Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 25


__ADS_3

"Kau bilang berteman,tapi kakak ku ingin lebih dari berteman Yuna.Memangnya kau tidak bisa melihat gelagatnya setiap mendekati mu?" ujar Claire menjelaskannya.


Yuna hanya tersenyum kaku.


Karema ia sadar,ia masih belum begitu memiliki perasaan apa pun pada Mario.Walaupun dia mengakui jika berada di dekat Mario,ia merasa nyaman.Tapi untuk perasaan,entah kenapa ia lebih mengarah pada Shane.Pria lajang tua yang mampu memikat hatinya,telah sulit untuk ia lepaskan begitu saja.


Tapi disisi lain,ia juga merasa bersalah pada Leona yang masih belum mengetahui.Jika Shane lebih memilih dirinya daripada Leona.


*


*


Saat jam kuliah usai,Yuna bersiap-siap akan pulang.


"Setelah ini kau kemana?" tanya Claire.


"Tentu saja pulang ke rumah,memangnya mau kemana lagi??" jawab Yuna dan bertanya.


"Gimana kalau main ke rumahku saja?" ujar Yuna menyarankan dengan sengaja mengajak Yuna ke rumahnya.


"Tapi.-"


"Tidak ada kata tapi,ayo." sahut Claire langsung menarik lengan Yuna untuk mengajaknya pulang ke rumah.

__ADS_1


Yuna pun tak bisa menolak ajakan Claire teman dekatnya itu.


Saat akan baru meninggalkan kampus,Shane ternyata sudah lebih dulu menunggunya.


Membuat langkah mereka pun terhenti.


"Kenapa kau disini?" tanya Yuna.


"Tentu saja ingin menjemput mu." jawab Shane dengan santainya.


"Maaf ya om,Yuna sudah lebih dulu bersama ku.Jadi dia tidak bisa ikut dengan mu." sahut Claire yang langsung menghalangi Shane untuk menjemputnya.


Shane pun langsung mengernyitkan tatapannya.


"Maaf,apa harus ada ijin dari mu jika aku menjemput Yuna?" tanya Shane berpura-pura ramah.


"Yah,karena aku teman dekatnya..Jadi om tidak bisa mengajaknya hari ini.Ayo Yuna,kakak ku sudah menunggu kita di mobil." jawab Claire langsung mengajak Yuna dan meninggalkan Shane begitu saja.


Shane pun seketika mematung dan tak bisa memaksa membawa Yuna pergi.Begitu juga dengan Yuna,yang tidak bisa menolak ajakan Claire.Hanya bisa menunjukkan senyuman pada Shane.Yang seakan memberi isyarat untuk mengerti keadaannya.


Shane pun seolah seperti diabaikan oleh Claire dan Yuna.Dan hanya bisa memandang mereka menuju sebuah mobil putih yang sudah menunggu mereka.


Dan tatapan Shane langsung tertuju pada sang sopir yang sudah pernah ia lihat.Yaitu Mario,yang membuatnya sedikit tidak senang jika Yuna bersamanya.

__ADS_1


Mobil mereka pun langsung pergi meninggalkan kampus.Dan Shane hanya bisa menghela nafas karena kecewa.


"Sial..Kenapa aku bisa kalah dari bocah itu." gerutu Shane sedikit kesal karena Claire.


...****************...


Seharian Leona memilih mengurung di dalam kamar.Ia seolah tak bersemangat melakukan apa pun.Perasaannya begitu galau dan masih tersimpan kecewa karena keputusan Shane yang memilih mengakhiri hubungannya demi wanita lain.


Leona pun masih tidak tahu wanita mana yang membuat Shane memutuskan untuk meninggalkan dirinya.


Lauren yanv tahu Leona terus mengurung diri,berniat ingin menghiburnya.Ia pun membuatkan makanan kesukaan untuk Leona.


"Leona." panggil Lauren saat memasuki kamar Leona sembari membawakan makanan untuk Leona.


Leona hanya melirik tanpa bicara.


"Sudah seharian kau mengurung diri dan tidak makan sedikit pun.Ibu khawatir kau akan sakit." ucap Lauren dengan perasaan khawatirnya.


"Aku tidak berselera bu." jawab Leona dengan wajah murung.


Lauren pun menghela nafas melihat Leona yang memang terlihat sangat murung.


"Jangan seperti itu,jangan menyiksa diri mu dengan mengurung diri.Ibu memang tidak tahu apa yang terjadi pada mu,tapi ibu juga tidak mau melihat mu terpuruk seperti ini." ujar Lauren.

__ADS_1


__ADS_2