
Elara tidak habis pikir dengan tindakan Shane yang langsung memutuskan untuk pergi begitu mereka baru saja tiba di Mansion. Padahal, perjalanan panjang dari Dubai sampai ke Hamburg sangat melelahkan.
Akan tetapi, Shane seakan tidak memedulikan kelelahannya itu. Dia justru terlihat sangat terburu-buru untuk melakukan suatu hal yang entah apa. Elara tidak mengetahuinya, karena Shane hanya pamit untuk mengurus suatu urusan tanpa menjelaskan detailnya.
Sebenarnya Elara hendak menanyakannya lebih lanjut, tapi Max dan Jose terlihat menunggu Shane sehingga Elara pun mengurungkan niatnya.
Dalam benak Elara, sedikit menduga-duga. Apa ini ada kaitannya dengan permasalahan yang sempat Shane sembunyikan darinya? Mengenai pencurian ginjal itu?
Walau bagaimanapun, meski Shane tampak tenang belakangan hari, pun mengajaknya jalan-jalan sampai ke Dubai. Tapi, Elara tau watak suaminya. Shane tidak mungkin melupakan kejadian besar yang membuat Elara kehilangan satu ginjalnya. Dan Shane tidak akan membiarkan oknum yang mencuri organ tubuh istrinya begitu saja.
"Semoga kau selalu dilindungi Tuhan, Shane."
Meski Shane belum mau terbuka padanya, Elara tak akan memaksa. Ia ingat jika Shane pasti akan memberitahunya disaat yang tepat sesuai dengan janji pria itu bahwa Elara berhak mengetahui semua yang terjadi tentang dirinya sendiri.
...***...
Sementara disana, Shane dan dua orang Asisten setianya, langsung menuju ke tempat yang sudah ingin Shane kunjungi sejak ia masih berada di Dubai. Ia tidak sabar bertemu dengan orang yang namanya masuk dalam daftar kecurigaan Shane atas tindakan pencurian organ istrinya.
Meski bukti ada di tangan Shane sekarang, tapi Shane yakin jika orang yang akan ia datangi saat ini akan tetap berkelit mengenai tuduhannya.
"Ada apa kau mencariku?"
Shane muak sekali dengan kepura-puraan. Ingin rasanya ia menghajar orang dihadapannya, yang berlagak menanyakan tujuan kedatangannya.
"Kau pasti sudah tau apa tujuanku mencarimu, Kyle Ritter!" desis Shane menekankan.
Kyle menggeleng samar, ia tampak bingung dengan perkataan Shane.
"Kalau kau datang kesini untuk membuat keributan maka tinggalkan kediamanku," ujar Kyle dingin.
Shane mengepalkan tangan sampai buku-buku jarinya memutih, demi apapun ia ingin sekali menghajar pria ini habis-habisan, jika perlu sampai babak belur sekalian.
"Jangan berlagak bodoh! Kau yang terlibat dalam pencurian ginjal Elara, kan?" tuduh Shane to the point.
Mata Kyle membola mendengarnya. "Apa katamu? Pencurian ginjal? Elara mengalami pencurian ginjal?" ulangnya dengan nada terkejut.
Shane menyeringai. "Jangan menipuku lagi, Kyle. Aku tau ini ada campur tangan mu. Ginjal Elara sudah di transplantasi ke tubuh Stevi. Aku memiliki buktinya!" tegasnya.
Kyle menggeleng tak percaya. "Jangan gi la, Shane! Stevi menerima donor ginjal itu dariku, bukan dari Elara! Ini tidak ada kaitannya dengan Elara. Dan kenapa bisa kau menuduhku? Mana bukti-bukti itu?" tantangnya.
Shane geram sampai giginya bergemelatuk, namun dia memberi isyarat pada Max untuk memberikan data yang sudah mereka selidiki.
Kyle melihat riwayat yang tercatat disebuah map yang baru saja diberikan Max padanya. Dan saat membacanya, kelopak mata Kyle langsung melebar, seiring dengan gerakannya yang mengusap wajah dengan kasar.
"Tidak mungkin! Jelas-jelas aku mendonorkan ginjalku untuk Stevi, bukan untuk orang lain. Data ini palsu. Kau tidak bisa mempercayai ini begitu saja!" ujar Kyle dengan intonasi tinggi.
"Kau pikir aku bodoh?" respons Shane atas ujaran Kyle. "Aku tidak akan kesini sebelum memastikan segalanya. Kau tau, Kyle! Tapi, kau berpura-pura!" tukasnya menohok.
"Elara sahabatku! Aku menyayanginya, aku tidak mungkin melakukan hal yang membuatnya terluka, apalagi sampai terlibat dengan apa yang kau tuduhkan! Bahkan aku baru tau darimu, jika Elara mengalami pencurian organ!"
"Sudahlah, kau akan terus berkilah seperti dugaanku," kata Shane malas. "Tapi, satu hal yang harus kau ketahui Kyle, apapun caramu untuk mendapatkan Elara, kau sudah terlanjur kalah dariku jadi ... belajarlah menerima kenyataan!"
Shane rasa menuntut kejujuran dari Kyle adalah sebuah tindakan yang sia-sia dan membuang waktu, ia sudah tau jika Kyle akan terus mengelak dan bersembunyi dibalik kata persahabatan dengan Elara. Tadinya, Shane berniat untuk meringankan hukuman Kyle apabila pria itu jujur atas apa yang terjadi. Nyatanya, Kyle justru terlihat sangat munafik dimata Shane.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti kenapa kau setega ini pada Elara, Kyle ..." gumam Shane sebelum akhirnya benar-benar berlalu dari hadapan pria itu diikuti oleh Max dan Jose dibelakangnya.
Kyle menatap kepergian mobil mewah Shane dari pekarangan rumahnya. Ia terdiam dengan pemikirannya sendiri mengenai kondisi Elara.
"Jika kau merasa lemah, maka datanglah padaku, Ela. Aku akan selalu menunggumu."
...***...
Meski Shane sudah memastikan jika Kyle terlibat dengan hal ini, tapi ia belum tau pasti apakah Stevi juga mengetahuinya. Jadi, setelah mendatangi Kyle, Shane memilih untuk mengunjungi Stevi di Apartmen wanita itu. Kabarnya, Stevi kembali kesana bersama Gracia yang masih menetap di Hamburg untuk menemani putrinya pasca operasi.
"Kau?" Gracia terkejut mendapati Shane mengunjungi kediaman putrinya. Ia tau Shane menolak pernikahan dengan Stevi secara mentah-mentah, ia juga tau jika Shane yang mengungkap kebohongan Stevi lewat tes DNA pada bayi yang Stevi lahirkan.
"Hi, Aunty ... apa kabar?" Shane berbasa-basi. Padahal, jika boleh jujur sebenarnya ia juga menaruh curiga pada Gracia. Entahlah kenapa ia memiliki pemikiran itu terhadap wanita paruh baya yang wajahnya selalu terlihat sendu ini.
"Baik. Ada apa kau mengunjungi kediaman Stevi, Shane? Bukankah hubungan kalian sudah benar-benar berakhir?"
Shane mengulas senyum. "Maaf Aunty, Aku dan Stevi tidak pernah terlibat sebuah hubungan sebelumnya," katanya menjelaskan.
Gracia membuang pandangannya, tak mau melihat senyum Shane yang terasa mengolok perkataannya.
"... kedatanganku kesini untuk menjenguk Stevi pasca operasi pencangkokan ginjal."
Gracia sedikit tersentak atas ujaran Shane yang mengetahui keadaan Stevi.
"Ah, ya, pasti tidak sulit bagimu untuk mengetahui hal itu. Tapi, sangat lucu jika kau masih mencari tau tentang putriku disaat kau sudah menikah. Apa kau menyesal karena tidak jadi menikahi Stevi?"
Mendengar itu, Shane sangat ingin tertawa sebenarnya, tapi ia berusaha menahan keinginan itu untuk menghargai sosok Gracia yang sudah sepantaran dengan ibunya sendiri.
"Boleh aku masuk?" Dan Shane lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan.
Saat kaki Shane baru saja melangkah satu kali didalam kediaman Stevi, rupanya Gracia lebih dulu mencegat langkahnya.
"Tunggu, Shane!"
Shane lantas menoleh pada wanita itu.
"Jangan sakiti Stevi lagi dengan perkataanmu. Dan tolong, jangan tanyakan dia hal-hal yang berat karena dia belum sepenuhnya pulih."
"It's oke, Aunty. Aku tidak akan menanyakan dia hal-hal yang kau takutkan. Aku hanya mau menjenguknya, sekaligus memastikan keadaannya." Shane tersenyum penuh arti, entah kenapa ia melihat kegugupan dimata ibu kandung Stevi itu.
Buru-buru Gracia mengalihkan tatap, setelah itu ia mengantar Shane pada kamar Stevi disana.
Dan seperti yang Shane perkirakan, Stevi tampak terkejut saat melihat kedatangannya.
"Kau? Untuk apa kau kesini, Shane?" Stevi tampak tak senang dengan kedatangan Shane.
"Aku ingin menjengukmu."
"Benarkah?" Stevi tersenyum masam. "Bukan untuk mengejek keadaanku?" sarkasnya.
"Kau tidak bilang jika kau sakit."
"Untuk apa? Apa kau sepeduli itu padaku?" dingin Stevi.
__ADS_1
Shane tertawa pelan, sikapnya tenang dan tidak terbaca. Stevi bahkan tidak tau apa tujuan Shane kesini selain untuk mengoloknya.
"Kau senang dengan hidup barumu?" tanya Shane kemudian.
"Maksudmu?"
"Bukankah kau baru saja menjalani transplantasi ginjal. Dan itu berarti kau sudah mendapatkan hidup kedua yang baru."
"Ya, tentu saja aku senang. Aku bisa menjaga Maura lebih lama lagi. Tapi, demi apapun ... ini tidak ada urusannya denganmu."
"Tentu ada," jawab Shane pelan namun menekankan.
"Apa? Ku pikir kita tak ada urusan lagi," kata Stevi diakhiri dengan decihan.
"Apa kau pernah tulus mencintai Shawn, Stev? Terlepas dari penghianatanmu yang menghasilkan Maura. Apa kau mencintainya?"
"Tentu saja!" jawab Stevi mantap. "Aku tidak berniat mengkhianatinya, itu hanya kekhilafan ku karena Shawn terlalu sibuk dengan dunianya ketimbang aku," tukasnya.
Shane dapat melihat kejujuran Stevi dari setiap perkataannya.
"Kau hancur saat Shawn meninggal?"
"Sangat," kata Stevi membuang pandangan ke arah langit-langit kamar demi menghalau airmatanya.
"Aku juga hancur saat mengetahui jika istriku harus kehilangan satu ginjalnya secara paksa untuk menyelamatkanmu," kata Shane yang menyahut dalam hati, tapi buru-buru ia melontarkan kalimat lain agar Stevi tidak dapat membaca kesedihannya. "Tapi entah kenapa aku meragukannya," ujarnya terus terang.
"Apa maksudmu, Shane?" tanya Stevi tak terima.
"Buktinya kau menyetujui untuk menikah denganku, seharusnya kau menolaknya waktu itu."
"Aku hanya ingin melindungi anak yang ku kandung, agar dia berada dalam lingkup keluarga Gladwin."
"Bukan karena menginginkan harta dan uang?"
Stevi terkekeh miris, ia menghapus airmatanya yang tetap keluar jika mengingat tentang Shawn. "Munafik jika aku mengatakan tidak menginginkan semua itu. Tapi lebih dari itu, aku sangat mencintai Shawn," paparnya.
"Oke. Ku rasa aku sudah terlalu jauh menanyaimu. Aku cuma ingin tau jawabanmu, mengenai bagaimana jadinya jika Shawn masih hidup?"
"Apa? Itu terdengar mustahil, kan?" Stevi kembali terkekeh diatas tempat tidurnya.
"Ya, itu memang mustahil ... tapi apa kau tau siapa pendonor ginjal untukmu?" pancing Shane ke intinya.
"Kyle. Dia mendonorkan ginjalnya untukku."
"Sungguh Kyle berhati mulia." Shane tertawa kencang sekali. Ia bahkan memegangi perutnya seperti orang yang terpingkal akan sebuah guyonan.
"Shane!" Nada suara Stevi memperingatkan pria itu.
"Kalau ku katakan jika ginjal itu adalah dari Shawn, apa kau percaya?" Lagi-lagi Shane ingin mempermainkan perasaan Stevi disini. Untuk itulah ia terpaksa membawa-bawa nama Shawn. Lagipula, Stevi harus berterima kasih padanya karena ia sudah memberi clue mengenai Shawn yang masih hidup.
"Kau gi la? Shawn sudah meninggal!" kata Stevi keras.
"Kau tidak percaya? Coba kau tanyakan pada Kyle jawaban pastinya. Siapa yang menjadi pendonor untukmu. Apa itu benar Kyle ... atau justru ada orang lain?"
__ADS_1
Shane ingin Stevi menanyai Kyle nanti dan dia sudah menyusun rencananya disini. Di kamar Stevi.
...Bersambung ......