Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 30


__ADS_3

Claire pun langsung menatap tajam ke arah Sabrina.


"Dasar mulut ember.!" cetus Claire meninggalkan mereka dan menyusul Mario kakaknya.


"Memang nya apa yang salah?" tanya Sabrina dengan bingung karena tidak tahu apa-apa.


"Sudah,lebih kita pergi.Ayo Yuna." sahut Shane merangkul Yuna dan mengajaknya pergi.


Yuna pun mengangguk dan menuruti ajakan Shane.


Claire bergegas menyusul sang kakak yang sudah berada di dalam mobilnya.


"Kak,tunggu.Kenapa kau cepat sekali jalannya?Hosh." sahut Claire sembari mengatur nafasnya karena berlari mengejar Mario yang begitu cepat meninggalkannya.


Mario tampak terdiam sambil menundukkan kepalanya.Sesaat ia menarik nafas panjangnya.


"Kak,ku harap kau tidak begitu menanggapi perkataan teman ku." ujar Claire sedikit mengkhawatirkan Mario.


Mario pun menoleh ke arah Claire.


"Tapi yang dikatakan nya benar kan?" tanya Mario dengan nada dingin.


"Yah..Kejadian itu memang sempat terjadi.Tapi mereka tidak memiliki hubungan apa pun.Itu seperti sebuah kecelakaan." jelas Claire yang ternyata masih belum mengetahui yang sebenarnya.


"Tapi,ini karena pria itu lah Yuna menolak ku." ungkap Mario.


"Hah??" seru Claire yang langsung kaget.


Claire tidak mengira jika Yuna akan menolak Mario sang kakak.Yang padahal ia berpikir mereka akan menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih.Karena melihat kedekatan mereka yang terlihat serasi dan kompak.


*


*


Shane membawa Yuna pergi,dan tidak mengantarnya pulang ke rumah.


"Kita mau kemana?" tanya Yuna penasaran.


"Kau inginnya pergi kemana?" tanya balik Shane sambil menoleh kearah Yuna.


"Kenapa kau bertanya balik.!" ujarnya membalas dengan senyum.


"Tapi sepertinya kita pulang saja,karena aku takut nenek ku akan mengamuk jika aku main-main terus.Dia tahu sebentar lagi aku akan skripsi jadi dia ingin aku fokus."jelas Yuna panjang lebar sekaligus menyinggung Lauren neneknya.


"Kalau begitu kita makan dulu,setelah itu aku akan mengantar mu pulang.Setuju?"

__ADS_1


Yuna mengangguk dan tersenyum.


"Oh ya,aku ingin memberitahu mu sesuatu."


Yuna pun menoleh penasaran.


"Sepertinya ada seseorang yang menyukai Leona."ungkapnya.


Yuna pun mengernyitkan tatapannya.


"Maksudmu?" tanya Yuna penasaran.


"Dia teman ku,katanya jatuh cinta saat pertama kali melihat bibi mu." jelas Shane.


"Oh,apakah aku harus memberitahunya?" tanya Yuna meminta saran pada Shane.


"Boleh juga,kita lihat apakah teman ku mendapat sinyal atau tidak." jawab Shane yang setuju dengan saran Yuna.


Tiba di resto,Shane dan Yuna pun mencari tempat duduk.Dan mereka pun langsung memesan makanan pada seorang pelayan resto.


Tanpa sadar,dari kejauhan terlihat seorang gadis berusia 24tahun bernama Kate memperhatikan Shane dan Yuna.


Kate terus memperhatikan mereka dengan rasa penasaran dan curiga.


"Bukankah itu kakak?siapa perempuan yang sedang bersamanya?" tanya Kate yang tak lain adalah adik kandung Shane.


...****************...


Selesai makan,Shane langsung mengantarkan Yuna pulang kerumahnya.


Yuna pun langsung turun dari mobil Shane.Tapi sesaat ia menoleh melihat Shane yang juga ikut turun.


"Kau mau apa?" tanya Yuna sebelum ia turun dari mobil Shane.


"Tentu saja mengantar mu sampai depan rumah.Dan berpamitan dengan nenek mu." jawab Shane dengan santai nya.


"Kurasa jangan hari ini." jawab Yuna melarang Shane untuk menemui Lauren sang nenek.


Karena ia tahu,Lauren masih belum mengijinkan Yuna untuk berhubungan dengan Shane.Ia masih menentang kerasa untuk hubungan mereka.


"Kenapa??kau takut?" tanya Shane.


"Yah..Kan kau tahu sendiri,dia masih menentang hubungan kita." ujar Yuna dengan mengungkitnya.


"Seharusnya kita hadapi saja Yuna.Leona sudah mendukung hubungan kita,seharusnya nenek pun juga tidak masalah." kata Shane.

__ADS_1


"Tapi tetap saja,aku masih belum siap.Kita harus tunggu sampai waktu yang tepat untuk minta ijin padanya." ucap Yuna dengan menunjukkan wajah kekhawatirannya.


Shane pun langsung menghela nafas dan tidak ingin melanjutkan debat nya pada Yuna.


"Baik lah..Kali ini aku akan menuruti perintah mu.Tapi beri aku satu ciuman." jawab Shane menuruti perkataan Yuna.


Mendengar permintaan Shane,wajah Yuna seketika memerah.


"Ci..Ciuman?" sahutnya dengan reaksi yang gugup.


"Terlalu lama." kata Shane langsung mencium bibir Yuna dan melu*atnya tanpa henti.Dan dengan liarnya tangan Shane langsung menelusuri hingga kedalam baju Yuna.Yuna pun seakan tak bisa menolak,karena sebagai gadis yang normal ia begitu menikmati sensasi permainan bibir dan tangan Shane yang begitu liar.


Tapi Yuna tak sadar jika apa sedang ia lakukan,telah dilihat jelas oleh Lauren dari dari dalam rumah.Lauren seakan tampak sedang menahan amarahnya melihat sebuah pemandangannya yang menurutnya sangat menjijikkan.


Shane pun mengakhiri permainannya dan menatap Yuna sambil mengecup dahinya dengan lembut.


"Aku sangat mencintai mu."ungkap Shane dengan nada berat.


"Aku juga." jawab Yuna sambil tersenyum tipis.


Shane telah membuatnya terhipnotis dan pada akhirnya membuatnya jatuh cinta.


Setelah mobil Shane pergi,Yuna pun memasuki halaman rumahnya dan berjalan ke arah pintu.


Sebelum ia membuka pintu,pintu tersebut telah terbuka dan terlihat Lauren sang nenek berdiri dengan tatapan yang tajam


Seketika membuat Yuna kaget dan langsung salah tingkah.


"Hai nek,Aku pulang..-" sapa Yuna dengan sikap yang salah tingkah dan tak berani memandang Lauren.


"Siapa yang sudah mengantar mu?" tanya Lauren dengan nada datar.


Yuna seketika memasang wajah yang panik tapi tidak berani menjawab yang sejujurnya.


"Te..Teman ku nek." jawab Yuna tertunduk.


"Seperti nya kau mengabaikan peringatan ku.Bukankah nenek sudah pernah mengatakan padamu untuk tidak menjalin hubungan dengan pria itu?" ucap Lauren yang secara tidak langsung menyinggung Shane.


Yuna pun masih tertunduk dan masih tak berani memandang Lauren.


"Akhiri hubungan mu dengan pria itu sebelum kau menyesalinya." ucap Lauren memberi peringatan lagi pada Yuna.


"Maaf nek,jika sebelumnya aku menentang ucapan mu.Tapi apakah salah jika aku menjalin hubungan dengan pria yang sudah berumur?Padahal dia pria yang baik dan bisa membuatku nyaman." sahut Yuna mulai memberanikan diri untuk menjawab.


"Tentu saja salah..Aku melarang mu karena untuk kebaikan mu juga.Kau sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam mengenal seorang pria apa lagi cinta.Bagaimana bisa kau berani memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pria yang baru saja kau kenal." jawab Lauren kembali menentang keras ucapan Yuna.

__ADS_1


"Tapi nek,dia benar-benar pria yang baik..Pria yang membuat ku merasa dilindungi.Dia tidak seperti nenek bayangkan.Dan tolong jangan mengkaitkan kisah ibu ku dengan hidupku.Kami tidak sama nek."


"Tapi tetap saja dia bukan pilihan yang terbaik untuk mu.! sekarang aku memberi mu pilihan,putuskan hubungan mu dengan pria itu atau kau berhenti kuliah dan keluar dari rumah ini.!!"


__ADS_2