
Tiga hari berlalu kini kondisi Vi semakin membaik.
Hari ini ia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dengan syarat vi harus rutin minum obat dan kontrol karena infeksi di punggungnya akan berbahaya jika dibiarkan begitu saja.
Kania masih marah pada Vi gara - gara Vi tak mau menceritakan sebab ia bisa terluka seperti itu, Vi hanya mengatakan kalau semuanya baik - baik saja tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keadaanya.Jadilah Kania tak mau menemani Vi dirumah sakit.Tega tak tega Kania harus tegas terhadap Vi.
" Pulang , pulang ,pulang hore ,hore, hore !" Vi bersorak gembira, akhirnya ia bisa pulang kerumahnya dan melanjutkan misinya mengejar Ezra Masa bodohlah dengan Kania yang marah.Toh tak akan lama lagi Kania akan pasti akan datang lagi,mana betah sahabatnya itu marah lama - lama sama Vi.
" Om Vi udah sehat , Vi akan datang lagi buat Om Ezra.Om tau aku tak akan pernah menyerah mengejar Om sampai titik darah penghabisan." Kekeh berbicara dengan Foto Ezra yang ia curi dari rumah Ezra kemarin.
" muach..." vi mencium kening Ezra,eh salah foto Ezra maksudnya.
***
Pulang dari rumah sakit bukanya langsung pulang kerumahnya dan istirahat,Vi malah meminta sopir taksi membawanya kebengkel.
" Kenaann !" Teriak Vi memanggil Keenan saat ia baru saja turun dari taksi.
" Apa sih Vi berisik " Kenan menutup telinganya yang berdenging.Ternyata bukan Keenan saja yang menutupi telinganya beberapa orang pelanggan bengkel pun ikut menutup telinga menggunakan kedua tangannya.
__ADS_1
Vi memang gila
" Ken Gue baru keluar dari rumah sakit Lho.Apa Lo gak khawatir sama gue...?" Tanya Vi dengan nada manja kepada Keenan sahabat sekaligus karyawan di bengkel.Keenan adalah orang kepercayaan Vi ,sejak awal Vi dan Keenan lah yang berjuang membangun bengkel ini.meski belum terlalu besar tapi lumayanlah buat biaya hidup mereka.Keenan sudah selayaknya kakak bagi Vi.
Mendengar ucapan Vi yang dibuat manja seperti ini Keenan berdecak.
" Emang Lo butuh kekhawatiran dari gue...?"cibir Keenan.Ya iyalah Keenan mencibir Vi memang selama ini Vi tak pernah mau jika Keenan merasa khawatir terhadap dirinya.
Vi hanya nyengir di dan berlalu untuk masuk ke dalam sebuah ruang ,ya anggap saja itu ruangan CEO wkwkw ( sok - sok an ada ruang CEO pula.)
Seharian ini Vi menghabiskan waktunya di bengkel dengan memeriksa beberapa catatan keuangan setelah itu ia meminta Keenan untuk mengambilkan tugas kuliahnya dirumah ,Vi sangat malas pulang karena dirumah nanti sudah pasti ia akan kesepian .
Empat jam telah berlalu,Vi masih betah didalam ruang kerjanya yang tak terlalu luas itu.Hingga sampai menjelang malam Vi tak keluar dari sana.
" Vi Lo gak mau makan malam...?" tanya Keenan dari luar.
" Apa.." Tanya Vi setelah membuka pintu
" Makan di luar yuk !" Ajak Keenan kepada Vi.
__ADS_1
" Ayuk , kebetulan gue sudah lapar."
Mereka berdua pun keluar untuk mencari makan.Tak lama akhirnya mereka berdua memilih kedai bakso dipinggir jalan.
Makan dengan makanan khas Indonesia dengan sangat lahap , seperti biasa Vi selalu nambah satu porsi lagi.Gadis ini memang selalu makan dua porsi jika sedang makan diluar.Namun entah kenapa berat badan Vi tak pernah naik secara signifikan.
"Ah kenyang ." Seru Vi sambil mengusap perutnya yang rata.
" Lo emang hebat Vi ,selalu makan dengan dua porsi." Cibir Keenan.
" Hehe" Vi hanya terkekeh geli sendiri.Mau marah tapi inilah kenyataannya.
Setelah makan bakso dipinggir jalan Keenan berniat mengajak Vi untuk kembali kebengkel tapi belum sempat ia mengatakan kepada Vi ,Vi sudah menghilang begitu saja.
Keenan hanya bisa mendesah.Sudah kebiasaan Vi selalu menghilang Ketika jalan bersamanya.
tak perlu Keenan mencari kemana perginya Vi ,ia sudah tau Vi pasti sibuk mengejar pria pujaannya.
Dengan langkah lesu Keenan pulang sendirian.
__ADS_1