
Merasa penasaran dengan siapa Yuna,Membuat si pria itu pun mengikuti Yuna dari belakang melalui mobil pribadinya.
"Ikuti gadis itu dengan laju pelan."ujar pria itu memberi perintah pada sang sopir.
Sang sopir pun mengangguk dan langsung melaju kan mobilnya mengikuti Yuna yang berjalan menuju pulang ke rumah.
Saat Yuna tiba di rumah,ia begitu terkejut saat melihat sebuah rumah yang ternyata tidak asing untuknya.
"Bukankah ini rumah Liana?" seru si pria yang kaget.
*
*
Beberapa hari kemudian..
Sang pria itu ternyata masih terus mengawasi rumah Yuna dari dalam mobilnya.Dengan jarak beberapa meter yang terparkir daru pandangan rumah Yuna.
Entah apa yang membuat si pria itu hingga begitu penasaran dengan Yuna.Sebab ia mengingatkan jika wajah Yuna sangat mirip dengan Liana.
Kini ia pun terfokus pada sosok Leona adik Liana sendiri,yang juga ia kenal.
Leona yang baru saja pulang dari jogging,langsung dikejutkan dengan kemunculan si pria yang ada di depan matanya.
Karena ternyata si pria itu berniat ingin menemui Leona langsung
"A..Andrew.?" seru Leona yang syok melihat kemunculan Andrew.
"Leona,apa kabar." sapa Andrew sambil memasang senyuman yang tak akan dilupakan Leona.
Taman..
Leona dan Andrew pun memilih bicara di taman.Agar tidak dilihat oleh Lauren ibunya.Karena ia tahu bagaimana murkanya Lauren jika bertemu dengan Andrew.
"Kenapa tiba-tiba kau muncul lagi??Bukankah kau sudah menghilang selama ini?Kau ingin merusak kebahagiaan kami?" tanya Leona mengungkit.
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu pada mu?" tanya Andrew.
Leona tak menjawab justru hanya memandang benci sambil dengan gayanya bertolak pinggang.
"Apakah gadis yang bernama Yuna tinggal bersama kalian??Apakah Yuna itu adalah anak ku?" tanya Andrew yang tiba-tiba mengakui Yuna adalah anaknya.
"Jika iya memangnya kenapa??Apa kau berniat ingin mengambilnya dari kami??Seperti yang Liana lakukan saat ini?Setelah bertahun-tahun kalian menelantarkannya.!" tanya balik Leona dengan lantang dan menyinggung Liana sang kakak.
Membuat Andrew pun menatap bingung.
__ADS_1
"Liana??Menelantarkan??Apa maksud mu?" tanya Andrew yang tidak mengerti.
"Kau jangan berlagak tidak mengerti.Aku akan tegaskan pada mu bahwa kau dan Liana sampai kapan pun tidak akan bisa mengambil Yuna dari kami.Karena dia sudah tidak membutuhkan orang tua yang tidak bertanggung jawab seperti kalian.!" sentak Leona dengan nada emosi dan langsung pergi.
Sementara Andrew pun begitu bingung dengan semua yang dikatakan Liana.Seolah ia tidak tahu apa yang sudah terjadi selama ini.
Dan ternyata dugaannya pun benar,jika Yuna adalah putri kandungannya.Yang selama ini ia cari,tapi menghilang tanpa jejak karena ulah Liana.
Andrew pun menghubungi seseorang melalui ponselnya.
"Aku punya tugas untuk mu..Cari tahu lagi dimana Liana saat ini." ujarnya memberi perintah pada seorang di sana.
Andrew masih tak percaya jika ternyata ia dipertemukan lagi dengan putri yang selama ini sudah ia cari cukup lama.
Karena kesalahan di masa lalu,ia tak tahu jika Liana ternyata sudah menelantarkan putrinya tanpa sepengetahuannya.
...****************...
Claire tampak heran melihat Mario sang kakak sudah berapa hari berada di rumah.Yang seharusnya ia bekerja di kantor.
"Kak,kenapa kau di rumah terus??memangnya kau tidak kerja?" tanya Claire merasa penasaran.
"Tidak." jawab Mario singkat.
"Kenapa??Apa kau dipecat kak?" tanya Claire lagi menebak.
"Mengundurkan diri??Kok bisa??bukankah itu perusahaan besar??tidak mudah kan kakak bisa diterima di perusahaan itu?lalu bagaimana dengan Yuna?" tanya Claire panjang lebar.
"Dia tetap disana.Dan jangan pernah lagi menyebut namanya di depan ku." jawab Mario dengan nada dingin dan meninggalkan Claire.
Claire pun hanya memandang bingung.
"Ada apa dengan nya??apa mereka bertengkar?" tanya Claire hanya bisa bingung.
*
*
Saat jam makan siang,Shane langsung menemui Yuna.Ia bergegas berjalan cepat sebelum Yuna pergi ke kantin.Dan ia pun merasa beruntung saat melihat Yuna masih tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Hei..Apa kau sudah makan siang?" tanya Shane.
"Belum pak." jawab Yuna singkat dan masih fokus pada kerjaannya.
"Ayo kita makan siang,aku akan mentraktir mu." ujar Shane mengajak Yuna.
__ADS_1
"Tidak pak,terima kasih.Silakan bapak duluan saja." jawab Yuna menolak ajakan Shane.
"Ck..Kau selalu saja begitu..Ayo lah." kata Shane yang langsung menarik tangan Yuna meninggalkan pekerjaannya.
Jelas membuat Yuna pun terkejut dengan tindakan Shane yang memaksa dan menarik tangannya untuk makan siang.
Dan tindakan Shane pun menjadi pusat perhatian para staff.Ketika melihat Shane menarik tangan Yuna.Dan mereka pun saling berbisik sinis saat melihat Yuna.
Yuna yang merasa risih,langsung mencoba melepaskan tangannya dari Shane.
"Lepasin tangan ku pak..Apa bapak tidak lihat,mereka semua memperhatikan kita.!" protes Yuna tidak senang.
"Biarkan saja.Biar mereka tahu jika kau adalah milik ku." jawab Shane dengan santainya.
"Ta..Tapi.-" seru Yuna yang hanya bisa pasrah dengan ulah Shane.
Shane pun mengajak Yuna makan siang diluar.Dan ia pun masih memasang wajah datar pada Shane.
"Hei..Kenapa wajah mu seperti itu??Oke,kalau aku salah aku minta maaf." ujarnya meminta maaf.
"Please..Kau jangan lakukan itu terus didepan staff lain.Aku tidak mau mereka berpikir macam-macam tentang ku."ujar Yuna mengutarakan kekesalannya pada Shane.
"Oke..Aku paham.Aku melakukan itu karena aku ingin menunjukkan bahwa aku serius ingin mengejar mu kembali Yuna." ucap Shane menjelaskan.
Yuna hanya memalingkan wajahnya dan tidak menanggapi ucapan Shane.
Saat mereka masih sedang menikmati makan siang.Tanpa diduga seseorang datang menghampiri mereka berdua.
"Hai..Ternyata kalian makan disini juga?" sapa Liana yang ternyata tidak sengaja bertemu dengan mereka.
Yang seketika membuat Yuna kaget.
"Boleh aku bergabung?" tanya Liana dengan percaya dirinya.
"Yah..silahkan." jawab Shane memperbolehkan Liana untuk bergabung dengan mereka.
"Aku sudah selesai,aku pamit mau balik ke kantor." sahut Yuna dengan sinis tanpa sedikit pun melihat Liana ibunya.
"Yuna,apakah kau keberatan jika kita berkumpul sebentar?" tanya Liana.
Yuna hanya memalingkan wajahnya tanpa sudi melihat Liana.
"Yuna..Aku dengar jika Shane menyukai mu,tapi apakah kau mau berkencan dengan pria bekas ibu mu dulu?" tanya Liana yang tiba-tiba mengungkit masa lalunya.
Seketika membuat Yuna dan Shane menatap tajam ke arah Liana.
__ADS_1
"Hei..Kenapa kau bicara seperti itu?" tegur Shane yang kaget dan tidak terima,karena Liana mengatakan sesuatu yang kejam menurutnya.
"Memangnya kenapa Shane?Bukankah kenyataannya memang seperti itu?" tanya Liana sambil tersenyum.Seolah perkataannya tidak ada yang salah.