
Setelah jam kerja usai,Mario mengajak Yuna pulang bersama.Saat meninggalkan kantor,Mario memberikan helm pada Yuna.Karena selama bekerja,Mario memilih membawa sepeda motor.
Dan hal itu membuat Shane tanpa sengaja melihat kebersamaan mereka berdua.Terlebih saat Mario memakaikan helm tersebut ke kepala Yuna.Jelas semakin membuat Shane memandang mereka secara tidak senang.
Mario yang tiba-tiba menyadari jika Shane memperhatikan Yuna.Mario langsung memeluk tubuh Yuna dengan erat.Dan bahkan mengecup dahi Yuna dengan lembut.
Yuna yang mendapatkan tindakan seperti itu dari Mario,jelas membuatnya kaget.
"Kau kenapa??" tanya Yuna yang bingung.
"Tidak apa-apa..Ayo kita pulang." jawab Mario tersenyum.
Sementara Shane hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.Seolah ia sedang menahan rasa kesal dan cemburu yang tidak ia sadari.
Sebelum mengantar Yuna pulang,Mario lebih dulu mengajak Yuna makan diluar.
"Sepertinya biar aku saja yang mundur dari perusahaan Shane." sahut Mario yang tengah menikmati makanannya.
"Tidak usah,tidak akan ada salah satu pun dari kita yang akan mundur." jawab Yuna.
"Maksud mu?" tanya Mario menatap bingung.
"Aturan itu sebenarnya tidak ada.Aturan itu hanya sengaja dibuat oleh Shane." ungkap Yuna memberitahu.
"Huftt..Sudah kuduga,dia pasti sengaja.Apakah menurut mu dia tidak suka dengan hubungan kita?" ujar Mario dan bertanya.
"Entah lah..Aku tidak bisa menilai nya seperti itu." jawab Yuna sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku yakin dia pasti tidak senang,dia pasti cemburu.Padahal sudah jelas dia sudah memiliki tunangan.Tapi sikapnya kekanak-kanakan sekali."gerutu Mario sedikit kesal.
"Biarkan saja..Kita tunjukan saja kemampuan kita selama bekerja di perusahaan nya.Dan buktikan jika hubungan kita tidak akan mempengaruhi kinerja kita dalam bekerja.*" ujar Yuna.
"Yah..Tapi satu hal yang ingin ku tanyakan padamu."
Sesaat Yuna melirik kearah Mario.
"Soal apa?" tanya Yuna penasaran.
"Apakah kau yakin,kau sudah melupakan Shane?" tanya Mario tiba-tiba membahas tentang Shane.
"Kenapa hal itu kau tanyakan?Bukankah hubungan kita sudah ada jawabannya." tanya balik Yuna sambil memainkan sedotan di gelas minumannya.
Mario pun memperhatikan gelagat Yuna yang seolah sedang menghindari jawaban hang sebenarnya.
"Apa kau yakin serius menjalin hubungan ini dengan ku?" tanya Mario lagi memastikan.
__ADS_1
"Kita jalani saja.Jika aku sudah memutuskan untuk menjalin hubungan dengan mu,artinya aku sudah yakin." jawab Yuna.
"Tapi bukan berarti perasaan mu akan kembali terbuka,jika kalian akan tetap saling bertemu di perusahaannya?"
"Kuharap tidak." jawab Yuna menunduk.
Mario pun meraih tangan Yuna dan menggenggamnya dengan erat.
"Yuna,aku ingin kau sepenuh nya mencintai ku.Karena itu lah yang kurasakan saat ini.Aku ingin mencintai mu sepenuhnya.Kuharap hati mu tidak bimbang lagi saat aku bersama mu." ungkap Mario mengutarakan isi hatinya.
Seketika membuat Yuna terdiam.
...****************...
Keesokan harinya..
Shane menyuruh sang sekretaris memanggil Yuna dan Mario.Karena ia ingin mendengar langsung keputusan apa yang akan mereka katakan padanya.
Yuna dan Mario bergegas menemui Shane yang sudah berada diruangannya.
Kini mereka berdua berdiri berdampingan menghadap ke arah meja Shane.
Shane pun menatap serius pada mereka berdua.
"Sudah pak."jawab Yuna.
"Silakan." ujar Shane.
"Maaf pak,sebelumnya saya ingin memberitahu bapak.Jika sebenarnya di perusahaan ini tidak ada aturan tentang larangan menjalin hubungan sesama staff.Saya sudah memastikan langsung dari pengurus langsung perusahaan ini."
"Jadi saya dan Mario memutuskan tidak akan mundur dari perusahaan ini.Tidak ada salah satu pun dari kami." ucap Yuna panjang lebar.
Shane yang mendengar pun langsung mengernyitkan tatapannya ke arah Yuna.
"Kami akan berusaha membuktikan pada bapak,jika hubungan kami ini tidak akan mempengaruhi posisi kami dalam bekerja.Kami akan bekerja secara profesional.Mohon untuk pengertiannya pak." ucap Yuna lagi berusaha memberikan pengertian pada Shane.
Shane pun tidak dapat berkata apa pun lagi.
"Baik,tapi kalian harus ingat.Jika sedikit saja salah satu dari kalian membuat kesalahan pada perusahaan ku.Kalian harus bersiap angkat kaki dari sini..Mengerti?" kata Shane yang langsung memberikan peringatan pada Yuna dan Shane.
"Baik pak,kami mengerti.." jawab Yuna.
"Saya juga mengerti pak."sahut Mario.
"Silakan keluar." ujar Shane dengan nada datar dan memalingkan wajahnya dari pandangan Yuna dan Mario.
__ADS_1
Yuna dan Mario akhirnya meninggalkan ruangan Shane.Sementara Shane langsung melampiaskan emosinya dengan membuang semua berkas yang ada di meja kerjanya.
Ia seakan tidak terima dengan semua ucapan Yuna.Seakan Yuna menentang langsung aturan yang sengaja ia buat sendiri.Ia pun tidak dapat memaksakan aturan tersebut.Sebab ia tidak ikut campur dalam memutuskan semua aturan dalam perusahaannya.
Shane begitu kesal dan jengkel sambil mengacak-acak rambutnya.
"Brengsek..!Sial.!" umpatnya.
Sementara Mario langsung mengusap-usap rambut Yuna dengan manja.
"Kau memang gadis tangguh." puji Mario.
"Tidak juga.Aku hanya mempertahankan posisi kita.Akan terlihat konyol jika perjuangan kita selama ini untuk masuk ke perusahaan dia,harus berakhir sia-sia.Hanya karena keegoisan satu orang." jawab Yuna dengan santai nya.
"Kau benar.Aku semakin bangga memiliki pacar yang pemberani dan tangguh seperti mu.Terima kasih Yuna." ucap Mario sesaat memeluk Yuna saat suasana lorong kantor sedang sepi.
Menyadari tindakan Mario yang menurutnya berlebih.Yuna dengan cepat mendorong pelan tubuh Mario dan menghindar.
"Jangan bersikap berlebihan,tidak enak jika dilihat staff lain." sahut Yuna mengingatkan Mario.
"Ah iya maaf.Aku memang tidak bisa mengendalikan diri." jawab Mario meminta maaf.
...****************...
Kediaman Willia..
Willia mengundang Jenna untuk makan malam bersama dirinya dan juga Shane.Sedangkan Kate sedang tidak berada dirumah.
Selesai makan malam,Willia mengajak Jenna dan Shane berkumpul diruang tengah.Menikmati secangkir teh Chamomile dan biskuit keju yang nikmat.
"Jenna,bagaimana dengan makan malamnya??apakah kau menikmatinya sayang?" tanya Willia membuka topik obrolan.
Jenna pun langsung tersenyum anggun ke arah Willia sang calon ibu mertua.
"Aku sangat menikmatinya tante.Makanan yang dihidangkan malam ini sangat enak..Terima kasih karena sudah mengundangku makan malam di kediaman tante." jawab Jenna dengan nada lembut.
"Oh..Syukur lah kalau kau terkesan dan suka."
"Dan Shane," panggil Willia pada Shane yang tengah asik memainkan ponselnya.
Shane hanya menoleh sesaat dan kembali fokus pada ponselnya.
"Sepertinya sudah waktunya kita membahas rencana tanggal pernikahan kalian,bagaimana?" ujar Willia tiba-tiba membahas rencana pernikahan Shane dan Jenna.
Seketika membuat jari Shane terhenti saat memainkan ponselnya dan melirik dingin ke arah Willia sang ibu.
__ADS_1