
Pagi ini Vi ingin memulai semuanya dari awal.Iya dia sudah mantap untuk menjadi istri yang baik buat Ezra karena rasa khawatir jika dia tengah hamil.
" Biar aku aja Om..." Vi mencegah Ezra yang ingin mengisi piringnya dengan makanan yang sudah Vi siapkan sejak tadi pagi.
" Mari makan Om...!" Ajak Vi setelah ia sendiri mengisi piringnya.
Ezra hanya mengangguk dan menyendok makanan dipiringnya untuk disuapkan pada mulutnya sendiri.
" Gimana Om ....?" Tanya Vi disela - sela kegiatannya mengunyah makanan.
" E..Enak..." Jawab Ezra gugup,iya Ezra masih sangat gugup sejak tadi.
Vi pun tersenyum,ia yakin jika Ezra memang menyukai masakannya,lihat saja pria itu begitu lahap.
" Om ,bisa antar Vi kekampus...?" Tanya Vi tak Enak.
" Ehm aku kan pakai drees,jadi aku tak mungkinkan naik motor." Tambah Vi mencari alasan agar Ezra mau mengantarkanya kekampus.
" Tapi tak apa kalau Om tak mau,aku naik taksi saja." ucap Vi selanjutnya karena ia melihat sepertinya Ezra sedang berfikir.Dan satu lagi alasan Vi ia takut Ezra menolak.
__ADS_1
" Baiklah aku pergi dulu ya..!" Pamit Vi karena Ezra masih diam tak merespon.
Namun langkah Vi seketika terhenti saat Ezra memanggilnya.
" Vi !" Panggil Ezra dengan ragu.
" Hem..." Vi membalik tubuhnya.Tanpa Vi duga kini Ezra tengah menarik tanganya dengan lembut.
" Aku akan mengantarmu kuliah." kata Ezra tanpa memandang Vi.
Vi hanya diam dan mengikuti langkah Ezra,tapi jangan tanya kerana sekarang hatinya tengah bersorak gembira.Ya meski Vi tau Ezra terpaksa tapi paling tidak pria itu tidak menolaknya.
" Aku akan mengejarnya kembali Om sampai hatimu luluh." Tekad Vi dalam hati.
" Maaf karena sudah merepotkan Om." Sesal Vi.
" Tak apa Vi ,ayo kita turun."
Setelah turun Vi bingung akan kemana ia tak tau sama sekali seluk beluk gedung ini.Seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Vi ,Ezra pun menarik Vi dengan lembut dan membawa gadisnya itu untuk masuk kedalam.
__ADS_1
Genggaman tangan Ezra membuat semua memandang aneh kepada atasannya itu,bagaimana tidak karena selama sembilan tahun Pria itu tak pernah sama sekali terlihat dekat dengan wanita manapun selain hubungan pekerjaan tapi berbeda dengan pagi ini.Pria yang terkenal dingin dan tak mau berurusan dengan yang namanya wanita itu kini tampak berjalan masuk kedalam perusahaan dengan menggenggam tangan seorang wanita yang terlihat masih sangat muda dan tentu saja " Cantik."
Semua orang seolah bertanya - tanya siapakah gerangan wanita itu.
" Gila CEO kita membawa kekasihnya kemari.Keren..." Kata salah satu karyawan yang memang bermulut ember.
" Siapa sih dia l,kayaknya bukan salah satu dari rekan bisnis Tuan Ezra..?" Tanya seseorang yang lainya.
Begitulah bisik - bisik para karyawan mereka menerka - nerka tentang siapa sosok yang kini berjalan beriringan dengan CEO mereka.
***
Sementara itu di kota yang berbeda tampak Michael tengah duduk didepan Laptopnya dengan wajah yang tampak serius.Yah pemuda itu kini tengah berada di luar kota karena Ezra memang mengirimnya ke salah satu cabang perusahaannya yang sedang mengalami masalah.
Ezra sengaja mengirim Michael kesana untuk mengasah kemampuan pemuda itu.
" yes...!" Ucap Michael saat ia menemukan titik permasalahan di perusahaan kecil itu.
" Gadis unik setelah ini aku akan mengejarmu." Ucapnya lagi.Benar Michael kini tampak bersemangat karena ia sedang jatuh cinta kepada seorang gadis yang unik dan lain dari pada yang lain.Senyumnya kembali mengembang kala ia ingat wajah pucat tapi masih cantik gadis yang dulu pernah menyelamatkannya dari seorang sniper beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
" Aku jatuh cinta padamu gadis unik." Bila Ezra menjuluki Vi dengan gadis gila maka berbeda dengan Michael,ia menjuluki Vi dengan gadis unik.
Benar Michael memang jatuh cinta pada Vi.Tapi bagaimana jika Michael tau Vi adalah istri dari Ezra,pria yang selama ini mendampinginya tanpa ingin merebut sepersen pun harta peninggalan mendiang orang tuanya.