ELARA : FATED TO LOVE

ELARA : FATED TO LOVE
71. Merasa tak percaya


__ADS_3

Malam itu, Shane kembali ke rumah dengan perasaan yang entah. Sebelum turun dari mobilnya, ia menyempatkan untuk bertanya pada Max terkait rencana yang sudah mereka usung di kediaman Stevi.


"Apa kau sudah memasangnya?"


Max tidak menoleh dari posisinya yang duduk dibalik kemudi, ia hanya melirik Shane--yang duduk di belakang--lewat center mirror.


"Sudah, Tuan." Pria dengan tampang kaku itu mengangguk.


"Bagus." Shane menyeringai.


Saat Shane terlibat percakapan dengan Stevi beberapa saat lalu, sesungguhnya ia juga berusaha mengalihkan perhatian wanita itu agar tidak mengetahui siasatnya.


Max memasang sebuah penyadap suara disana, karena Shane yakin jika setelah pancingannya tadi--yang membawa nama Shawn dalam pendonoran ginjal itu--Stevi menjadi kalut dan langsung menanyakan pada Kyle tentang siapa yang sebenarnya mendonorkan ginjal itu.


Meski Shane sudah punya bukti tertulis yang menyatakan jika sebenarnya ginjal Kyle didonorkan untuk orang lain dan itu bukanlah Stevi. Serta Stevi yang sebenarnya mendapat donor dari black market--yang Shane yakini adalah ginjal Elara--tapi, Shane tetap butuh bukti lain yaitu pengakuan Kyle mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan kepastian jika yang ada di tubuh Stevi benar-benar merupakan organ istrinya yang telah dicuri.


Maka dari itu, Shane terpaksa memasang penyadap disana. Dan mengingat kondisi Stevi sekarang, yang masih harus bedrest untuk menyesuaikan ginjal barunya, pastilah Kyle yang akan mengunjunginya di kamar itu dan mereka akan membicarakan itu di kamar yang sudah dipasang penyadap.


Shane berharap perkiraannya tidak salah dan semuanya akan berjalan sesuai rencana agar ia mendapatkan bukti lain untuk memperkuat keyakinannya yang sebenarnya sudah ingin menghancurkan dalang utama pencurian organ sang istri.


Max sudah pasti memasang alat penyadap itu dengan aman karena pria itu dapat diandalkan. Dan benar, Max meletakkan alat itu disebuah tempat yang tak akan dicurigai yakni di bagian dalam kaki tempat tidur Stevi.


"Shane?"


Elara menyambut kepulangan Shane dengan raut serius, ia tampak khawatir pada suaminya yang tadi pergi dengan tergesa-gesa.


"Shane, apa kau tidak mau mengatakannya padaku?"


Shane menarik nafas dalam. Sebenarnya ia mau mendapatkan bukti rekaman suara itu dulu barulah memberitahu istrinya, tapi ia sudah menjeda keingintahuan Elara cukup lama jadi, sekarang saatnya ia memberitahunya meski ia tak yakin Elara akan langsung mempercayainya.


"Kau percaya padaku, kan?" Lagi-lagi Shane menanyakan hal serupa seperti yang pernah ia tanyakan pada Elara saat di Dubai.


"Harus berapa kali ku katakan jika aku mempercayaimu, hmm?" Elara mengelus dada bidang suaminya.

__ADS_1


Shane menarik Elara ke sofa yang ada disudut kamar.


"Baiklah, duduklah dulu," katanya agar suasana kondusif.


Elara menurut, ia duduk disamping Shane yang kini mengusap wajahnya sendiri.


"Aku ... menemukan bukti bahwa Kyle terlibat dalam pencurian ginjalmu."


Elara terbengong. Lalu sedetik kemudian tertawa karena ujaran suaminya.


"Kenapa kau tertawa, Sayang? Kau tidak percaya padaku?" tebak Shane.


"Bukan, bukan begitu," ujar Elara masih dengan tawa yang sama.


"Lalu? Hentikan tawamu itu, aku sedang serius!"


"Sayang, kau suka sekali bercanda. Jangan membuat hal ini menjadi lelucon, apalagi sampai membawa nama orang lain apalagi itu Kyle ..." Elara menatap Shane dengan serius sekarang.


Shane menyugar rambutnya. "I'm seriously, Lara. Aku tidak sedang bercanda, aku juga tidak sedang membuat lelucon. Kenyataannya sahabatmu itu memang terlibat!" ujar Shane menekankan kata 'sahabatmu'.


"Ini terdengar tidak mungkin, Shane. Bagaimana bisa--"


"Sudah ku katakan, kau harusnya percaya padaku!" sela Shane dengan nada kecewa.


Shane hendak bangkit, tapi Elara mencekal lengannya. "Bukan begitu, aku bukan tidak mempercayaimu, sudah ku katakan aku percaya. Tapi bagaimana bisa Kyle terlibat ... sepertinya ini ada kesalahan, Shane. Aku sangat mengenal Kyle dan dia tidak mungkin melakukan tindakan ini padaku. Lagipula, apa tujuannya untuk hal ini? Tidak ada, kan!" ujarnya panjang lebar.


Shane menatap Elara dengan tatapan penuh ironi. "kenyataannya begitu, Lara! Sudah ku katakan dari awal, aku tidak akan memberitahumu sebelum aku mendapatkan bukti. Jadi, saat aku mengatakan hal ini padamu maka aku sudah punya buktinya," tandasnya.


"Mana buktinya?"


Shane mengambil map yang merupakan keterangan jika Kyle melakukan pendonoran ginjal pada orang lain. Ia juga mendapatkan keterangan bahwa Stevi menerima donor ginjal dari black market. Semua itu Shane dapatkan dari Ferdinand, setelah sebelumnya mempercayakan pada Max untuk memberikan kucuran uang yang tak sedikit demi membuka keterangan asli dari Rumah Sakit.


Elara sempat terkejut melihat itu. Tapi, pikiran positif nya terhadap Kyle mengalahkan semua yang saat ini ia lihat. Ia belum bisa mempercayai semua ini begitu saja.

__ADS_1


"Stevi? Ini ada kaitannya dengan Stevi?"


"Ya, dia sakit. Membutuhkan donor ginjal dan entah kenapa Kyle justru menargetkanmu untuk menjadi pendonornya. Ku rasa karena dia tau golongan darah kalian sama dan juga ada maksud tertentu lainnya yang aku belum mengetahuinya."


"Tidak, Shane. Mungkin yang diterima Stevi dari pasar gelap bukan ginjalku. Ada banyak kemungkinan lain."


"Lalu, apa bisa kau jelaskan kenapa Kyle menyabotase keterangan rumah sakit? Dia membuat seolah-olah dialah yang menjadi pendonor untuk Stevi, sedangkan kenyataannya dia memang melakukan transplantasi itu tapi didonorkan untuk orang lain."


Elara terdiam. Ia mencoba mengingat sesuatu dan mencocokkannya. Jika golongan darah Elara sama dengan golongan darah Stevi, seharusnya Kyle memang tak bisa mendonorkan ginjalnya untuk Stevi, karena Elara mengingat jika golongan darah Kyle berbeda dengannya.


Tapi untuk menerima semua kenyataan ini, entah kenapa perasaan Elara merasa bertolak belakang. Kyle tak mungkin melakukan ini padanya. Untuk apa?


"Tidak mungkin Kyle setega ini padaku," gumam Elara yang masih bisa didengar oleh Shane.


"Ya, awalnya aku juga mengira begitu. Tapi, mungkin saja dia memiliki dendam padamu karena kau menolaknya," sarkas Shane kemudian.


Elara tertohok dengan ujaran suaminya. Baru sekali ini Shane berbicara begitu blak-blakan padanya. Mungkin demi meyakinkan dirinya agar membuka mata lebar-lebar bahwa ada banyak kemungkinan yang bisa membuat Kyle tega melakukan semua ini terhadapnya.


"Sudahlah, seberapa kali pun aku meyakinkanmu maka kau akan tetap meragukanku. Kau masih lebih mempercayai pria itu ketimbang aku," ujar Shane dengan nada kecewa.


"Shane, bukan begitu ... Kau harusnya mengerti jika aku dan Kyle sudah mengenal cukup lama jadi wajar saja ini mengejutkanku dan membuatku tidak bisa mempercayai hal ini begitu saja."


Shane menggeleng samar. Ia tak mau memaksa Elara lagi untuk mempercayainya. Jujur, ia kecewa akan hal ini tapi disatu sisi iapun memaklumi jika Elara tak dapat mempercayai tindakan yang Kyle lakukan terhadapnya.


Shane memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri sekaligus menenangkan hatinya.


Sementara Elara masih saja larut dalam ketidakpercayaannya terhadap apa yang baru saja dia ketahui mengenai tindak-tanduk kelakukan sang Sahabat. Apa mungkin Kyle setega itu padanya?


"Aku akan menemui Kyle untuk menanyakannya secara langsung." Elara bertekad didalam hati. Dan jika benar Kyle yang ada dibalik semua ini maka ia tidak akan pernah memaafkan Sahabatnya itu.


"Tapi aku masih berharap jika semua ini salah kekeliruan, Kyle. Aku tau kau tidak mungkin melakukan hal sekeji ini padaku."


...Bersambung ......

__ADS_1


Mana dukungannya guys? Bab nya udah ditambahin tiap hari, tapi dukungannya gak nambah2 🤭🤭🤭


__ADS_2