
Sebuah ruangan putih dengan aroma desinfektan yang menguar menjadi tempat yang Kyle kunjungi hari ini. Ia melihat seseorang terbaring disana dengan wajah pucat dan infus yang
terpasang di punggung tangan.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Kyle.
"Beginilah."
Kyle mengembuskan nafas panjang. "Apa kata Dokter? Kau bisa sembuh, kan?" tanyanya lagi.
"Ya, aku bisa saja sembuh jika mendapatkan cangkok ginjal yang cocok."
"Apa disini tidak ada--"
Dan ucapan Kyle disela begitu saja.
"Belum, sampai saat ini belum ada yang benar-benar bisa mendonorkan ginjal itu untukku. Ada beberapa kendala, mulai dari golongan darah yang tidak cocok dan hal lainnya."
Kyle menatap sendu kepada wanita yang menjadi pasien disana. Wanita yang tidak lain adalah sepupunya, Stevi. Padahal, saat Stevi mengandung beberapa bulan lalu, keadaannya masih baik-baik saja, tapi entah apa yang terjadi tiba-tiba kini wanita itu drop dan dinyatakan mengalami kerusakan ginjal.
"Aku akan membantumu sebisaku," ujar Kyle tulus.
"Tidak perlu, Kyle. Kau sudah banyak membantuku. Aunty Eve juga menolongku untuk menjaga Maura untuk sementara waktu. Kalian banyak berjasa disaat ibuku sendiri seakan tidak peduli dengan keadaan kami."
Gracia--Ibu Stevi--memang marah pada putrinya dikarenakan Stevi yang gagal menikah dengan keturunan Gladwin. Gracia juga kecewa karena ternyata anak yang Stevi kandung bukanlah benar-benar anak Shawn. Padahal dia sudah berharap banyak jika Maura memiliki garis keturunan dari keluarga billionare itu, setidaknya itu akan mengangkat derajat mereka jika berbesan dengan keluarga tersebut.
"Jangan bicara begitu, bagaimanapun kau adalah keluarga kami," tutur Kyle. "Dan maaf, karena kesibukanku aku baru bisa mengunjungimu sekarang," lanjutnya dengan wajah sungkan.
Stevi mengangguk, ia sudah mendengar dari ibu Kyle jika pria ini memang sengaja menyibukkan diri untuk melupakan Elara yang sejak awal menghindarinya. Tepatnya sejak lamaran Kyle ditolak oleh wanita itu.
Bahkan mungkin, Kyle tidak mengetahui jika kini Elara dan Shane sudah menikah dan menjadi sepasang suami istri. Stevi tidak tega memberitahunya.
__ADS_1
Stevi sendiri mengetahui soal kabar pernikahan itu karena kunjungannya ke kantor Shane sebulan yang lalu. Awalnya ia berniat untuk meminta bantuan pada pria itu atas biaya pengobatannya. Tapi disana Stevi justru tidak mendapati Shane dan beruntungnya dia malah mendengar desas-desus jika Shane tengah pergi ke Indonesia untuk menikah dengan Elara.
Dari sana, Stevi bertekad untuk dapat bertemu lagi dengan Shane. Hingga sampailah ia didepan pria itu satu minggu yang lalu. Saat itu, Stevi tidak lagi berminat untuk jujur dan mengatakan soal penyakitnya pada Shane. Ia justru berdalih dengan mengatakan jika Maura yang sakit, padahal biaya yang ia pinta adalah untuk pengobatannya sendiri.
Stevi tidak mungkin meminta biaya pada Shane dikala status pria itu bukan lagi lajang, melainkan suami orang. Setidaknya, penyakit yang dideritanya membuatnya tidak tertarik untuk mengejar Shane lagi. Entahlah, sekarang Stevi hanya merasa hambar. Mungkin jika ia kembali sehat, ia akan berminat untuk merebut Shane dari Elara--dengan cara apapun. Namun sekarang, atensi Stevi hanyalah kesehatannya sendiri.
Stevi mengenyahkan pemikirannya mengenai pernikahan Shane dan Elara, ia kembali fokus pada Kyle dihadapannya.
"Tak apa, Kyle. Kau sendiri, apa kabar?" tanya Stevi akhirnya.
"Aku tidak baik-baik saja," akui Kyle. "Aku masih mencari keberadaan Elara sampai saat ini, karena aku sudah membuat kesepakatan dengan Shane bahwa jika aku yang lebih dulu bertemu Elara maka dia akan menyerah. Tapi sampai sekarang aku belum juga menemukannya."
Ada nada kecewa yang kentara dalam kalimat Kyle dan Stevi jelas mendengarnya. Dalam hati, Stevi merutuki dirinya sendiri yang tidak tega untuk jujur pada Kyle mengenai pernikahan Shane dan Elara. Bahkan, sepupunya ini mengira jika Elara masih dalam pelariannya dan belum ditemukan olehnya maupun Shane.
"Kyle, maaf sebelumnya. Apa kau pernah mengetahui latar belakang Shane dan keluarga Gladwin?"
"Kenapa kau malah menanyakannya? Ku pikir kau yang lebih mengetahuinya ketimbang aku," papar Kyle.
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, Stevi?" Kyle menatap Stevi dengan kening yang mengernyit.
"Kau mengira jika Shane akan membiarkanmu menemukan Elara lebih dulu? Itu tidak mungkin, Kyle!"
Kyle tidak merespon apapun atas praduga sepupunya. Ia tau Stevi paling mengenal Shane daripada dirinya. Pria itu tampak mencerna ucapan Stevi dalam sikap diamnya.
"Jangan terkecoh oleh kesepakatan yang dibuatnya Kyle." Stevi menyunggingkan senyum tipis. "Karena kau akan termakan oleh kesepakatan itu. Melihat dari latar belakang Shane, dia pasti sudah lebih dulu menemukan keberadaan Elara ketimbang dirimu. Dan apa kau pikir setelah dia menemukannya dia akan diam saja?" lanjutnya menekankan. Meski suara Stevi terdengar lemah, tapi Kyle dapat mengerti jika perkataan sepupunya ini tidak main-main.
"Jadi ... Shane sudah menemukan Elara?" gumam Kyle menarik sebuah kesimpulan. Benar, tidak mungkin Shane akan membiarkannya menemukan Elara lebih dulu dan lantas melepas wanita itu begitu saja untuknya. Itu sebuah kemustahilan.
Stevi mengangguk dalam posisinya. "Maafkan aku, Kyle. Aku juga baru mengetahuinya seminggu yang lalu. Mereka bahkan sudah menikah hampir sebulan belakangan."
Dan ucapan terakhir Stevi berhasil membuat Kyle tersentak dengan mata terbelalak.
__ADS_1
"Menikah katamu?"
Stevi mengiyakan. Meski awalnya ia tidak tega mengatakan kebenaran ini pada Kyle, tapi mau tak mau ia harus mengatakannya juga mengingat jika Kyle masih saja berharap untuk menjadi pria yang lebih dulu menemukan Elara dibanding Shane. Stevi hanya tidak mau harapan besar yang ada dalam diri Kyle justru membuatnya merasakan kecewa yang besar juga.
Dan ya, pada akhirnya kekecewaan itu memang benar-benar dirasakan Kyle setelah mengetahui semua ini. Stevi tau itu dari raut wajah Kyle sekarang, tapi ia lega karena akhirnya bisa memberitahu Kyle mengenai hal ini.
"Aku sebenarnya tidak tega memberitahumu kenyataan ini, Kyle. Tapi aku lebih tidak tega jika kau hidup dalam sebuah harapan dan angan-angan yang sudah jelas tak akan pernah kau raih."
Yang membuat Kyle paling kecewa adalah Elara tidak memberitahunya mengenai hal sebesar ini. Mengenai pernikahan wanita itu dengan Shane. Apa dia benar-benar tidak berarti untuk Elara? Bahkan hubungan baik mereka dianggap Elara sebagai apa? Apakah hanya karena dia pernah melamar gadis itu lantas Elara benar-benar membuat tembok yang tinggi untuk hubungan persahabatan mereka?
"Kau ... baik-baik saja kan, Kyle? Maaf jika ucapanku membuatmu jadi kecewa."
Kyle mengulas senyum getir. "Tak apa, Stev. Ini bukan salahmu. Justru harusnya aku berterima kasih padamu karena berita darimu membuatku sadar bahwa pencarian ku selama ini sia-sia dan harus dihentikan sampai disini saja," paparnya berusaha tegar.
"Aku tau apa yang kau rasakan, Kyle. Aku tau bagaimana rasanya disaat orang yang harusnya memilihmu justru memilih orang lain. Bukankah kita merasakan hal serupa?" respons Stevi kemudian.
Kyle tersenyum miris. Stevi benar, mereka senasib sekarang.
"Apa rencanamu selanjutnya, Kyle?" tanya Stevi lagi.
"Entahlah. Aku tidak memiliki sesuatu yang harus ku kejar lagi. Mungkin aku akan healing untuk beberapa waktu demi menenangkan perasaanku," ujar Kyle mengutarakan isi kepalanya.
"Ya, itu bagus."
"Kau sendiri?"
"Aku?" Stevi menunjuk pada wajahnya sendiri, dan Kyle mengangguk dihadapannya.
"Aku ingin fokus untuk kesembuhan ku dulu, Kyle. Jika nanti aku menemukan peluang maka aku tidak akan menyia-nyiakan hal itu," ujarnya dengan senyum penuh makna.
...Bersambung ......
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk novel ini ya🙏