
" Maafin Vi Om, belum bisa menjadi istri Yang baik " Mendengar kata seperti itu dari mulut Vi ,Ezra pun tersenyum ada sedikit kebahagiaan dalam hatinya ternyata Vi sadar akan hal itu.Ezra pun tak peduli meski itu hanyalah kata - kata dalam mimpi.
Cup Ezra mengecup kening Vi dalam seakan meresapi rasa dalam hatinya.
" Maafkan aku juga Vi belum bisa membahagiakan kamu." Gumamnya lalu pria itu pun mengangkat tubuh istri kecilnya yang sudah ia nikahi selama tiga bulan lebih tapi sekali pun ia belum pernah menyentuh tubuh istrinya itu.
Ezra menurunkan tubuh Vi diatas ranjang,lalu menyelimutinya.Dan ia pun meninggalkan Vi yang masih lelap.
***
Pagi menjelang, ada yang berbeda didalam rumah Ezra.
Kali ini Ezra terbangun karena mencium aroma masakan yang membuat perutnya seketika merasa lapar.
Yah benar saja saat Ezra tengah menuju dapur ia melihat Vi sedang berjibaku dengan peralatan dapur.Gadis itu kini tengah memasak untuk sarapan.
" Pagi Om,tunggu sebentar ya, sebentar lagi sarapan siap.Lebih baik Om mandi dulu deh habis itu kita sarapan." Kata Vi saat ia melihat Ezra telah berdiri disampingnya.Sejujurnya Vi hanya mencari alasan untuk menutupi rasa gugupnya.
" Oh Oke..." Jawab Ezra sama gugupnya seperti Vi.Kini Ezra pun melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.Ada rasa aneh tapi juga merasa senang.Dalam hati Ezra berharap semoga saja ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka.
__ADS_1
Masih berkutat didapur
Setelah Ezra pergi untuk mandi,Vi menghela nafas sambil memegang dadanya.
" Rasa ini masih sama seperti dulu Om,saat ada didekatmu aku merasa jantungku tidak baik - baik saja." Ucapnya sangat lirih
" Ok Vi jadilah istri yang baik buat Om suami.Semangat Vi..." Vi menyemangati dirinya sendiri.Setelah pembicaraannya dengan Kania kemarin Vi hati Vi telah terbuka dan ia bertekad untuk menjadi istri yang sesungguhnya buat Ezra.Ya jika hati Ezra masih belum seperti kemarin maka Vi akan melakukan hal gila seperti sebelumnya.Ia akan mencairkan hati suaminya itu.
Sementara itu didalam kamarnya Ezra telah selesai dan kini ia telah bersiap dan berkutat didepan cermin memastikan jika penampilannya sudah benar - benar baik.Berkali - kali ia menyisir rambutnya, berkali-kali pula ia menciumi tubuhnya sendiri.Rasanya saat ini ia benar - benar harus tampil maksimal didepan Vi.
Setelah memastikan tak ada yang kurang dari dirinya Ezra berniat untuk keluar kamar namun belum sempat ia membuka pintu kamarnya niat itu ia urungkan.Ia kembali kedepan cermin lalu berbicara sendiri.
Tiba - tiba Ezra melihat dua bayangan dirinya dicermin satu ada disebelah kanan menggenakan pakaian serba putih,satunya lagi berada disebelah kiri memakai pakaian serba merah serta bertanduk.
" Sapa dia dengan lembut Ezra, katakan jika kamu mencintainya.Lalu mintalah dia untuk menjadi istri yang baik." Kata bayangan Ezra yang berada disebelah kanan.
" Tidak jika kau melakukan itu maka kau akan ditertawakan oleh gadis gila itu.Abaikan dia Ezra jangan sentuh makanan yang dia buat tadi ...!"Bayangan Ezra yang ada di sebelah kiri mengatakan bila ia harus mengabaikan Vi.
Ah....Ezra menepis dua bayangan dirinya yang sedang berdebat.
__ADS_1
tok ...tok...
Pintu kamar Ezra diketuk dari luar,siapa lagi kalau bukan Vi yang mengetuk pintu kamar itu karena memang hanya dia dan Vi orang yang tinggal dirumah itu.Ketukan pintu itu membuat Ezra semakin gugup dan bingung harus bersikap bagaimana.
" Om ,apa Om belum selesai ...?" Tanya Vi dari luar.
" Ah iya,aku sudah selesai." Jawab Ezra sambil membuka pintu kamarnya yang sedari tadi masih tertutup rapat.
Deg...
Berapa terkejutnya Ezra melihat Vi dari ambang pintu.Ya gadis itu kini sudah tampak rapi dengan penampilan yang tak seperti biasanya.Kali ini Vi memang tengah menggenakan drees selutut dengan warna mauve.Sungguh penampilan yang tak biasa jika biasanya Vi selalu berpakaian tomboy entah kenapa hari ini ia memilih untuk tampil feminim dengan rambut yang terurai panjang.Membuat Ezra semakin terpaku bahkan Duda berusia 38 Tahun itu sampai tak berkedip saking terpesonanya.
Vi memang ingin merubah cara berpakaiannya sejak ia melihat Ezra tengah makan bersama seorang wanita kemarin.Ia tak mau kalah saing dari wanita itu.Vi sampai rela menghabiskan tabungannya untuk membeli beberapa dress,semua itu ia lakukan demi Ezra.
" Ayo Om kita sarapan,sudah siang nanti Om terlambat kerja." Ajak Vi dengan meraih tangan kekar suaminya.
"Oh ayo ..." Ajakan vi membuat Ezra tersadar dan dia pun mengikuti langkah Vi.
Semoga saja ini adalah awal yang baik buat hubungan mereka
__ADS_1