ELARA : FATED TO LOVE

ELARA : FATED TO LOVE
25. Mencoba


__ADS_3

Elara ingin segera kabur dari situasi ini. Ia tidak mau jika pertemuannya dengan Shane akan dilihat oleh Kyle. Bagaimanapun juga, dimata Kyle--Shane adalah suami Stevi--meski pada kenyataannya tidak demikian.


Elara juga belum siap mengatakan pada Kyle--mengenai hubungan yang sempat terjadi antara ia dengan Shane--sebab ini memang sangat rumit.


"Lara!"


Elara tak menggubris, ia segera masuk ke dalam area kampus.


Sementara dari posisinya, Kyle melihat Elara yang berjalan terburu-buru. Ia juga melihat seorang pria yang berjalan seperti mengejar langkah Elara, namun karena posisi pria itu memunggungi mobilnya, Kyle jadi tidak dapat melihat wajah sang pria dengan jelas.


Kyle mengendikkan bahu, mungkin itu adalah rekan Elara, pikirnya. Kemudian ia mulai menyalakan mobilnya kembali untuk beranjak dari pelataran kampus.


Sementara Shane tetap pada niatnya, ia akan mengajak Elara bicara, bahkan jika perlu akan memaksa gadis itu agar merubah keputusannya dan memikirkan hubungan mereka berdua.


"Berhentilah mengejar ku, Shane!" desis Elara yang tau jika Shane terus mengikuti langkahnya di sepanjang lorong kampus.


"Aku mau bicara!" Shane berderap cepat hingga akhirnya mampu mensejajarkan langkah dengan Elara.


"Ku pikir tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, Shane!"


"Aku tidak menyetujui keputusanmu."


"Aku tidak membutuhkan persetujuanmu dan keputusanku itu sudah final."


"Lara ..." Suara Shane berubah melirih. "Jangan mengorbankan perasaan kita karena keadaan ini, kita masih bisa membicarakannya untuk mencari jalan keluar yang terbaik," pintanya.


Kali ini Elara menoleh pada Shane, sebab sejak tadi ia hanya menatap lurus ke depan dengan langkah yang terus berjalan cepat.


"Dengan resiko aku akan dianggap sebagai perebut suami orang?" sarkas Elara.


"Kenyataannya aku bukan suami Stevi!" Shane berujar sembari mencekal lengan Elara. "Apa kau mau terus begini? Baiklah, aku akan mendatangimu setiap hari sampai semua mahasiswamu disini akan mengetahui problem kita!" desaknya.


"Jangan memaksaku, Shane!" marah Elara. Kali ini ia menghentikan langkah dan menatap nyalang pada pria itu.


"Jika ini bukan kau, aku juga tidak akan memaksa seseorang!"


"Oh my ..." Elara menghela nafas berat. "Aku sibuk sekali hari ini dan kau semakin membuatku terlambat," keluhnya.


"Baiklah, aku akan menunggumu di Apartmen saja!"


Mendengar itu, mata Elara langsung terbelalak seketika.

__ADS_1


"No! Jangan mendatangi Apartmenku lagi."


Shane tersenyum miring dalam posisinya. "Kenapa? Kau takut Kyle mendapati kita berdua disana?" tebaknya.


Elara terdiam dengan pemikiran yang memikirkan keadaan Apartmennya sekarang--dimana disana ada Eve--ibu Kyle--yang juga tengah menunggunya.


"Jangan kesana, aku akan menemuimu setelah pekerjaanku selesai hari ini," kata Elara akhirnya.


Shane menyeringai. "Baiklah. Tapi satu pertanyaan lagi. Apa hubunganmu dengan Kyle?" tuntutnya.


"Bukan urusanmu." Elara berlalu meninggalkan Shane yang hanya mengulumm senyum karena sikap gadis itu. Bukannya menyerah, Shane justru semakin menyukai penolakan Elara dan akan terus memaksanya dengan cara apapun.


...***...


Elara benar-benar merealisasikan ucapannya dengan mengikuti keinginan Shane untuk bicara. Ia tak punya pilihan karena Shane malah mau menunggunya di Apartmen. Daripada Shane harus bertemu dengan Eve disana, lalu menceritakan hubungan mereka berdua, lebih baik Elara mengikuti saja keinginan pria itu untuk bicara.


Elara bukan tak mau jujur pada Kyle dan Eve, tapi karena hubungan kerabat antara mereka dengan Stevi lah--yang membuat Elara urung mengungkap yang sebenarnya. Jika saja ia berhubungan dengan pria yang tidak ada kaitannya dengan kerabat Kyle, mungkin ia akan berterus terang. Tapi masalahnya, Kyle mengenal Shane sebagai suami dari Stevi dan hal itu membuat Elara serba salah. Ia merasa seperti gadis yang akan merusak rumah tangga orang lain, padahal tidak demikian.


"Langsung saja. Apa yang mau kau bicarakan, Shane?" tanya Elara saat mereka sudah berada di satu meja dan duduk berhadap-hadapan.


"Kenapa buru-buru sekali? Apa Kyle menunggumu?" terka Shane sinis.


Elara berdecak lidah, selalu saja Shane menyinggung soal Kyle dan ia tidak suka mendengarnya. Elara bukan memikirkan Kyle, tapi ia sudah berjanji pada Eve untuk segera pulang jika sudah selesai mengajar, namun karena Shane--ia jadi mengingkari janjinya.


"Dengan Kyle?"


"Ya, dengan Kyle!" jawab Elara kesal.


Shane menggeram pelan, namun kembali menatap Elara lamat-lamat. "Aku akan memulai pembicaraan kita jika kau mengatakan padaku, apa hubunganmu dengannya," katanya membuat negosiasi.


"Astaga, Shane!" Elara berpikir sejenak, lalu sampai pada sebuah ide yang tiba-tiba melintas dikepalanya. "Aku akan menikah dengan Kyle," lanjutnya berdusta.


Mendengar itu, tentu saja Shane terkejut.


"No! Kau berbohong!"


"Kau selalu menanyakan dan menyinggung tentang Kyle, tapi saat aku mengatakan yang sebenarnya kau malah menganggapku berbohong,"


Shane mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ia kesal sekali mendengar ujaran Elara yang mengatakan jika gadis itu dan Kyle akan menikah.


"Lara, lihat aku!" kata Shane akhirnya.

__ADS_1


Elara melengos, malah memalingkan wajahnya.


"Look at me, Lara!" Shane menekankan kata-katanya, membuat Elara akhirnya mengalah dan menatap pada wajah tampan pria itu. Elara berdoa dalam hati agar ia tidak terpengaruh dengan hatinya yang selalu kalah dengan Shane.


"Apa kau tidak ingat apa yang terjadi diantara kita? Apa kau sudah melupakannya? Aku tidak akan mengemis padamu jika kau tidak berarti bagiku."


Elara terdiam, ia tau hidup Shane tidak mudah. Apalagi harus menjadi suami Stevi didepan publik, padahal kenyataannya tidak demikian.


"Please, Lara! Kita lewati ini bersama. Aku akan mengajakmu bertemu ibuku, menjelaskan padanya bahwa aku juga memiliki hidup sendiri dan tidak bisa terus menerus menjadi tameng untuk Stevi karena kehamilannya itu."


Elara menunduk, menatapi pada jemari yang berada di pangkuannya sendiri. Ia merasa serba salah. Ia tau Shane seserius ini padanya, tapi Elara hanya takut. Takut menghadapi sesuatu yang belum ia jalani. Merasa hidup Shane rumit dan ia tidak mau masuk ke dalam kerumitan itu.


"Aku ... aku takut," akui Elara pada akhirnya.


Shane menggeleng samar. "Apa perasaan takut itu jauh lebih besar dari perasaanmu padaku?" tanyanya, intonasi suaranya mulai melunak setelah Elara mau menanggapinya terkait hubungan mereka.


"Entahlah, aku hanya tidak mau terjerumus terlalu jauh karena aku takut itu akan semakin membuatku sakit hati apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang ku harapkan."


Shane mendekati posisi Elara, meninggalkan kursinya, lalu memegang kedua pundak gadis yang masih terduduk itu.


"Aku yakin, kalau ibuku tau aku sudah memiliki kekasih maka dia tidak akan memaksaku untuk terus seperti ini dengan Stevi."


"Tapi, Shane." Elara ragu, bagaimanapun juga--ibu pria itu--sudah meminta Shane untuk menggantikan Shawn dan berlanjut menikahi Stevi. Meski pada akhirnya Shane menolak tegas, namun sampai saat ini ibunya masih meminta Shane melakukannya.


Lalu, apa nanti ibu Shane akan menerima hubungan mereka ini?


"Aku punya kehidupan sendiri dan aku memilihmu, Lara. Aku yakin ibu akan memahami itu."


"Baiklah, kita akan mencobanya."


Mendengar itu, Shane menggapai kedua jemari Elara dan mengecupnya berulang kali.


"Thanks, Lara. Aku akan membuktikan bahwa kita bisa melewati semua ini."


Elara hanya bisa tersenyum kecil. Ia tau jawabannya ini akan mempengaruhi banyak hal dalam hidupnya. Termasuk pandangan orang-orang yang sudah terlanjur menganggap Shane adalah pria beristri.


...Bersambung ......


Makin sepi ya disini🤭


Yg berkenan, mampir juga ke novelku yg 1 nya.

__ADS_1


Masih on going juga.


Dijebak di Malam Pengantin✅ cek profilku...🙏🙏🙏


__ADS_2