar,sang Mama melarang dirinya untuk ikut sekolah biasa entah apa alasannya.Awalnya Cia tidak masalah dengan itu tapi seiring berjalannya waktu gadis itu tumbuh menjadi lebih dewasa dan hanya melihat kehidupan diluar rumah sangat mengasikkan meski ia hanya melihat lewat Sosial media.Timbul keinginan untuk memiliki teman.Bisa tertawa bersama,dan melakukan aktifitas yang menyenangkan bersama seorang teman.


Puncaknya ketika dia mendengar bahwa dia bukanlah anak kandung Papanya dengan berdalih mencari Ayah Kandung saat itu lah Cia berniat untuk kabur dari rumah.


Dan ketika sudah sampai disuatu tempat dirinya mulai bingung harus kemana.


Mendengar cerita Cia Vi jadi iba.Dirinya pun bingung harus bagaimana.Apakah harus membantu gadis itu untuk mencari ayah kandungnya atau mengembalikan gadis itu pada habitat sebenarnya didalam sangkar Emas.


Kasian sekali dia meski apapun keinginannya terpenuhi tapi kalau dikurung kayak gini mana bahagia.Andai itu terjadi dengan Vi ,tentulah ia akan kabur. Mana bisa seorang Vivian dikurung.Jika tidak kabur pastilah tempat dimana dia dikurung akan Vi bakar sampai habis.


Eh kenapa jadi Vi yang emosi...?"


Tapi mau bagaimana pun Vi harus mengantarkan Cia kepada orangtuanya.

__ADS_1


" Cia harus tetep pulang ya.Bicara baik - baik sama Mama kalau Cia pengen sekolah di sekolah Umum supaya Cia punya teman Ok ." bujuk Vi agar Cia mau pulang.


" Please kak seminggu saja ,biarin Cia ikut tinggal bersama kakak." Cia memohon kepada Vi agar di ijinkan tinggal bersamanya meski hanya seminggu saja.Vi seperti makan buah simalakama kalau begini.


__ADS_2