Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 65


__ADS_3

Mario kembali ke kantor,dan hari ini ia mulai mengemasi semua barang-barang nya.Karena dia sudah membuktikan pada Yuna jika dirinya sudah mengundurkan dari perusahaan Shane.Demi bisa ia menghindari Yuna dan Shane.


Yang hanya bisa menyakiti perasaannya selama ini karena keegoisan Yuna.Menjadikan dirinya sebagai kekasih tapi ternyata ia hanya dijadikan sebagai alat untuk melupakan Shane.Dan baginya pun itu cuma alasan Yuna.


Yuna yang secara kebetulan melewati meja Mario,sesaat berhenti dan mencoba ingin menyapa Mario.


"Kau benar-benar mengundurkan dari perusahaan ini?" tanya Yuna yang ingin memastikannya lagi.Sebab ia melihat Mario yang tengah membereskan barang-barang nya.


"Seperti yang kau lihat."jawab Mario dengan nada datar dan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Yuna.


"Kenapa kau harus mengorbankan karir mu?Kau sendiri yang bilang tidak mudah kita mendapatkan posisi disini,setelah kita berjuang selama ini." ujar Yuna mengungkit kata-kata Mario sebelumnya.


Mario pun sesaat terdiam dan tetap sibuk mengemasi barang-barangnya.


"Please Mario,jangan korbankan karir mu.Jangan mengkaitkan masalah pribadi dengan pekerjaan.Tolong pikirkan lagi." ucap Yuna mencoba membujuk Mario untuk merubah keputusannya.


"Lebih baik aku mengorbankan karir ku dari pada perasaan ku.Karena aku seperti terlihat orang bodoh,yang menyaksikan drama yang selama ini kau tunjukkan di depan mata ku.Aku sangat muak melihat kalian berdua." jawab Mario langsung menyalahkan Yuna dengan nada sengitnya.


Membuat Yuna begitu syok dengan ucapan Mario yang baginya selama ini masih selalu menjaga perasaannya.


"Kau benar-benar kejam sekali Mario." tukas Yuna langsung pergi.


Mario pun seketika terdiam dan menghentikan yang ia kerjakan sambil menghela nafasnya.


Sorenya..


Yuna bergegas meninggalkan kantor.Dan saat ia akan meninggalkan kantor,dari kejauhan ia melihat Mario yang sudah membawa barang-barang nya menuju mobilnya.


Ia pun menarik nafas dengan kecewa.Karena tidak mengira jika Mario benar-benar mengundurkan diri.Hanya karena ia merasa dikecewakan olehnya.


Shane yang kebetulan baru saja keluar kantor,sesaat memperhatikan Yuna yang masih berdiri dan memandangi Mario yang sudah pergi.


Shane langsung menghampiri Yuna dan menepuk bahunya dari belakang.


"Kau belum pulang?" tanya Shane.


"Baru mau pulang." jawab Yuna datar.


"Kalau begitu,sebelum kau pulang ayo ikut aku." ujar Shane menarik tangan Yuna dan membawanya.


"Ke..Kemana?" tanya Yuna yang mengikuti Shane.


"Cari makan." jawabnya menyuruh Yuna masuk ke dalam mobil.


Tiba disebuah rumah makan,Shane dan Yuna pun menikmati makanan yang sebelumnya mereka pesan.


"Bagaimana??Apa kau menikmati makanannya?" tanya Shane setelah selesai makan.

__ADS_1


"Yah..Makanan disini cukup enak."jawab Yuna memuji makanan tersebut.


"Bagus lah..Dan Yuna,ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu."


Yuna pun memandang Shane.


"Lupakan dia dan kembali lah pada ku." ungkap Shane dengan nada serius.


Membuat Yuna sedikit kaget dan terdiam sejenak.


"Aku tahu,saat ini kau masih merasa kecewa dengan dia.Karena dia memutuskan hubungan kalian secara sepihak.Tapi aku akan bersedia kalau kau memberi ku kesempatan lagi untuk mengejar mu." jelas Shane panjang lebar.


"Tapi aku sepertinya belum bisa." jawab Yuna tertunduk.


"Kenapa?" tanya Shane.


"Karena aku masih merasa sangat bersalah pada Mario.Dia sengaja mengundurkan diri karena ternyata dia memang sangat kecewa padaku.Tanpa memberi ku kesempatan untuk meyakinkan dia yang sebenarnya." jawab Yuna dengan nada murung.


"Tidak perlu kau merasa bersalah.Mungkin hubungan kalian memang cukup sampai disini.Artinya kalian tidak berjodoh.Jangan menyiksa diri hanya karena merasa bersalah."


Sesaat Shane meraih tangan Yuna dan menggenggamnya.


"Kembali lah padaku Yuna,kita bisa memulai semuanya dari awal lagi.Dan tidak akan ada satu pun orang lain lagi yang akan mengusik hubungan kita." ungkap Shane lagi yang meyakinkan Yuna untuk percaya ucapannya.


Yuna menarik kembali tangannya dari Shane.


Shane pun menarik nafas panjangnya


"Oke..Aku mengerti.Aku akan tetap menunggu mu sampai kau bisa menerima ku lagi." kata Shane yang memahami perasaan Yuna.


Malamnya Yuna pergi kesebuah mini market untuk membeli pembalut.Setelah memilih Yuna langsung menuju ke kasir untuk membayar barang belanjaannya.


Sebelum membayar,ia pun harus lebih dulu menunggu untuk mengantri.Karena pelanggan lain yang juga akan membayar barang belanjaannya.


Sesaat Yuna memperhatikan pria setengah paruh baya terlihat bingung,saat ia akan membayar.


Beberapa orang yang mengantri mu seakan mulai tidak sabar,melihat pria itu yang masih saja belum membayar.


"Hei..pak,bisakah kau cepat sedikit?kami juga mau membayar." tegur seseorang yang ada di belakang pria itu.


Pria itu pun menoleh dengan reaksi yang panik dan cemas


"Tunggu sebentar." jawab pria itu masih terus mencoba mencari sesuatu dari dalam kantong celana dan kemejanya.


"Maaf,memangnya berapa total belanjaan tuan ini?" tanya Yuna memberanikan diri bertanya pada sang kasir.


"Semua totalnya jadi 150rb." jawab sang kasir.

__ADS_1


Yuna pun mengeluarkan uang dari dompetnya dan menyerahkannya pada sang kasir.


"Ini,biar saya saja yang bayar.Biar kami yang menunggu tidak terlalu lama mengantri." ujar Yuna dengan nada yang ramah.


"Ah..Terima kasih,maaf aku merepotkan mu nona." ujar pria itu sambil mengangguk pada Yuna.


Yuna hanya tersenyum dan kembali ke barisan antrian.


Setelah giliran Yuna membayar barang belanjaannya,ia pun keluar dari mini market tersebut.Dan tanpa diduga,seorang pria tadi datang menghampiri Yuna.


"Maaf,-" seru si pria itu.


Membuat Yuna langsung menoleh dan menghentikan langkah kakinya.


"Aku ingin mengembalikan uang mu,karena kau sudah membayarkan belanjaan ku tadi." ujar sang pria tersebut.


"Oh..Tidak apa-apa tuan,aku ikhlas menolong anda." jawab Yuna menolak uangnya dikembalikan.


"Tidak apa-apa.Justru aku merasa sudah merepotkan mu.Aku sangat berterima kasih,karena masih ada anak muda seperti mu mau menolong pria tua seperti ku." ujar sang pria itu.


"Tapi saya beneran ikhlas menolong anda tadi tuan." ujar Yuna tetap menolak.


"Tolong,terima saja.Jika tidak aku akan merasa berhutang budi padamu." kata si pria itu masih memaksa ingin mengembalikan uang Yuna.


Dengan terpaksa Yuna pun menerima uang dari si pria itu.


"Terima kasih." ucap Yuna sambil mengangguk.


"Aku lah yang harus berterima kasih pada mu nona muda..Kalau boleh aku tahu siapa nama mu?" tanya sang pria pada Yuna.


Sesaat Yuna memandang pria itu dengan ragu.Sebab ia tidak mau berkenalan langsung dengan pria asing yang baru ia temui.


"Tenang saja,aku bukan orang jahat.Ini kartu nama ku." ujar sang pria sembari menunjukkan kartu namanya.


Sesaat Yuna memperhatikan nama si pria dalam kartu nama yang diberikan padanya.


Dia seorang direktur??' batin Yuna sedikit tercengang dalam hatinya.


"Oh,nama saya Yuna tuan." kata Yuna menyebut namanya.


Yang seketika membuat pria tersebut tersentak.


Yuna.?'


"Maaf tuan,saya harus pulang..Sampai jumpa." ujar Yuna langsung berpamitan pulang pada sang pria itu.


Yuna pun meninggalkan pria itu dengan masih berdiri mematung.

__ADS_1


__ADS_2