
Berbekal hal yang diketahuinya, Elara menemui Kyle dengan rasa kepercayaan yang masih besar terhadap pria itu.
Elara tidak mengatakan kepergiannya ini kepada Shane. Tapi belajar dari kecerobohannya, Elara tak mungkin pergi sendiri. Ia meminta Nolan dan Lisa menemaninya untuk datang ke kediaman Kyle.
Saat Elara tiba di rumah yang ia ketahui sebagai kediaman Kyle, Elara sengaja bersikap biasa dan tidak langsung membahas mengenai apa yang telah menimpanya. Ia ingin menguji Kyle karena disisi lain ia juga percaya pada Shane yang pasti sudah lebih dulu menyelidiki hal ini.
"Ela, kau datang kesini?" Kyle tampak semringah saat mendapati Elara yang datang mengunjunginya.
"Ya, ku pikir kau bekerja." Elara mengulas senyum lebar, seolah tak mengetahui apa-apa perihal kecurigaan Shane kepada sahabatnya ini.
"Ehm, aku mengambil cuti, sudah sepuluh hari ini."
"Kenapa? Apa kau sakit?"
Kyle menggeleng samar. Ia mempersilahkan Elara untuk masuk ke rumahnya lebih dulu.
"Masuklah, Ela. Ada yang ingin ku bicarakan padamu, kebetulan sekali kau datang kesini."
Elara masuk dan duduk dengan tenang di sofa ruang tamu. Lisa dan Nolan menunggunya di beranda rumah atas permintaan Elara sendiri.
"Dimana Aunty Eve?" tanya Elara.
"Ibu sedang berbelanja di supermarket, baru saja pergi."
Elara pun mengangguk.
"Kau mau minum apa?"
"Tidak usah, Kyle. Aku hanya ingin mengunjungimu."
"Apa kunjunganmu ini ada kaitannya dengan keadaanmu? Apa sebenarnya kau yang sedang sakit?" tanya Kyle kemudian.
Alih-alih menjawab pertanyaan Kyle, Elara justru menatap ke dalam mata pemuda itu.
"Kyle ... apa kau masih menganggapku sahabatmu?"
"Tentu saja, Ela. Selamanya kau adalah sahabatku."
"Kau menyayangiku?"
Kyle menipiskan bibir. "Kenapa kau menanyakan hal itu? Tentu saja jawabannya iya."
"Sampai kapan?"
Kyle mengernyit mendengar Elara yang menyelidik lewat pertanyaan seperti ini. Namun ia tetap menjawabnya juga. "Sampai kapanpun," ujarnya mantap.
"Meski aku sudah menikah?" Rupanya pertanyaan Elara belum berakhir.
"Ya, meskipun kau sudah menikah, sampai nanti, sampai kapanpun, aku selalu menyayangimu Elara ..." Kyle tampak sungguh-sungguh saat mengatakannya dan Elara tau jika Kyle tidak berbohong mengenai hal ini.
"Lalu ... kenapa kau membohongiku, Kyle?"
"Bohong? Soal apa?" Kyle tampak panik saat Elara mengatakan jika dia telah berbohong.
"Seharusnya kau yang paling tahu tentang kebohonganmu sendiri," sarkas Elara.
__ADS_1
Kyle berdecak lidah. Kemudian dia mencoba untuk meraih jari jemari Elara. Namun mendapat tepisan dari wanita itu. Ya, tentu saja Elara menolak perlakuan Kyle tersebut, ia tidak mau terlibat kontak fisik dengan Kyle lagi, apalagi setelah ia bisa menyimpulkan situasinya sekarang.
"Ela, kau pasti menaruh curiga padaku karena tuduhan Shane terhadapku, iya, kan?"
Elara berlagak bodoh sekarang. "Tuduhan? Tuduhan apa?" tanyanya. Ia mau memancing Kyle dan mendengar cerita menurut versi pria itu, agar ia bisa membandingkan dengan yang sudah Shane ceritakan kepadanya.
"Kau mengenalku, kan? Aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang Shane tuduhkan itu. Apalagi itu menyangkut dirimu, Ela. Kau percaya padaku, kan?"
"Kyle ... aku tidak mengerti apa maksudmu. Tuduhan apa yang kau maksud?" Elara masih mau memancing Kyle.
"Suamimu menuduhku ... telah ikut andil dalam pencurian ginjalmu."
"Lalu?" Respon Elara ini terlalu cuek dimata Kyle.
"Tentu saja itu tidak ada kaitannya denganku, bahkan aku juga tidak tau jika kau mengalami insiden itu jika Shane tidak mengatakannya padaku."
Sekarang Elara berdiri dari duduknya, ia membelakangi Kyle disana sembari melipat tangannya di dada.
"Jadi ... kau sudah mendengar dari Shane jika aku mengalami insiden pencurian organ?" tanya Elara dalam posisinya.
"Ya. Aku baru tau kemarin."
Elara terkekeh sumbang sekarang. "Aku tidak menyangka kau jadi begini, Kyle," cecarnya.
"Begini, maksudmu?" Kyle bingung dengan ujaran Elara.
"Apa saat Shane mendatangimu kemarin, kau juga berlagak tidak mengetahui apa yang telah menimpaku?"
"Kenapa kau menuduhku begitu? Aku memang tidak mengetahuinya, Ela!"
"Ela ... aku---"
Elara mengadahkan tangan ke arah Kyle sebagai isyarat agar pria itu berhenti bicara dan memberi alasan.
"Jadi, begini juga sikapmu saat Shane mengunjungimu kemarin? Berlagak tidak tau. Begitu?"
Kyle mendengkus sekarang.
"Katakan, Kyle ... kenapa kau setega ini padaku!" Sekarang Elara menunjuk Kyle dengan jari telunjuknya. "Kau bilang menyayangiku, Kyle! Tapi apa yang kau perbuat, hah?" hardiknya keras.
Kyle terdiam, dia tidak bisa menatap Elara yang tampak terpukul dan hancur dihadapannya.
"Kenapa kau tidak sekalian mencuri organku yang lain? Mata, hati, jantung, hmm? Kenapa kau tidak mengambil semuanya? Kenapa kau hanya mengambil ginjalku? Kenapa Kyle? Apa karena hanya itu yang dibutuhkan Stevi!"
Elara tampak histeris dalam kemarahannya sendiri. Dadanya naik turun seiring dengan hembusan nafasnya yang tampak menahan emosi. Elara juga menangis sekarang.
Kyle mendekat pada Elara. "Ela, jangan menuduhku ... Aku sedih melihatmu begini, aku tidak suka kau menangis. Ku pikir kau datang kesini untuk mengadu soal penyakitmu padaku dan aku akan mendengarkanmu seperti dulu, seperti kebiasaan kita yang lalu."
Elara mundur menjauh dari Kyle yang semakin menujunya.
"... Percayalah Ela, ini semua tidak seperti yang kau tuduhkan. Ini terjadi karena ada pihak yang ingin membuat hubungan persahabatan kita renggang dan hancur."
Elara menggeleng kuat-kuat. "Maksudmu? Siapa yang kau maksud sebagai pihak yang ingin membuat hubungan kita hancur?" tanyanya.
Kyle terdiam tanpa bisa mengucapkan jawabannya.
__ADS_1
"Jawab! Apa yang kau maksud disini adalah suamiku? Kau menuduh Shane yang mau menghancurkan hubungan kita? Kau menganggapnya mengadu domba kita?" berangnya.
Kyle mengangkat pandangannya sekarang menjadi saling bertatapan dengan Elara. "Kenyataannya memang begitu, kan? Dia mengatakan padamu hal yang mustahil aku lakukan. Bagaimana bisa aku menjadi dalang dari pencurian ginjalmu, sedangkan melukaimu sedikit saja aku tidak bisa, Ela!" Intonasi suara Kyle cukup tinggi sekarang.
Elara mengangguk. "Ya, kau benar. Bukan Kyle sahabatku yang menjadi dalangnya. Tapi kau ... siapa kau? Aku tidak mengenalimu. Kau bukan Kyle yang ku kenal!"
Elara berbalik pergi setelah mengeluarkan kekesalannya dihadapan pria itu. Sekarang ia tau jika Kyle benar-benar terlibat. Ia dapat menilai kebohongan pria itu, ia bisa membacanya. Dan yang ada dalam diri Elara sekarang adalah kekecewaan yang sangat besar.
Sementara Kyle, dia tidak pernah menyangka Elara akan bersikap seperti ini padanya. Ia tidak mampu mencegah kepergian wanita itu. Ia menarik nafas dalam-dalam sembari menahan rasa sesaknya sendiri.
"Seharusnya kau kembali padaku bukan untuk hal ini, Ela. Seharusnya kau datang kesini karena Shane tidak mampu menerima kekurangan yang kini ada padamu."
...***...
Shane mendapat laporan saat sedang bekerja di perusahaan. Nolan mengatakan jika Elara pergi menemui Kyle di kediaman pria itu.
Awalnya Shane mau bergegas menjemput Elara disana. Tapi saat setengah jalan berkendara, Shane mendapat info baru dari Nolan jika mereka sudah menuju ke Mansion.
Shane memutar arah, tujuannya sekarang tidak lagi ke kediaman Kyle melainkan ke Mansion-nya sendiri.
"Elara? Sayang?" Shane berlarian menuju ke lantai atas demi mendapati sang istri.
Shane memasuki kamarnya dengan tergopoh-gopoh, ia tau jika sekarang Elara pasti tengah meratapi apa yang terjadi.
"Sayang?"
"Shane ..." Elara menoleh pada Shane yang muncul di ambang pintu.
"Ya, aku disini." Shane mengelus surai panjang milik istrinya. "Kau menemukan yang kau cari?" lanjutnya.
Yang dimaksud Shane disini tentu saja mengenai kebenaran yang sedang dicari oleh Elara terkait apa yang kemarin Shane ceritakan mengenai Kyle.
Elara mengangguk. Shane terenyuh melihatnya.
"Kau menanyakan apa maksud dan tujuannya melakukan itu?"
"Aku tidak sempat bertanya. Tapi, bukankah dia melakukan itu demi menolong Stevi, sepupunya?"
"Aku pikir semuanya tidak sesederhana itu. Kyle tidak mungkin menyakitimu jika hanya untuk Stevi. Aku merasa dia mempunyai tujuan lain," terkanya.
"Tujuan lain apa?"
"Entahlah, hanya dia yang mengetahuinya. Ini masih spekulasi ku saja. Tapi aku yakin jika dia melakukan semua ini bukan semata-mata karena Stevi. Dia pasti menginginkan keuntungan juga."
"Maksudmu uang? Kyle mempunyai cukup uang."
"Lebih dari sekedar uang." Shane menipiskan bibir. "Mungkin dia mau menarik simpatimu. Dia mensiasati dengan ikut mendonorkan ginjal, jadi kalian sama-sama dalam keadaan yang hanya memiliki satu ginjal. Tapi itu masih dugaanku," papar Shane menjelaskan isi kepalanya.
"Entahlah, aku masih tidak menyangka jika ini ada kaitannya dengan Kyle."
"Kau mau lebih mempercayainya lagi?" tanya Shane tampak menawarkan.
"Kau punya apa lagi untuk membuatku percaya?"
"Kau harus mendengar ini ..." Shane mengeluarkan ponselnya dan memutar sebuah track record disana.
__ADS_1
...Bersambung ......