DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Firasat


__ADS_3

" Ampun Mak ,ampun aku nyerah Oke,Oke Mak anakmu mau jujur tapi lepaslah dulu kasih aku kebebasan Mak." Ujar Vi masih dalam keadaan terbahak-bahak.


Nyerah sudah Vi jika seperti ini perutnya sudah terasa kaku karena kebanyakan tertawa.


" Oke aku lepas.!" Akhirnya Kania melepaskan Vi dan duduk disebelah Vi.


Vi membalik tubuhnya yang semula tengkurap diatas karpet bulu kini jadi terlentang dengan nafas terenggah - engah.


Capek juga habis tertawa terbahak-bahak akibat ulah Kania.


" Haus gue minum dulu ya." Ucap Vi setelah lalu berdiri dan berjalan menuju dapur.


Vi menegak Habis segelas air putih.Tentu saja langsung habis karena dia sangat kehausan.


" Dimana Om Ezra ya..." Tanya Vi pada dirinya sendiri sembari celingak-celinguk mencari keberadaan Ezra dirumah ini.


sedangkan sosok yang dicari oleh Vi malah sudah pergi menuju Darwis Company.


Sebuah gedung pencakar langit tempat dimana ribuan karyawan bekerja disana Ya Darwis Company adalah sebuah perusahaan besar milik ayah Michael yang dibangun sejak Tiga puluh lima tahun yang lalu.Dimana perusahaan ini akan diwariskan kepada Michael satu-satunya anggota keluarga yang masih hidup.


Sebenarnya adik - adik dari Almarhum Ayah Michael masih ada mereka tinggal di luar Negeri.Tapi mereka sangat berbahaya bagi Michael,Paman Michael adalah orang yang licik dan kejam bahkan mereka ingin menghabisi nyawa Michael.Maka dari itu mendiang ayah Michael meminta Ezra untuk melindungi putra satu - satunya itu.


" Selamat pagi Tuan...!" Sapa para Karyawan


".Pagi ." jawab Ezra dengan dingin tak ada senyum yang terbit dari bibirnya yang agak tebal itu.Meski bukanlah atasan yang kejam tapi Ezra adalah sosok yang dingin jarang sekali pria berusia 38 Tahun itu basa - basi dengan bawahannya.Ia akan langsung to the point langsung pada intinya jika berbicara dengan mereka.

__ADS_1


".Tampan sih ,tapi ketus !" Cibir salah satu karyawan wanita ketika Ezra sudah masuk kedalam ruangannya.


" Mau deketin takut jadinya." Jawab yang lain.


" Makanya masih saja duda sampai sekarang." Itulah bisik - bisik para karyawan yang menaruh hati padanya.Namun apalah daya tak ada sedikitpun respon dari Ezra.


".Ehm..kalian mau kerja apa mau ghibah..!" Bentak Arthur orang kepercayaan sekaligus sekertaris merangkap jadi Asisten Ezra.


Huachu...!


Ezra bersin , entah kenapa tiba-tiba hidungnya merasa gatal.


Tok..tok..


" Tuan ini saya Arthur,boleh saya masuk !" ijin Arthur yang ada dibalik pintu ruangan Ezra.


Arthur pun masuk kedalam ruangan itu.Dan mereka membicarakan sebuah proyek yang akan mereka kerjakan saat ini.Pembicaraan panjang entah apa itu Author tak tau meski sudah mengintip sampai terkantuk-kantuk.


" Arthur, bagaimana Michael, apakah aman jika kita mengirim dia untuk menemui klien nanti siang....?" Tanya Ezra kepada Arthur setelah pembicaraan serius tentang bisnis selesai.


" Saya kira aman tuan ,karena saya sudah mempersiapkan beberapa anak buah kita untuk mengawal tuan muda." Jawab Arthur.


Ya dikantor ini Ezra memang memperkerjakan banyak anak buahnya untuk menjaga Michael.Selain karena amanah juga karena Ezra sangat menyayangi Micheal layaknya anaknya sendiri.


" Jaga dia ,jangan sampai terjadi apa - apa padanya.Karena aku tak bisa bersamanya nanti.Ada pertemuan lain yang harus aku datangi." Pesan Ezra kepada Arthur.Entah kenapa hari ini ia merasa khawatir dengan Michael , seperti ada sebuah firasat tak baik yang akan terjadi pada Michael.

__ADS_1


Namun Ezra tak bisa menghalangi Michael untuk pergi ke meeting yang akan ia hendel. Michael harus tetap datang agar ia bisa belajar memenangkan tender besar.


Semoga saja tidak terjadi apapun dengan Michael jika terjadi sesuatu padanya Ezra tak akan memaafkan dirinya sendiri.


*****


"Vi jangan kabur Lo belum cerita sama gue !" teriak Kania mengejar Vi sambil melemparkan sandal jepitnya kearah Vi padahal Vi sudah tancap gas.


" Dasar bocah gemblung !" Maki Kania meski Vi tak mendengarkan makianya.


Ya setelah minum tadi Vi mencari keberadaan Ezra di mansion tapi Vi tak menemukan Ezra didalam lalu Vi pergi kegarasi melihat apakah mobil Ezra masih disana.Ternyata mobil Ezra sudah tak disana.


Karena tak ada Ezra disana ,maka tanpa pikir panjang Vi langsung tancap gas pergi dari mansion meninggalkan Kania yang masih menunggu Vi diruang keluarga dengan rasa penasaran kebahagiaan apakah yang Vi dapat dari Opa Bastian.


Kania begitu kesal saat ia mendengar deru motor Vi meninggalkan mansion.lalu Kania berlari dan mengumpat Vi karena kesal.


" Dasar bocah lucnut...!" Teriak Kania sambil menghentakkan kakinya di tanah.


*****


" Awas Tuan....!" Teriak Vi berlari menubruk tubuh seorang Pemuda yang baru saja keluar dari gedung hotel yang ada diseberang jalan dimana Vi memarkirkan motornya untuk membeli sesuatu.


Dor


Sebuah peluru menembus bahu bagian belakang Vi.

__ADS_1


Tubuh Vi ambruk dalam dekapan Pemuda itu.


" Ah...!" Pekik Vi kesakitan lalu tubuhnya lemas dan tak sadarkan diri.


__ADS_2