
Seketika membuat Shane kaget dengan rencana ibunya.
"Apa??Menjodohkan??Apa kau serius ma?" tanya Shane mengulang lagi kata-kata Willia.
"Yah..Mama serius dan tidak bercanda." jawab Willia sembari berjalan ke ruang tamu.
"Ada apa??Kenapa kau tiba-tiba ingin menjodohkan ku ma?" tanya Shane yang penasaran.
Karena selama Shane tahu,sang ibu tidak pernah mencampuri kehidupan pribadinya.Termasuk menjodohkan dirinya dengan wanita lain.
"Memangnya kenapa??Apakah mama harus memberimu alasan??"tanya balik Willia.
"Itu karena umur mu kak.Sudah kepala 4 tapi kau masih saja betah melajang.Jadi mama berencana ingin menjodohkan dengan wanita pilihan mama." sahut Kate yang ingin menjelaskan.
Shane langsung mengernyitkan tatapannya.
"Hei..Tunggu,aku tidak butuh melakukan perjodohan.Seharusnya kau sudah tahu ma,kenapa aku masih belum ingin menikah.Aku ingin menentukan pilihan ku sendiri.Bukan untuk dijodohkan." jawab Shane menolak rencana ibunya dengan tegas.
"Menentukan pilihan mu sendiri,sampai kau memilih seorang gadis ingusan dan berpenampilan seperti gelandangan?" kata Willia yang langsung menyindir Shane secara tidak langsung.
Shane pun langsung tersentak dengan sindiran ibunya.
"Bagaimana kalian tahu?" tanya Shane memandang ibunya dengan bingung.
Willia pun tersenyum miring saat menatap Shane.
"Kau tidak akan bisa menutupi hal sepele ini dari mama mu.Mencari tahu latar belakang nya saja mama akan mudah mengetahuinya.Jadi,sebelum mama mempersulit gadis pilihan mu itu.Segera akhiri hubungan kalian dan ikuti perjodohan yang sudah mama rencanakan." ucap Willia memberi pilihan sekaligus peringatan pada Shane.
Shane pun langsung menatap dingin pada Willia.Seolah tatapannya menunjukkan jika tidak bisa ia terima dengan peringatan ibunya.
"Tolong jangan mencampuri urusan pribadi ku ma.Siapa pun pilihan ku,kau tidak perlu ikut campur ma.Yang tahu kebahagiaan ku adalah aku sendiri.Bukan dirimu yang harus menuruti aturan mu yang tidak masuk akal."jawab Shane menolak tegas dengan ucapan Willia.
__ADS_1
"Oh..Jadi sekarang kau mulai membangkang perkataan mama mu??sepertinya gadis itu sudah mempengaruhi pikiran mu."
"Jangan mengkaitkan ini dengannya.Dia bukan gadis seperti yang mama kira." kata Shane yang langsung berpihak pada Yuna.
"Memangnya kau tahu apa yang mama pikirkan?Bagi mama,dia cuma gadis muda yang hanya ingin uang mu.Kau harus tahu,tidak ada gadis muda yang mau dengan lelaki berumur jika bukan karena uang.Terlebih kalian berbeda status sosial.!" sentak Willia mulai kesal.
"Sudah kubilang,dia bukan gadis yang kau pikirkan ma.Hanya aku yang tahu bagaimana kepribadian gadis itu."ucap Shane dengan tegas,karena masih membela Yuna.
"Sudah lah kak,lebih baik dengarkan saja kata mama.Mama melakukan ini juga demi untuk kebahagiaan kakak dan juga demi nama baik keluarga kita." sahut Kate membujuk Shane untuk menuruti perkataan Willia ibunya.
"Maaf Kate,aku bukan seperti mu.Kau mungkin menuruti semua aturan mama karena kau masih bergantung hidup dengannya.Tapi aku tidak akan pernah mengikuti yang bukan untuk kebahagiaan ku." jawab Shane menepis perkataan Kate.
Kate pun hanya bisa menghela nafas dan memilih diam.Karena tidak mau lagi berkomentar.Sebab apa yang dikatakan Shane memang benar.Jika dirinya memang masih bergantung pada ibunya.Dimanjakan dengan segala fasilitas,membuatnya tidak bisa lepas dari sang ibu.Walaupun harus menuruti segala aturan yang diterapkan oleh sang ibu,termasuk dengan pilihan pasangan.
"Kalau kau tetap ingin bersikeras bersama gadis itu,jangan salahkan mama jika mama akan mempersulit hidup gadis itu." ucap Willia dengan tegas sembari bangkit.
"Ayo Kate,kita pulang." kata Willia berjalan melalui Shane dengan melirik tajam.
Perasaannya pun kini kalut,selain ia tidak bisa bertemu dengan Yuna.Ia pun harus berdebat sengit oleh ibunya.
...****************...
Yuna pun kembali pulang ke rumah,untuk melihat kondisi Lauren sang nenek yang katanya sedang sakit.
Saat melihat kondisi Lauren,Yuna pun langsung memeluk tubuh rentah itu dengan erat.Hatinya seketika remuk dan sedih saat melihat kondisi sang nenek terbaring seolah tak berdaya.Wanita tua yang biasanya selalu sehat dan kuat,kini seperti tidak memiliki tenaga untuk bangun.
"Nenek." lirih Yuna yang langsung meneteskan air matanya karena tak kuasa membendung kesedihannya.
Lauren yang tadinya tengah tertidur,seketika terbangun dan membuka matanya.
"Yuna..Cucu ku." sahut Lauren dengan nada pelan dan lemah.
__ADS_1
"Nenek..Kenapa dengan mu.Hua..Hiks." isak Yuna langsung menangis tersedu-sedu.Layaknya ia seperti kembali menjadi anak kecil.Karena dirinya memang tak bisa melihat kondisi sang nenek.
Tak berapa lama Leona pun pulang.Ia seketika terharu saat melihat sebuah pemandangan yang menyentuh hatinya.Karena akhirnya ia berhasil membujuk Yuna untuk pulang.
Leon pun membiarkan mereka saling meluapkan kerinduan,antara sang nenek dan cucu.Dengan meninggalkan mereka berdua.
Setelah cukup lama mereka mencurahkan seluruh rasa rindunya,Leona pun datang menghampiri mereka.
"Ibu,sudah waktunya makan.Dan kali ini kau tidak bisa menolak.Karena cucu kesayangan mu sudah pulang."ujar Leona sembari meletakkan nampan berisikan semangkuk bubur dan teh hangat.
Lauren pun tersenyum tipis.
"Biar aku saja yang suapkan nenek bi." sahut Yuna yang langsung ingin menyuapkan bubur nya pada sang nenek.
"Yah..Nenek mu pasti tidak akan menolak.Karena kau tahu,selama tidak ada dirimu nenek tidak mau makan.Makanya dia jadi seperti ini." ujar Leona seolah seperti orang yang sedang mengadu pada Yuna.
Yuna pun langsung memasang wajah yang cemas pada sang nenek.
"Nenek kenapa harus seperti itu?Nenek harus jaga kesehatan.Aku tidak mau nenek sakit." ucap Yuna menasehati sang nenek.
"Ini semua karena mu.! Kalau kau mendengarkan nenek,tidak pergi dari rumah ini.Aku tidak akan sakit seperti ini." jawab Lauren yang entah kenapa tiba-tiba merasa memiliki tenaga untuk mengomel pada Yuna.
"Bukankah nenek sendiri yang memberi ku pilihan?Ku pikir dengan pilihan ku,kau akan baik-baik saja dan tidak akan mengkhawatirkan ku nek." jawab Yuna dengan nada seperti anak kecil.
"Dasar bodoh,nenek mana yang tega membiarkan cucu nya pergi dari rumahnya.Aku bersusah payah membesarkan dan mendidik mu.Tapi kau mudah sekali mengambil keputusan demi pria itu." sindir Lauren.
Yuna pun langsung tertunduk dengan sedikit rasa bersalah.
"Nenek benar Yuna.Nenek sebenarnya hanya menggertak mu,agar kau bisa berpikir dengan keputusan yang kau ambil.Tapi kami benar-benar tidak menyangka jika kau tetap memilih pria itu." sahut Leona dengan nada kecewa.
"Bukan kami ingin melarang mu untuk berpacaran.Tapi kau harus lihat siapa orang ingin kau jalin.Terlebih nenek menentang keras hubungan kalian,karena sangat mengkhawatirkan mu." ucap Leona panjang lebar.
__ADS_1