
Shane mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Dave.
"Ada apa bos?" tanya Dave di sana.
"Aku punya tugas untukmu." jawab Shane yang menatap tajam ke arah Jenna tanpa sepengetahuan Jenna.
*
*
Yuna,Leona dan sang nenek.tengah menikmati makan malam bersama.
"Nenek,bibi Leona ada sesuatu yang ingin kukatakan pada kalian." ujar Yuna sesaat membuka topik pembicaraan.
"Soal apa Yuna?" tanya Lauren sang nenek.
"Sepertinya aku berencana ingin menyewa sebuah apartemen didekat kantor ku.Agar aku tidak begitu jauh setiap berangkat ke kantor." jawab Yuna menjelaskan dengan nada sedikit takut.
"Apa??Menyewa sebuah apartemen??Sendirian??" tanya Lauren penasaran.
"Iya nek." jawab Yuna mengangguk pelan.
"Memangnya kenapa harus menyewa apartemen Yuna??biaya sewa apartemen itu kan sangat mahal.Kau baru bekerja belum setahun,apa uang mu cukup untuk biaya sewanya?" tanya Leona memastikan.
"Bibi mu benar Yuna,lebih baik penghasilan mu ditabung saja.Disini kan kau tidak perlu mengeluarkan biaya sewa dan pergi pulang kau selalu diantar Mario.Apa kau sudah merasa tidak betah tinggal bersama kami?" tanya Lauren yang sedikit ragu dengan niat Yuna.
"Bukan begitu nek,Aku hanya ingin mencoba hidup mandiri tanpa menyusahkan kalian lagi.Kalau untuk biaya sewa apartemen kalian tidak usah khawatir,aku memiliki uang yang cukup untuk biaya sewanya." ucap Yuna menyakinkan Leona dan Lauren neneknya.
Sesaat Leona pun memandang ibunya sambil menghela nafas.
"Aku tidak mengerti dengan mu Yuna.Sejak kau bekerja seperti nya kau ingin melakukan yang sesuai keinginan mu tanpa lagi berada di aturan kami.Apa kau benar-benar ingin bebas dan lepas dari pengawasan kami?"
"Bukan begitu nenek tapi.-"
"Dengar Yuna,kami melakukan ini semua karena kami sangat mengkhawatirkan mu.Kau mungkin memang merasa sudah dewasa,tapi kau harus ingin kebebasan yang kau inginkan belum tentu bisa membuat hidup mu akan baik-baik saja.Kami menghargai keputusan mu,tapi kau harus ingat juga resiko apa yang akan kau hadapi jika tidak ada kami."
"Jujur nenek sangat kecewa padamu,lakukan saja apa mau.Kau semakin berubah semenjak kau mengenal setiap pria." ujar sang nenek dengan tegas dan langsung bangkit meninggalkan mereka.
Sementara Leona hanya memandang dengan tatapan prihatin.
"Yuna,apa yang sebenarnya yang membuat mu ingin pindah?" tanya Leona.
"Aku cuma ingin belajar hidup mandiri saja bi.Bukan karena ingin berjauhan dengan kalian.Dan ini masih dalam rencana ku,aku belum memutuskan sepenuhnya." jawab Yuna menjelaskan sebenarnya.
"Tapi apa kau yakin bisa hidup mandiri sendirian?Jangan bilang karena kau ingin bebas berduaan dengan pria itu.?"
"Tidak bi,aku tidak berpikir seperti itu." jawab Yuna langsung menepis tuduhan Leona.
"Kau harus ingat Yuna,nenek mu sebelumnya sudah protes saat kau memilih tinggal bersama Shane.Dan sekarang kau memilih untuk tinggal sendirian.Jelas,keputusan mu itu pasti akan ditentang sama nenek.Karena dia berpikir kau akan kembali tinggal bersama dengan pria lain,termasuk Shane." ucap Leona menasehati Yuna.
Yang membuat Yuna langsung menunduk dengan wajah murung.
"Untuk kali ini turuti saja ucapan nenek,jangan membuatnya kecewa untuk kedua kalinya.Dia sebenarnya sudah cukup trauma dengan apa yang sudah dilakukan ibu mu dulu.Kali ini jangan sampai terulang lagi pada mu Yuna." ucap Leona memberi pengertian pada Yuna.
Yuna hanya bisa mengangguk dan menghela nafas.
...****************...
Shane pergi menuju suatu tempat,yang sudah diinfokan oleh Dave sebelumnya.Tatapan Shane kini mulai sangar dan tajam.Seolah ia sedang menahan amarah yang nantinya akan segera ia lampiaskan pada orang yang akan ia temui nantinya.
Sementara Jenna datang menemui seorang pria misterius yang sempat ia hubungi sebelumnya.Saat bertemu Jenna tanpa basa basi langsung mengecup bibir pria misterius dengan liar sambil melingkarkan kedua tangannya ke leher si pria tersebut.
"Aku merindukan mu sayang." sahut Jenna saat mencium bibir pria tersebut.
"Aku juga sayang." jawab pria itu membalas ciuman Jenna.
Si pria tersebut pun menyambutnya dengan senang hati dan bersemangat.Ia pun membalas ciuman Jenna dengan sangat liar juga.Dan ia pun menggendong tubuh Jenna layaknya menggendong anak kecil.Dengan terus memainkan permainan ciuman panas yang dimulai dari Jenna sendiri.
Si pria itu pun menjatuhkan tubuh Jenna di atas ranjang besarnya.Sambil terus mencumbui Jenna hingga menyusuri lehernya.Tangannya pria itu dengan liarnya memainkan dua buah benda kenyal yang membangkitkan gairah na*sunya.
Tak sampai disitu saja,pria tersebut langsung melepaskan seluruh pakaian Jenna hingga membuat Jenna tanpa sehelai pakaian pun.Begitu juga dengan si pria tersebut.
Si pria itu yang kini posisinya sudah berada di atas tubuh Jenna.Tanpa pikir panjang langsung memainkan permainan panas yang ternyata sudah sering mereka lakukan.
Dan disisi lain,Shane yang sudah tahu dengan rencana Jenna sebenarnya.Langsung mencari keberadaan Jenna.Setelah ia mendapatkan informasi yang ia dapat dari Dave.Shane bergegas menuju tempat dimana Jenna sekarang.
__ADS_1
Saat tiba di suatu tempat yang ditujunya yang ternyata sebuah hotel biasa.Shane menatap heran dengan hotel yang terlihat sangat tidak berkelas.Tapi bisa membuat Jenna datang ketempat yang seperti itu.Shane langsung menuju lantai 5 dimana tempat Jenna berada.
Tepat didepan pintu yang sudah ia cari,Shane mencoba memegang knop pintu tersebut.
Namun,tiba-tiba ia dihadapkan dengan suara yang mengusik gendang telinganya.Seakan membuat amarahnya seketika mendidih.
Wanita sialan..Jadi selama ini yang kau sudah menipu ku.' umpat Shane yang langsung emosi.
Bagaimana tidak,dari tempat ia berdiri,dengan jelas Shane mendengar suara lenguhan serta erangan yang saling bersahut-sahutan.Dan membuat Shane seketika murka.
Shane pun mencoba menenangkan dirinya dan mengetuk pintu tersebut.
Mendengar suara ketukan pintu,sesaat membuat mereka menghentikan permainan panas mereka.
"Siapa yang mengetuk?Apa kau memanggil layanan hotel?" tanya Jenna sembari mengatur nafasnya karena terus dideruh dengan permainan yang dilakukan pria tersebut.
"Tidak..Sepertinya aku tidak memanggil mereka." jawab pria itu.
"Sebaiknya kau buka dulu saja." ujar Jenna.
"Biarkan saja sayang,kita lanjutkan permainan kita sampai tuntas..Emh.." jawab pria itu kembali mencumbui Jenna.
"Tidak,cepat usir dulu." jawab Jenna menolak dan mendorong pelan dada pria itu dari atas tubuhnya.
Dengan malas,si pria itu pun langsung bangkit dan mengambil handuk.Untuk menutupi seluruh bagian area bawahnya.
Ia pun berjalan menuju pintu dan sesaat mengintip dari lubang pintu.Karena tidak terlihat seseorang dari luar.
Si pria itu pun terpaksa membuka pintu tersebut.
"Ada apa??Sepertinya aku tidak memesan layanan hotel.!" sentak pria itu kesal.
Namun..
Sebuah tendangan keras pun mendarat tepat ke arah dada bidang si pria tersebut.Hingga membuat si pria itu jatuh tersungkur dengan keras.
"Akh.."lirih si pria itu yang kesakitan.
Hal itu pun membuat Jenna kaget dan langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Sebab tadinya ia tidak menutupi tubuhnya yang tidak memakai sehelai apa pun.
Shane yang sudah murka menatap dingin ke arah Jenna.
"Sha..Shane..-" sahut Jenna yang langsung ketakutan dan gemetar saat melihat sosok Shane yang tiba-tiba muncul dan melihat dirinya sedang bercumbu dengan pria lain.
Sesaat Shane melirik kearah pria itu dan tanpa basa basi langsung menginjak leher si pria itu cukup keras.
"Katakan apa hubungan mu dengan wanita sialan itu?" tanya Shane menatap pria itu dengan sorot mata yang begitu tajam seperti iblis.Yang mengartikan jika Shane tidak akan melepaskan si pria itu begitu saja.
Sebelum si pria itu menjawab,Jenna mencoba bangkit dan mendekati Shane.
"Shane aku bisa jelaskan." sahut Jenna yang kini memasang wajah ketakutan dan seolah ingin memohon padanya.
"Diam dan tutup mulut mu wanita sialan.!" sentak Shane yang seketika membuat Jenna terdiam menunduk.
"Jawab pertanyaan ku tadi." ujar Shane kini melihat si pria itu yang tengah meringis kesakitan karena lehernya sedang diinjak oleh kaki Shane.
"A..Aku..Aku hanya pria yang tidur dengan nya." jawab pria itu dengan nada kesakitan.
"Sejak kapan?" tanya Shane lagi.
"Su..Sudah 6bulan yang lalu." jawab pria itu lagi.
Shane seketika mendengus sambil tersenyum miring.
"Bajing*n kalian semua..!!" teriak Shane langsung memukul wajah si pria itu sebanyak 3 kali hingga membuat si pria itu pun jatuh pingsan.
Dan kali ini ia pun menghampiri Jenna yang masih duduk ketakutan dengan kondisi tubuh yang masih ditutupi selimut.
Shane tanpa rasa ampun,langsung mencengkram dan menarik rambut Jenna hingga kebelakang.
Jenna pun seketika meringis kesakitan dengan air mata yang mengalir.
"Hapus air mata palsu mu itu.Jangan kira kau bisa menipuku lagi wanita ular.!!Cepat tutupi tubuhmu dengan selimut itu,kau harus ikut aku sekarang.!!" bentak Shane yang sudah naik pitam melihat Jenna terlebih pemandangan yang begitu menjijikan baginya.
Shane membawa Jenna dan si pria itu ke kediaman Willia sang ibu Tentunya ia dibantu oleh orang suruhannya untuk membopong si pria itu.
__ADS_1
"Mama..! Ma.!" teriak Shane memanggil Willia.
Willia pun langsung keluar dari kamarnya,saat ia baru saja berniat akan beristirahat.
Begitu juga dengan Kate,yang ikut keluar dari kamarnya dan menemui Shane sang kakak.
"Ada apa Shane??Kenapa kau memanggil mama teriak-teriak?apa kau tidak lihat ini sudah malam?" tanya Willia yang protes pada Shane.
Sesaat Shane menoleh kebelakang.
"Bawa manusia sialan itu kesini.!" ucap Shane memberi perintah pada orang suruhannya.
Dan tak berapa lama orang suruhan Shane pun datang dan membawa dua orang yang tubuhnya hanya ditutupi oleh selimut.Dan juga dalam keadaan tangan terikat kebelakang.
Sedangkan si pria sudah dalam keadaan babak belur akibat dihajar oleh Shane.
Willia dan Kate seketika terkejut dan syok,saat melihat salah satu dari mereka adalah Jenna.Yang sudah dalam keadaan berantakan dan hanya memakai selimut.
"Je..Jenna..-" seru Willia seketika membelalakkan matanya saat ia melihat kondisi Jenna.
"Mama lihat..Lihat calon menantu kesayangan mu yang mama pikir dia adalah wanita baik-baik..tapi ternyata hanya seorang wanita ja*ang yang sudah menipu kita.!" ungkap Shane penuh emosi.
"Dia sudah menipu ku dengan tidur pada pria bajing*n ini.!!" timpal Shane menunjuk kearah pria itu.
Willia pun kembali terkejut sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
"Tidak mungkin..Jenna,katakan kalau yang diucapkan Shane itu bohong.!" tegur Willia pada Jenna yang seakan meminta penjelasan langsung pada Jenna.
Jenna yang sudah tidak berani menatap Willia calon ibu mertuanya.Hanya bisa tertunduk malu dan ketakutan.
"Ma..Maafkan aku tante..Hiks.." jawab Jenna dengan nada terisak.
Willia pun langsung menyerang Jenna dengan mengayunkan kedua bahu Jenna.
"Kenapa kau tega sekali melakukan ini pada ku Jenna.Itu artinya kau tidak hamil anak Shane ??"
"Dia justru ingin hamil anak dari pria sialan ini,dan berniat menjebak ku untuk menikahinya." sahut Shane kembali mengungkapkan kebusukan Jenna.
Seketika Willia pun langsung menampar wajah Jenna.
"Wanita sialan.!!Jadi selama ini kau menutupi kebusukan mu seolah jadi wanita baik-baik tapi ternyata kau seorang ja*ang.!!Keluar kau dari rumah ku..Brengsek kalian berdua.!!" teriak Willia yang kini meluapkan seluruh emosinya pada Jenna.
"Bawa dia keluar,dan serahkan dia dan si pria sialan ini pada keluarga wanita ini.Biar orang tua nya tahu,bagaimana tingkah laku anak kesayangannya selama ini." ucap Shane kembali memberi perintah pada orang suruhannya.
"Baik tuan." jawab orang Shane dan langsung membawa Jenna dan si pria itu untuk dipertemukan oleh kedua orang tua Jenna.Dengan tujuan ingin mempermalukan keluarga mereka.
Willia yang masih terlihat syok,langsung terduduk lemas.Kate pun menghampiri Willia untuk mencoba menenangkan Willia.
"Maam,benar-benar tidak menyangka jika Jenna tega melakukan ini pada kita..Maafkan mama Shane." ucap Willia langsung merasa bersalah.
"Aku sudah menduga jika dia bukan lah wanita yang tepat untuk ku ma." ujar Shane menegaskan.
"Yah..Kalau begitu mama tidak akan mencampuri lagi urusan kehidupan pribadi mu Shane..Mama tidak mau ini terulang lagi karena pilihan mama yang salah." ucap Willia yang mengikhlaskan pilihan Shane untuk terakhir kalinya.
Shane yang mendengar pun langsung tersenyum menang.Karena dengan segala usaha untuk merubah pikiran sang ibu.Akhirnya usahanya pun tak sia-sia.
"Artinya Yuna bisa kembali padaku,dan ku minta mama dan kau Kate jangan coba lagi menjadi penghalang untuk hubungan kami." ucap Shane mengingatkan mereka berdua dengan tegas.
Kate langsung memasang wajah datar.
"Aku tidak akan ikut campur lagi dengan urusan mu kak.Tapi kau harus benar-benar yakin kalau gadis itu juga bukan ja*ang seperti Jenna." ucap Kate mengingatkan Shane yang secara tidak langsung menyindir Yuna
"Heuh..Kau pikir aku akan sebodoh itu." ujar Shane memandang sinis ke arah Kate.
"Yah..Kau lakukan saja apa mau mu Shane.Yang penting kau bahagia dan gadis itu tidak membuat masalah dalam keluarga kita." sahut Willia mengingatkan Shane.
"Aku tahu ma." jawab Shane singkat.
****************
Keesokan harinya..
Shane pagi-pagi sekali berniat ingin menjemput Yuna di rumahnya.Ia sengaja datang lebih pagi,sebelum Mario datang menjemputnya.
Namun,saat ia tiba bukan sambutan hangat yang ia terima.Tapi justru sebuah sikap sinis dan dingin yang di tunjukkan oleh Lauren sang nenek Yuna.
__ADS_1
"Mau apa kau kesini??Kau masih berani muncul di hadapan ku??Bukankah hubungan kalian sudah berakhir??" sentak Lauren yang pagi-pagi sudah jengkel dengan kemunculan Shane.
Yang merusak suasana paginya.