DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
71 . Candu


__ADS_3

Malam ini hujan turun tepat setelah Ezra memarkirkan mobilnya di bagasi.Saat masuk kedalam rumah ia mendapati rumahnya sangat sepi hanya lampu diruang tengah saja yang menyala.Hari memang sudah larut tadi ia sudah mengabari Vi supaya gadis itu tak menunggunya.


Sebelum masuk kedalam kamarnya ia sempat menoleh pada kamar sebelah.Kamar yang telah ditempati oleh Vi beberapa bulan ini setelah gadis itu resmi menjadi nyonya Ezra.


Ezra tersenyum lalu ia pun masuk kedalam kamarnya sendiri.Ia ingin segera beristirahat setelah seharian penuh bekerja.


Namun pada kenyataannya ia tak bisa langsung tidur.sudah hampir satu jam matanya tak bisa terpejam.Bayangan Vi yang menciumnya tadi selalu menganggunya.


" Oh dasar gadis gila....!" Gerutunya sambil tersenyum lebar.Ingin sekali saat ini Ezra berlari menuju kamar disebelahnya itu lalu memeluk tubuh Vi agar ia bisa tidur dalam hangatnya tubuh gadis gilanya itu.Tapi ia mengurungkan niatnya,ia khawatir jika melakukan itu Vi terganggu dan marah padanya hingga hubungan yang baru saja menghangat itu kembali hancur.


" Ah tidak ...." Batinya Menahan diri.


Ezra tidak tau saja bila dikamar sebelah orang yang ia pikirkan juga tak bisa tidur dengan pikiran yang sama dengannya.


sama halnya dengan Ezra Vi pun tak bisa tidur karena ia menunggu Ezra.Sebenarnya Vi memang menunggu Ezra diruang tengah sejak tadi tapi karena malu ia pun bergegas masuk kedalam kamarnya sesaat setelah mendengar suara mobil Ezra.


" Ah Om aku mau tidur dipeluk kamu....." kata Vi sambil berguling - guling.Karena merasa tidak mungkin akhirnya Vi hanya bisa memeluk guling dan membayangkan jika guling itu adalah Ezra.


" Haching....haching .... haching.....!" Ezra terbangun dari mimpi indahnya karena aroma pedas yang menyeruak masuk pada lubang hidungnya yang besar.Ia menoleh pada sebuah jam yang menggantung di dinding abu - abu kamarnya ini.Ah rupanya waktu telah menunjukkan pukul tujuh pagi.


" Pasti gadis gila itu sedang masak." Fikir Ezra lalu ia pun menyibak selimut dan bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci muka.

__ADS_1


" Pagi Om...." Sapa Vi terlihat berbinar saat melihat Ezra berjalan menuju kulkas.


" Pagi ,masak apa ....?" tanya Ezra sedikit berdebar melihat betapa seksinya gadis gila yang telah menjadi istrinya meski belum unboxing.


" Nasi goreng spesial dengan bumbu cinta...." rupanya Vi kembali gila setelah sekian lama vakum.


" Perlu bantuan....?" Tanya Ezra sedikit Kikuk menghadapi kegilaan Vi yang telah kembali. Jujur Ezra senang dan juga merasa lucu, bagaimana bisa ia akhirnya jatuh cinta dengan gadis itu.


" Tidak usah ,om bersiap saja ini hampir selesai kok." jawab Vi


" Oh ok ,bukanya pergi Ezra malah berdiri disebelah Vi.


" Kok....." Belum sempat Vi melanjutkan kata - katanya Ezra sudah membungkam bibirnya dengan sebuah kecupan.Tentu saja hal ini membuat Vi kaget.


" Om ,sudah siang nanti terlambat." Akhirnya Ezra pun menghentikan lumatanya meski ia masih belum puas.


" Maaf ....!" Ucapnya sambil menggaruk tengkuknya.Vi hanya tersenyum.


Entah mengapa Kini Ezra selalu tidak bisa menahan diri untuk tidak ******* bibir seksi itu.sepertinya bibir Vi memang telah membuat Ezra kecanduan.


****

__ADS_1


Vi berlari keluar dari dalam kelasnya karena ia dikejar oleh salah satu mahasiswa satu jurusan dengannya yang telah lama menyukainya.


" Brugh.....!" Vi menabrak Kania yang tengah menujunya dilorong depan kelas Vi.


Tanpa banyak kata Vi langsung menyeret Kania dan mereka pun lari bersama.


" Ada ....ap..apa sih Vi .....?" Tanya Kania saat mereka sudah berada didalam mobil.


" Ada mahasiswa gila.....!" Jawab Vi sambil memakai sabuk pengaman.


" Dia bukan mahasiswa gila Vi yang gila itu elo...." Jawab Kania.Ia sudah paham maksud Vi apalagi sudah pasti mahasiswa itu suka sama Vi.


" Tapi gue udah punya suami." Vi tak mau kalah.


Kania membawa Vi kesebuah restoran,sudah menjadi kebiasaan setelah selesai kuliah mereka berdua selalu makan siang bersama.Kalau tidak di kantin kampus ya di sebuah restoran,Vi hanya bisa pasrah jika Kania membawanya kemanapun untungnya Vi bukanlah tipe gadis yang pilih - pilih makanan, apapun makanannya Vi pasti akan makan tanpa banyak protes.


" Kita duduk disini aja Vi,View-nya kita bisa melihat pengunjung di restoran seberang jalan." Kata Kania sambil menunjuk keluar.


Kania mengajak Vi duduk disebelah jendela kaca besar sehingga mereka bisa melihat keadaan diluar sana.


Saat mereka sedang asik menikmati makanan yang mereka pesan tak sengaja Vi melihat siluet seseorang yang ia kenal.Vi pun menoleh kearah restoran yang ada di seberang jalan.Benar saja dengan jelas ia melihat Ezra tengah duduk berhadapan dengan seorang wanita seusianya tapi masih terlihat cantik dan anggun.Awalnya Vi biasa saja karena Ezra dan wanita itu Terlihat berbicara serius.

__ADS_1


" Mungkin itu adalah kliennya dan mereka sedang berbicara bisnis." Batin Vi berusaha berfikir positif. Vi pun melanjutkan melahap makanan yang ada didepanya.


" Uhuk....!" Tiba - tiba Vi tersedak ketika ia melihat wanita itu berpindah tempat yang awalnya didepan kini berpindah kesebelah Ezra.


__ADS_2