Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 17


__ADS_3

Setibanya di rumah Claire,Yuna langsung disambut oleh seorang pria dewasa yang sangat tampan.


"Yah..kamu cari siapa?" tanya sang pria tampan itu pada Yuna.


Sesaat Yuna pun merasa gugup dan menunduk.


"I..Itu,maaf saya mau ketemu.-"


"Yuna,ayo masuk.Aku sudah menunggu mu dari tadi." sahut Claire dari belakang pria tampan itu dan menghampiri Yuna.


"Teman mu?" tanya pria tampan itu pada Claire.


"Iya kak,dia teman kampus ku namanya Yuna.Yuna kenalkan dia Mario kakak ku." ujar Claire memperkenalkan Yuna pada pria tampan itu yang ternyata adalah kakak Claire.


Dengan perasaan yang gugup,Yuna mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada Mario.


"Yuna."


"Mario." ucap Mario sambil tersenyum tipis.


"Ayo,kita langsung ke kamar ku saja." ajak Claire langsung merangkul lengan Yuna dan mengajaknya ke kamar.


Yuna hanya mengangguk dan menuruti ajakan Claire.


Sementara Mario tampak terus memperhatikan sosok Yuna,yang menurutnya sangat cantik dan menawan.


Damn..Dia sempurna sekali.' serunya dalam hati.

__ADS_1


Didalam kamar,Yuna langsung duduk di sisi kasur Claire yang beralaskan karpet bulu berwarna putih.


"Aku tidak tahu,kalau ternyata kau memiliki seorang kakak laki-laki." ujar Yuna.


"Haha..Aku memang tidak pernah cerita.Karena kau tidak pernah tanya." jawab Claire sambil tertawa.


"Memang iya." ujar Yuna.


"Dia sebenarnya baru saja pulang dari UK.Dia baru menyelesaikan pendidikannya di sana.Itu sebabnya secara kebetulan kau bertemu dengannya." jelas Claire.


"Oh begitu."


"Kenapa??Kau tertarik pada kakak ku?Dia pria tampan bukan?" tanya Claire sengaja menggoda Yuna.


"Ti..Tidak..Bicara apa kau ini.Saat ini aku tidak peduli dengan pria mana pun." jawab Yuna mengelak.


"Justru aku sudah tidak peduli dengan pria itu." jawab Yuna dengan nada datar.


"What??kau serius?bukankah pria itu sangat tampan juga?hanya saja memang sedikit lebih tua."ujar Claire menilai Shane.


"Yah,karena dia sudah tua makanya aku sadar diri.Dan aku sudah tidak peduli dengan nya lagi." jawab Yuna sambil mendengus.


"Hemm."


*


*

__ADS_1


Karena hari sudah menjelang malam,Yuna pun berpamitan akan pulang.


"Aku pamit ya,maaf sudah menganggu waktu mu." ujar Yuna sebelum meninggalkan kediaman Claire.


"Santai saja,kau sama sekali tidak mengganggu waktu ku Yuna,justru aku terhibur ada teman nya." jawab Claire sambil tersenyum.


Saat akan berpamitan,Mario pun keluar kamar dan menghampiri mereka.


"Sudah mau pulang?" tanya Mario pada Claire.


"Iya kak,besok kan masih harus kuliah lagi."jawab Claire.


"Boleh kakak antar Yuna pulang?" tanya Mario yang menawarkan dirinya untuk mengantar Yuna.


"Ya tergantung Yuna nya saja.Gimana Yuna??Apa kau tidak keberatan kalau kakak ku mengantar mu pulang?" tanya Claire pada Yuna.


"Tidak usah,aku bisa pulang sendiri.Aku tidak mau merepotkan kakak mu." jawab Yuna yang menolak tawaran Mario.


"Aku tidak merasa repot." sahut Mario.


"Tuh,kakak ku tidak merasa repot Yuna.Sudah kak,antar kan saja teman ku." ujar Claire pada Mario.


Mario langsung bersemangat dan mengambil kunci mobilnya untuk mengantar Yuna pulang.


"Kau ini.-" seru Yuna.


"Hehe..Tenang,kakak ku baik.Dia bukan tipe pria brengsek."ujar Claire sambil memicingkan matanya dengan bercanda.

__ADS_1


__ADS_2