
Kania merawat Vi layaknya adiknya sendiri meski seumuran ternyata Kania lebih tua beberapa bulan dari Vi.
Kania memandikan Vi lalu memasak untuk gadis yang masih terbaring lemas diatas tempat tidur.
Ketika sedang memasak Kania teringat saat memandikan Vi tadi ada bekas luka di bahu Vi.Kania penasaran luka apakah itu dan sejak kapan...?
Apakah pernah terjadi sesuatu dengan Vi yang tidak dia ketahui...?
Nantilah setelah keadaan Vi membaik dan Vi kembali seperti semula ia akan tanyakan itu.
Dua hari telah berlalu,pagi ini Kania harus pergi meninggalkan Vi karena dia harus pergi kuliah.
Sebenarnya ia tak tega tapi mau bagaimana lagi.
" Vi aku pergi dulu ya ,ingat jangan aneh - aneh lagi,atau aku tidak akan pernah memaafkan kamu selamanya." Pesan Kania.Sahabat Vi ini tau jika Vi sangat takut kalau ia membenci Vi kerena Kanialah keluarga Vi satu - satunya meski banyak sahabat yang lain.
" Gue boleh pergi ke kampus gak..?"
__ADS_1
" Bosan gue dirumah terus."Tanya Vi kepada Kania.
" Oke Lo boleh kekampus tapi bareng sama gue.Dan dikampus pun Lo hanya boleh pisah sama gue pas masuk kelas aja, setelah itu Lo gak boleh lepas dari gue." Jawab Kania,Kania mengijinkan Vi berangkat ke kampus tapi mereka harus bersama - sama.
Vi pun bersiap - siap,meski masih pucat dan lemas tapi Vi memaksakan diri agar ia tak bosan dirumah.Kini keadaannya sudah agak membaik bayangan Ezra sudah tak selalu datang mengganggunya,hanya sesekali saja.
" Vi Lo udah baikan kan ...?" Tanya Kania memastikan jika Vi sudah baik - baik saja.
" Lo udah bisa meninggalkan bayangan Om Ezra kan...?" tanya Kania lagi.
" Ya,gue akan coba,siapa tau dengan pergi kekampus bayangan itu bisa gue hapus." kata Vi ,kata - kata itu sebenarnya dia tujukan kepada dirinya sendiri.
Sesampainya dikampus Kania mengantarkan Vi ke kelasnya.ia hanya ingin memastikan bahwa Vi baik - baik saja.
" Makan yuk ...!" Ajak Kania saat Vi sudah keluar dari dalam kelasnya, ternyata gadis yang sangat menyayangi Vi itu sudah menunggumu Vi di luar kelas.Sebenarnya sejak tadi pagi Kania setia menunggu Vi di sana ,ia tak mengikuti kuliah.Layaknya seorang bodyguard Kania malah menunggui ia takut Vi nekat tau sendirikan Vi itu gila.
Selama menjaga Vi di luar kelas mapel yang di ikuti oleh Vi sesekali Kania memperhatikan gadis yang sedang galau itu melalui jendela kaca.Kania melihat Vi tampak murung, tatapannya kosong semangat Vi telah hilang.tak seperti hari - hari sebelum ia patah hati.
__ADS_1
" Ah..." Kania mendesah,ia sangat sedih melihat sahabatnya seperti ini.Ia ingin Vi kembali seperti dulu lagi.Vi yang selalu semangat empat lima.
" Kenapa harus Om Ezra sih Vi, andai itu orang lain pasti sudah aku hajar karena sudah membuat Lo jadi kayak gini." Tentulah Kania tak bisa membujuk Om nya itu,karena Kania sangat tau apa yang membuat Ezra sampai menolak Vi.
" Aku harus cari tau apakah Om Ezra juga cinta sama Lo Vi.Setelah itu aku akan buat rencana agar kalian bisa bersama." Ucapnya sambil Memandang wajah Vi yang masih terlihat pucat.
Meski ada makanan kesukaannya di depan mata,Vi tak berniat untuk makan.ia hanya mengaduk - aduk saja.Kania pun tak ingin protes ia biarkan saja Vi melakukan itu.
Setelah selesai kuliah Kania membawa Vi pulang kemansion kebetulan mereka berpapasan dengan Ezra.Tapi mereka sama-sama diam tak ada satu pun yang menyapa.Vi hanya menunduk saja kerana Vi tak mau melihat wajah Ezra.
Setelah Vi berlalu dari hadapannya kini Ezra lah yang menatap Vi dengan pandangan sendu.
Vi naik keatas dan langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang besar di kamar Kania.
Sedangkan Kania diam - diam mengikuti mengikuti Ezra yang tengah berjalan menuju taman belakang.
Bugh...bugh...bugh ...
__ADS_1
Sebuah suara mengalihkan pandangan Kania.