ELARA : FATED TO LOVE

ELARA : FATED TO LOVE
78. Pencegah kehamilan


__ADS_3

"Jelas saja istri Anda tidak bisa mengandung, Pak. Istri anda menggunakan pencegah kehamilan."


"Apa?" Shane kaget. Tidak, bukan cuma Shane tetapi Elara juga sama kagetnya.


"Iya, dari yang saya lihat, ibu Elara menggunakan alat kontrasepsi di rahimnya, intrauterine device atau IUD."


Shane menatap pada Elara dan dibalas Elara dengan gelengan bingung.


Shane kembali menatap pada sang dokter. "Apa bisa spiral itu dibuka saja, Dokter? Saya dan istri saya sudah berencana untuk memiliki keturunan."


"Ya, tentu saja. Saya akan melakukan tindakan untuk membuka spiral yang terpasang, tapi itu lebih baik dilakukan jika ibu Elara sedang dalam fase menstruasi."


Elara mengangguk. Jadwal mestruasinya memang tinggal menghitung hari dan dia akan kembali ke dokter untuk melepas pencegah kehamilan yang dipasang di rahimnya tanpa pernah ia ketahui.


...***...


"Aku tidak pernah memakai pencegah kehamilan itu, Shane." Elara memulai perkataannya sesaat setelah mereka memasuki mobil. Bagaimanapun juga, ia takut Shane mengira jika dirinya yang sengaja menggunakan spiral itu.


"Aku tau," kata Shane pelan. Shane sudah menduga siapa yang menjadi dalang atas hal ini. Siapa lagi jika bukan Gracia yang juga mencuri ginjal Elara. Sangat keterlaluan memang, disaat ginjal Elara sudah diambil, wanita itu juga sempat memasang alat pencegah kehamilan untuk istrinya.


Jika saja Shane dan Elara tidak pernah memeriksakan keadaan mereka, maka mereka tidak akan pernah tau jika alat itu terpasang di dalam tubuh Elara.


Shane merutuk keras tindakan Gracia. Dia pasti ingin Shane tidak memiliki keturunan dari Elara dan pasti karena Kyle yang juga tak mau Elara punya anak dari Shane.


Shane yakin, sebenarnya mereka mempunyai rencana lain jika nantinya Elara benar-benar tidak bisa mengandung. Mungkin mereka akan berencana memisahkan mereka. Bukankah dengan begitu Kyle bisa mendapatkan Elara kembali? Begitulah yang ada didalam benak Shane.


"Pantas saja," gumam Elara.


"Kenapa?" tanya Shane.


"Setiap kita berhubungan aku merasakan nyeri, tapi aku pikir itu ada pengaruhnya dengan keadaanku yang sudah tidak memiliki sepasang ginjal."


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku, Sayang?"


"Aku hanya tidak mau membuatmu khawatir."


"Berjanjilah untuk selalu jujur padaku mengenai apa yang kau rasakan. Ini menyangkut kesehatanmu," tegas Shane.


Elara mengangguk. "Iya, lain kali aku tidak begitu," ujarnya.


Shane mengemudikan mobil untuk kembali ke Mansion-nya. Disana ia berpikir apakah ia harus menghukum Kyle lagi atas keadaan ini? Karena Gracia sudah tewas sehingga Shane tidak memiliki pelampiasan untuk kemarahannya terkait hal ini.


Shane merasa dibodohi. Bagaimana bisa dia tidak tau jika mereka juga sempat memasangkan spiral itu didalam tubuh Elara?

__ADS_1


Shane kesal sekali rasanya ia mau menumpahkan hal itu dengan menghajar Kyle lagi dan lagi.


"Shane, kau masih memikirkan soal spiral yang terpasang dirahimku?" tanya Elara.


Wanita itu baru saja hadir ke ruang kerja Shane dengan secangkir kopi yang dibawanya.


Shane menghela nafas pendek, mencoba menetralkan rasa dihatinya yang memanas.


"Kenapa aku tidak kepikiran akan hal itu? Aku jadi merasa dibodohi."


"Tapi bukan aku yang sengaja menggunakannya, Shane. Kau tau kan kalau aku sangat ingin punya anak darimu?"


"Aku tau, sejak awal aku percaya padamu."


"Aku juga bingung kenapa itu bisa terpasang ditubuhku. Satu-satunya hal yang paling masuk logikaku adalah saat aku tidak sadarkan diri ketika ginjalku juga dicuri dan ..."


"Ya, aku juga memikirkan hal itu," sela Shane. "Mereka orang yang sama. Itu adalah Aunty Gracia dan Kyle."


Mendengar nama mantan sahabatnya yang kembali disebut membuat hati Elara teriris. Lagi-lagi pria itu yang berhasil membuatnya sangat kecewa. Jika Kyle benar-benar menyayanginya, kenapa Kyle tega memperlakukannya seperti ini?


"Ku pikir dia tidak rela jika kau memiliki anak denganku. Dia berharap kau akan kembali padanya saat aku mencampakkan mu. Nyatanya aku tidak mungkin membuang istri yang sangat aku cintai."


Meski Elara tau ucapan Shane seperti penghiburan untuknya, tapi Elara tak bisa menepis rasa kecewanya dengan ujaran yang Shane katakan.


Elara mengangguk di dada Shane. Ia bersyukur suaminya selalu mengerti dan mempercayainya. Ia merasa menjadi wanita paling dicintai oleh Shane.


"Sekarang, aku tidak mau membahasnya lagi. Aku tau ini akan selalu membuatmu sedih, maka dari itu kini kita hanya perlu memikirkan masa depan kita."


Elara mengadah pada Shane setelah sedikit melerai pelukannya. "Terima kasih, Shane. Kau selalu memahamiku."


Shane mengangguk dengan seulas senyuman. Tangannya refleks menyeka sisa-sisa airmata di pipi istrinya.


...***...


Pada kesempatan yang lain, Elara pasrah ketika ia diminta untuk duduk setengah berbaring dengan kaki yang dibuka lebar.


Shane meringis saat melihatnya, ia pun membuang muka.


Hanya perlu beberapa menit, spiral berbentuk T itu sudah dibuka oleh sang dokter.


"Spiralnya sudah dibuka. Jadi, kalian sudah bisa melakukan program kehamilan mulai sekarang." Sang dokter tersenyum semringah.


"Terima kasih, Dokter."

__ADS_1


"Ya." Dokter itu manggut-manggut. "Keadaan kalian berdua sehat. Bahkan sangat subur. Jadi setelah ini saya yakin jika akan membuahkan hasil."


"Semoga saja, Dokter."


Shane memeluk Elara saat itu juga, ia begitu senang karena masalah mengenai ini terpecahkan. Terutama soal keadaan mereka yang sama-sama sehat dan memungkinkan untuk segera memiliki keturunan.


"Kau mau punya anak berapa?"


"Dua," jawab Elara random.


"No!" sergah Shane secepat kilat. "Aku mau lebih," paparnya.


"Kenapa? Dua itu sudah lebih dari cukup." Elara memasang wajah heran.


"Aku dua bersaudara dan saat Shawn pergi, aku hanya sendirian. Aku tidak menyukai hal itu," jawab Shane jujur.


"Jadi, kau mau tiga?" tanya Elara. Jika ya, maka ia masih bisa mempertimbangkan untuk memiliki 3 anak.


"Empat." Shane menyahut santai tanpa beban.


"Empat?" Elara membeo. Tanpa sadar mulutnya menganga tak percaya. Tapi kemudian dia tergelak.


"Kau tidak mau punya empat anak?" tanya Shane.


"Itu terlalu banyak." Elara terkikik diujung kalimatnya.


Shane berdecak. "Coba bayangkan jika kau melahirkan putra-putriku yang wajahnya mirip aku versi mini. Itu pasti menambah kebahagiaan kita, Sayang."


"Tapi tidak 4 juga, Shane."


"Kalau 3 itu ganjil. Aku tidak menyukai hal ganjil."


"Kenapa?" Elara mengernyit sekarang.


"Karena kau yang sudah menggenapiku," gombal pria itu. "... jadi anak-anak kita nanti juga harus genap. Kalau kau tidak mau 4, maka 6 juga tak masalah."


"Shane!" Elara menegur ucapan suaminya yang terdengar berlebihan sekali. Tapi tak urung dia tertawa juga kemudian.


...Bersambung ......


Novel ini akan segera tamat. Beri dukungannya yaa.


Mampir juga ke novel baru othor, udah bab 6 disana.

__ADS_1



__ADS_2