DUDA DI KEJAR GADIS GILA

DUDA DI KEJAR GADIS GILA
Mau menikah


__ADS_3

Vi datang lagi kerumah Ezra niatnya sih pengen mengembalikan KTP Ezra yang masih ada di dalam saku jaket kesayangannya.


Niat Vi baik kan


" Kenapa kau suka sekali mengganggu istirahat ku.Kenapa kau datang kembali kesini,mau kamu apa hah.Pergi aku mau tidur ,dan jangan kesini lagi.!" Berondongan pertanyaan serta pengusiran Vi dapatkan dari seorang Ezra pak duda yang penuh pesona.


Bukanya marah dan sakit hati Vi malah merasa senang dengan perlakuan Ezra.


" Ok aku akan pergi tapi kalau besok ada Depkolektor kesini buat menagih hutang jangan kaget ya." Jawab Vi berbalik untuk meninggalkan Ezra namun langkah Vi terhenti ketika Ezra menghentikan langkahnya dengan memegang tangan Vi.


Vi tersenyum penuh kemenangan.Apalagi Ezra sudah pasti akan menghalangi kepergiannya.Pria ini pasti penasaran apa maksud perkataan Vi tadi.Ezra tidak ingat jika Vi masih menyimpan data pribadinya yang bisa saja ia gunakan buat meminjam sejumlah uang.


" Apa maksud kamu...?" Benarkan Ezra penasaran


"Kamu nanya bertanya tanya...?" Vi menggoda Ezra.


" Kalau Om mau tau ,suruh aku masuk dong .Gak sopan sekali sama tamu yang berniat baik." Tentu Vi tak mau melewatkan kesempatan agar bisa lebih lama bersama dengan Ezra.Pria yang mampu mengobrak-abrik isi hatinya yang semula adem ayem kini menjadi berantakan karena pesona sang Duda.


Ezra menghela nafas berat.Perlu kesabaran Extra menghadapi gadis gila macam ini.


" Baiklah, silahkan masuk." Akhirnya Ezra menyuruh Vi untuk masuk.Meski Ezra sangat ketus tapi Vi tak perduli.Ia malah merasa lebih tertantang untuk mengejar pak Duda yang satu ini.


"Duduk...!" Perintah Ezra tak mau berdebat

__ADS_1


" Makasih." Vi menampilkan senyum termanisnya


Vi pun duduk di sebuah sofa berwarna hitam.Ternyata Ezra sangat menyukai warna hitam.Terlihat dari warna interior dan perabotan yang didominasi dengan warna gelap itu.Mulai dari sofa, meja, lemari ,dan gorden semuanya berwarna hitam dan hanya ada beberapa warna putih sebagai pelengkap.


" Sekarang katakan apa maksud perkataan mu...?" Tanya Ezra tak mau basa - basi.


" Boleh pinjam toiletnya gak om kebelet nih." Pinta Vi semakin membuat Ezra kesal.


" Pergilah, toilet ada di sana sebelah dapur." Meski kesal tak mungkin kan Ezra membiarkan Vi menahan hajatnya.


"Anterin dong Om aku gak tau nih takut nyasar kan rumah om gede banget." Lagi - lagi Ezra harus menahan rasa kesalnya pada Vi.


" Baiklah." Ezra pasrah


Tau gak apa yang vi lakukan saat berjalan dibelakang Ezra.Hem gadis itu mengepalkan kedua tangannya lalu ia gerakkan keatas kebawah sambil bilang Yes ...yes ...yes.Andai ia tak ada dalam misi memikat hati Ezra sudah pasti dia akan melompat kegirangan.Gila gila begini Vi masih berfikir untuk menjaga Imagenya juga.


" Ini toilet nya ,apa aku harus menunggu disini juga...?" Tanya Ezra dengan ekspresi menahan kesal.


Ekspresi Ezra itu semakin membuat Vi senang untuk lebih menggodanya.


" Jangan ditunggu disini Om ,lebih baik ikut kedalam saja.Gimana...?" Vi menantang Ezra dengan menampilkan turunkan alisnya.


" Apa kamu sudah gila...?" Ezra semakin kesal rasanya ingin sekali memukul Vi.Tapi tak mungkin ia lakukan karena pantang baginya untuk memukul seorang perempuan.

__ADS_1


" Om benar ,aku memang sudah gila karena pesona yang ada dalam diri Om..."


" Uhuk..." Ezra tersedak ludahnya sendiri.


Sedangkan Vi malah tertawa terbahak-bahak sambil terburu-buru masuk kedalam toilet.Jika saja tak beneran kebelet sudah pasti Vi akan semakin menggoda Ezra.Senang sekali rasanya melihat Ezra semakin kesal dengannya.


" Sekali katakan apa maumu...?" Ezra sudah tak sabar lagi menghadapi Vi yang semakin melunjak menurutnya


" Ehmmm." Vi berdehem sebelum memulai jawabannya.


" Aku mau menikah dengan Om !" Jawab Vi bersemangat meski ia tau jika Ezra akan menganggap ini hanyalah candaan.


" Kamu gila, ingin menikah dengan aku...?"Ezra tertawa.Gadis ini mau menikah dengannya


" Memangnya siapa kamu, sebegitunya kamu ingin menikah dengan aku..." Ezra tak berhenti tertawa sampai matanya mengeluarkan air mata.


Sungguh pertanyaan Vi terdengar sangat lucu baginya.Eh tunggu bukankah ini pertama kalinya ia bisa tertawa selantang itu sejak tragedi sembilan tahun yang lalu.


Ezra mendadak diam ,teringat jika ia tak pernah tertawa lepas seperti ini selama ini.


" Aku serius Om ,mau jadi istri Om.Aku melamar om sekarang.Apa Om bersedia menikah dengan aku...?".Vi tidak melawan tapi ini serius lima rius malah.


Ezra menelisik wajah cantik itu.Lalu menatap tajam bola mata Vi.Mata yang sangat indah dengan bulu yang lentik.Mata berwarna keabu-abuan itu memperlihatkan jika ada keseriusan didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2