Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 11


__ADS_3

"Kau benar-benar gila, Shane. Seperti apa, sih gadis itu sampai kau benar-benar tidak bisa melepaskan ingatanmu tentangnya?" tanya Dave.


Senyum Shane tak lekang sesudah dia mengantar Yuna hari itu. "Ah, aku juga tidak paham apa yang membuatku tertarik padanya, Dave. Aku Hanya penasaran Bagaimana mendapatkan dia."


Dave mengangguk-anggukan kepalanya. Dia mulai paham kalau sahabatnya itu membutuhkan mainan baru.


"Kau sudah bosan dengan mainanmu selama ini, bukan? Sampai kau mencari mainan baru yang sangat berbeda dari mainanmu yang sebelumnya,"


Shane tertawa. "Hahaha! Hmmm, entahlah. Aku tidak tahu apa maksudmu,"


"Dia masih terlalu kecil untuk kau permainkan, Shane. Umur kalian terpaut 20 tahun lebih dan kau mau mempermainkan seorang anak kecil. Apa itu tidak keterlaluan? Carilah lawan main yang sebanding denganmu," ucap Dave.


Tak lama seorang pria dengan badan kekar, memiliki janggut yang cukup seksi, serta kaus slim fit berwarna biru cerah datang dan menghampiri Shane dan Dave yang sedang asyik berbincang-bincang.


"Hei, Bee," sapa Dave mengecup bibir pria itu.


"Kok lama, sih?" protes Dave.


Pria itu tersenyum. "Meeting mendadak, Beib. Hai, Shane, sudah lama sekali aku tidak melihatmu. Saat Dave mengajakku makan siang bersama dan dia mengatakan kau akan mentraktir kami, aku langsung menyelesaikan tugasku. Sayangnya, meeting dadakan itu menghambat rencana ku."

__ADS_1


"Kami belum memesan makanan kok, Bry. Mau pesan sekarang? Aku juga ada urusan setelah makan siang, tak bisa berlama-lama," kata Shane sambil memanggil pramusaji untuk melayani mereka.


"Aku tahu apa urusanmu itu, Shane. Kau pasti akan menjemput Yuna, 'kan? Aku akan mengingatkanmu sekali lagi, dia masih terlalu kecil untuk Kau permainkan, Shane." ujar Dave.


"Kau berkencan dengan seorang gadis kecil? Jahat sekali! Kemana wanita-wanita cantikmu itu?" tanya Bryan, menyesap mocktail nya.


Shane mengibas-ngibaskan tangannya.


"Aku tidak akan mempermainkannya, kurasa aku sungguh-sungguh menyukainya,"


Tak lama pesanan makanan mereka pun datang. Shane menghabiskan makanannya secepat mungkin supaya dia bisa menjemput Yuna di kampusnya. Pria itu akan memberikan kejutan kepada Yuna.


Harapannya terkabul saat dia melihat seorang gadis berkacamata tebal dengan membawa setumpuk buku. Shane melambai-lambaikan tangannya dengan ceria.


"Yuna!" panggil Shane.


Dia pun berlari menghampiri Yuna dan membawakan sebagian besar buku juga tas ranselnya.


"Apakah kau bertani di dalam sana? Kenapa bukumu banyak sekali? Apa lagi isi tas ransel ini? Zamanku kuliah dulu aku nyaris tidak pernah bawa buku selain laptop," ujarnya.

__ADS_1


"Itu semua buku-buku peganganku, sebagian besar baru saja aku pinjam dari perpustakaan. Semester depan aku sudah harus menyusun skripsi dan aku harus mempersiapkan segala bahan dan materi untuk skripsiku, 'kan?" jawab Yuna sambil membenarkan letak kacamatanya.


"Tidak pernahkah kau mencoba untuk memakai softlens?" tanya Shane.


Yuna menggeleng. "Aku tidak suka karena itu membuat mataku gatal. Lagi pula risiko pemakaian softlens lebih besar daripada memakai kacamata jadi aku akan mengambil sesuatu yang aman untukku,"


Mereka berdua pun kemudian masuk ke dalam mobil Shane. Tak seperti biasanya, sore itu Yuna bercerita tentang keluarganya.


"Aku tinggal bersama bibi dan nenekku. Sebisa mungkin aku tidak ingin merepotkan mereka. Mereka sudah membesarkan ku dari aku kecil jadi aku harus membalas budi baik mereka."


"Dengan cara apa?" tanya Shane.


"Tentu saja dengan cara menuruti perintah mereka dan aku tidak membuat masalah. Aku tidak berpesta, aku tidak jalan-jalan atau duduk-duduk di kedai kopi dan bahkan aku tidak berkencan. Sepanjang hidupku sampai detik ini aku belum pernah merasakan bagaimana jatuh cinta dan memang aku tidak mau," jawab Yuna menjelaskan..


Ada sebuah perasaan aneh yang menusuk masuk ke dalam hati Shane.Ingin sekali dia melindungi gadis yang kini sedang membolak-balik buku pegangannya yang tebal.


"Yuna, kalau aku ingin masuk ke dalam hidupmu, apakah kau mau membuka hatimu untukku?" tanya Shane sungguh-sungguh. Kata-kata itu meluncur saja dari mulutnya dan mungkin saat ini dia merasakan cinta yang tulus yang belum pernah ya rasakan kepada wanita-wanita lain sebelumnya.


***

__ADS_1


__ADS_2