
Ezra semakin mempererat pelukannya kepada Cia,putri yang sangat ia rindukan selama lebih dari sembilan tahun.Putri yang begitu ia cintai.Namun apalah daya seorang Ezra jika Maria tak mengizinkannya untuk bertemu.
" Om ,kenapa Om menangis...?" tanya Cia saat merasakan tubuh Ezra bergetar karena isakan.
" Tidak Om hanya senang bisa memeluk gadis secantik Cia." Jawab Ezra.Tak mungkin ia mengatakan bahwa Cia adalah putrinya.
" Cia sudah .Ayo kita pergi dari sini.Dady sudah menunggu kita." Ajak Maria sengaja menekankan kata Dadu agar Ezra tau bahwa kini ada sosok pria lain dalam hidup mereka menggantikan sosok Ezra.
" Tapi mami..." Cia berusaha menolak ajakan sang Mami.Tapi Maria sudah menariknya dan membawanya masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di depan lobi.
Didalam mobil mewah itu Cia masih menatap Ezra dengan tatapan nanar,entah mengapa ia merasakan tidak rela berpisah dengan lelaki itu.
" Mi..mami kenal Om itu...?" tanya Cia berusaha mengorek informasi dari sang Mami.
" Cia dengarkan Mami.Dia bukan siapa-siapa.Jadi jangan tanya lagi." jawab Maria.Entah kenapa wanita itu tak ingin Cia tau bahwa Ezra adalah ayah kandungnya.
Jika sang Mami sudah bertitah maka sebagai anak yang baik Cia pun tak lagi banyak pertanyaan.Walaupun dihatinya penuh dengan pertanyaan tentang siapakah Ezra.
*****
__ADS_1
Sudah tiga hari Vi menginap dirumah Kania ,kali ini ia tak bertemu dengan orang tua Kania maupun Ezra.Orang tua Kania sedang dalam perjalanan bisnis keluar negeri sedangkan Ezra, seperti biasa pria itu selalu saja sibuk dan jarang sekali pulang kerumah Opa.
Hari ini rencananya ia akan pulang kerumahnya sendiri, rasanya tak enak tinggal terlalu lama disini.meski tak masalah bagi Kania dan keluarganya.Bahkan mereka akan sangat senang dengan adanya Vi disana.
" Opa Vi pamit ya...!" pamit Vi sambil mencium punggung tangan Opa.
" Vi kamu kan tinggal sendiri.kenapa tak tinggal disini saja." kata Opa
" Nanti saja Opa kalau Vi udah jadi mantu Opa." Jawab Vi bercanda,eh bukan bercanda deng ...
" Semoga ya Vi.Semoga Ezra Luluh dengan ketulusan hatimu." Doa Opa kepada Vi jujur Opa sangat senang dengan Vi.Harapanya adalah Vi bisa meluluhkan hati Ezra secepatnya.
" Gue mau pulang ke bengkel aja, soalnya Keenan tadi telfon gue dia kualahan di bengkel.Lagi rame ." Ucap Vi.
Ya hari ini Vi berencana untuk langsung ke bengkel untuk membantu Keenan dan yang lainnya.
Sesampainya di sana Vi langsung masuk kedalam bengkel dan disambut oleh lima orang karyawan bengkelnya.
" Vi kita kualahan nih..." Adu Keenan sambil menunjukkan deretan motor yang belum di perbaiki.
__ADS_1
" ok gue bantu hari ini." Jawab Vi lalu ia pun pergi ke dalam ruangannya untuk ganti baju.
Setelah siap ia pun kembali menghampiri Keenan.
" Mana nih yang belum diperbaiki..?" tanya Vi kepada Keenan.Dan Keenan pun menunjukkan salah satu motor trail berwarna merah hitam.
Vi langsung memeriksa kerusakan motor setelah tau bagian mana yang rusak, dengan cekatan Vi pun memperbaikinya dengan kunci - kunci yang ia selipkan di saku belakang pakaiannya.
" Udah beres tinggal ganti oli aja." ucap Vi pada dirinya sendiri.lalu ia menuangkan satu botol oli kedalam motor itu sedangkan ia tak peduli dengan tangannya yang kotor karena tumpahan oli yang ia tuangkan kedalam mesin motor tadi.
selesai mengganti oli tiba - tiba pipinya terasa gatal ,reflek ia pun menggaruknya tanpa sadar jika tanganya kotor.Tentu saja tumpahan oli ditangannya itu berpindah ke alhasil pipi putih nan mulus itu menjadi hitam.
" Permisi " Sebuah suara mengejutkan Vi
" Ya " Jawab Vi sambil berdiri
Senyum Vi merekah melihat siapa yang baru saja menyapanya.
Siapa lagi yang bisa membuat Vi sesenang ini selain Ezra Subastian.
__ADS_1
Ezra datang kebengkel Vi karena motor yang ia gunakan ngadat.Ya pagi ini Ezra memang berangkat ke kantor dengan mengendarai sebuah motor untuk menghindari macet ,eh malah ngandat di tengah jalan.Dan bengkel Vi lah yang berada paling dekat dari sana.