
Sedih tentu saja namanya juga wanita , sekuat apapun dia kalau masalah hati , meleleh juga air matanya.
Menyerah Oh tidak Ferguso....!
Dalam diri Vi tak ada kata menyerah justru dia akan semakin bersemangat bahkan sebelum tidur malam ini Vi malah menyusun banyak rencana dan ide untuk mengejar Duda yang satu ini.
" Ezra ...Om Ezra kamulah masa depanku ,tunggu aku.Aku akan menjadi wanita terakhir buatmu.I love you." Gumam Vi setelah itu menutup matanya bersiap untuk menjemput mimpi indah tentang Om duda yang mampu membuat harinya berbeda.
*****
Ezra tak menghiraukan Vi yang pergi dari rumahnya . Duda satu anak itu berjalan menuju tempat makan karena merasakan perutnya yang lapar.
Betapa terkejutnya pria itu saat sudah sampai di meja makan melihat berbagai macam makanan sudah terhidang disana.
" Serius semua ini dia yang masak ...?" tanya Ezra dalam hati .Dan dia pun merasa bersalah karena terburu-buru mengusir gadis aneh itu.
Meski merasa bersalah Ezra pun mengabaikan perasaannya itu dan dia pun melahap masakan Vivian dengan sangat lahap.
Hanya menu sederhana yang Vivian hidangkan di atas meja makan .Nasi putih ,tumis kangkung dan telur ceplok saja namun hal ini mengisyaratkan Ezra pada masa - masa kebersamaan bersama keluarganya bukan bersama mantan istri namun bersama kedua orangtua serta kakak laki-lakinya.
Yah sejak menikah dan bercerai Ezra tak pernah lagi makan bersama mereka, apalagi saat ini sang ibu telah tiada dan ayahnya lebih memilih tinggal dirumah kakak laki-lakinya dari pada imut dengannya.
Jadilah Ezra yang sudah menduda ini tinggal sendirian dirumah barunya yang ia beli setelah bercerai.Karena rumah yang lama di tempati oleh sang mantan bersama dengan putrinya.
Ezra merindukan masa-masa kebersamaan bersama keluarganya karena selama menikah ia tak pernah makan menu rumahan seperti ini mantan istrinya lebih suka membeli makanan di luar dari pada memasak untuk sang suami.
__ADS_1
" Ya Tuhan apakah aku bisa menikmati hal semacam ini bersama orang yang bisa tulus menerimaku." pilunya mengingat masa lalu yang entah mengapa membuat Ezra tak berani untuk kembali berumah tangga.
Pernikahan singkatnya membawa dirinya pada trauma sendiri.Dia takut ,takut kembali terjebak dalam cinta semu.Takut kembali tersakiti dan menyakiti.
Entah siapa yang salah dalam rumah tangganya yang lalu sehingga menimbulkan perceraian dalam usia pernikahan yang masih terbilang sebentar yah pernikahan Ezra bersama sang mantan hanya bertahan selama dua setengah tahun saja.
" Ternyata lumayan juga rasanya." Ezra tersenyum melihat piringnya yang sudah kosong.
Lalu tersenyum getir mengingat gadis tadi juga ingin sarapan.
" Ah biarlah,dia tak akan mati hanya karena tidak sarapan." Gumamnya tak mau ambil pusing dengan rasa bersalahnya itu.
Selesai sarapan dan membersihkan meja Ezra berjalan menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap - siap pergi bekerja.
Hari ini jadwalnya lumayan padat selain harus mengajari seseorang dia harus pergi meninjau Gudang juga.
" Ah aku sudah terlambat, bocah itu pasti masih tidur." Gumamnya mengingat seorang Michael yang tak akan bangun sebelum telinganya mendengar suara Ezra meskipun ada pelayan yang membangunkan.
" Michael !" Ezra mencoba membangunkan pria berusia 25 Tahun pewaris dari Darwis Company yang dipercayakan oleh orang tuanya kepada dirinya.
" Michael aku bilang bangun ,atau aku siram kamu dengan air dingin ...?" Satu kali panggilan tak membuat pemuda itu mau bangun terpaksa Ezra harus menggunakan ancaman.
" Michael aku hitung sampai tiga." Ucap Ezra dengan keras
" Satu "
__ADS_1
" Dua "
" Ti...."
" Oke uncle oke aku bangun, memangnya jam berapa sih sekarang....?" Pemuda itu akhirnya mau membuka mata.
" Cepat bersiap - siap ,ini sudah Sangat terlambat !" Perintah Ezra dengan suara keras membuat Michael kalang kabut Berlari terbirit-birit menuju kamar mandi dan secepat kilat pemuda itu membersihkan dirinya.
" Astaga ,kau bukan anak kecil lagi Michael !" Ucap Ezra menepuk dahinya karena gemas melihat Michael yang keluar dari kamar mandi dalam keadaan polos.
Jangan dibayangkan bagaimana Ekspresi Ezra saat ini meski sama - sama pria melihat hal ini Ezra rasanya sangat risih sendiri.
" Sorry uncle habisnya buru - buru sih !" Jawab Michael tak merasa bersalah.
" Baiklah cepat aku tunggu kamu di mobil . Sepuluh menit." Perintah Ezra sambil berlalu untuk keluar dari kamar.
" Apa .... sepuluh menit uncle tapi itu...."
" Sepuluh menit atau aku akan memberi mu hukuman..!" Jawab Ezra tanpa menoleh
" Dasar uncle galak ...!" Umpat Michael
Meski mendengar tapi Ezra tak peduli lagi karena berdebat hanya akan membuang waktu.
" I' m ready Uncle." Lapor Michael kepada Ezra yang masih setia menunggu dirinya di ruang tamu.
__ADS_1
" Ckck " Ezra berdecak melihat penampilan Anak angkatnya itu,bukan anak angkat lebih tepatnya keponakan angkat.Ah entahlah terserah apapun namanya itu yang jelas Ezralah yang selama ini menjadi wali dari pemuda labil itu.Meski usia mereka selisih 13 Tahun namun jika dilihat dari segi wajah mereka seperti kakak dan adik.Hanya saja Ezra lebih dingin dan tegas sedangkan Michael lebih sengklean dan sulit diatur.