
Sontak membuat mereka pun saling tercengang dan bingung.
Melihat situasi yang tidak tepat,Yuna memilih menarik tangan Mario.
"Ayo kak,kita pergi ngopi ke cafe." kata Yuna langsung mengajak Mario meninggalkan Shane dan Leona begitu saja.
Shane pun memandang kepergian Yuna begitu saja.Ia tak percaya jika Yuna sanggup berbohong di depan Leona.Hingga mengakui Mario sebagai kekasihnya.
Ada apa dengan dia?' batin Shane
Leona pun menatap Shane dengan perasaan bingung.
"Apa benar kau datang kesini ingin bertemu dengan ku?" tanya Leona memastikan.
Shane pun menoleh kearah Leona.
"Ah iya.Bagaimana dengan kabar mu?" jawab Shane yang terpaksa ikut berbohong karena ulah Yuna.
"Kabar ku baik..Bagaimana dengan mu?" jawab Leona dan bertanya balik.
"Aku seperti yang kau lihat." jawab Shane dengan nada yang sedikit datar.
Sementara Yuna akhirnya dapat menghindari dari situasi yang ternyata tidak membuatnya siap.Untuk mengakui hubungan sebenarnya dengan Shane.Terlebih dengan kemunculan Mario,semakin membuatnya tak siap.
"Ma..Maaf kak,aku harus mengajak mu kesini malam-malam." ujar Yuna merasa sungkan karena terpaksa mengajak Mario tanpa persetujuannya.
"Tidak masalah,justru aku merasa senang.Bisa menghabiskan waktu dengan mu." jawab Mario sambil tersenyum.
Yuna pun hanya bisa tersenyum kaku.Karena hanya dengan cara itu,dapat membuatnya menghindari dari situasi yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah.
"Tapi,apakah ucapan mu tadi itu serius?" tanya Mario yang merasa penasaran.
Yuna pun langsung tersentak.
"Eh.."
"Kau mengatakan pada keluarga mu aku adalah kekasih mu,apakah itu serius atau cuma pura-pura??" tanya Mario mengulang pernyataan Yuna sebelumnya pada mereka.
"Soal itu.-" sesaat membuat Yuna tampak bingung dan menunduk.
"Jika memang serius aku tidak masalah." kata Mario.
Yuna pun menoleh kearahnya.
Mario pun mencoba menggenggam tangan Yuna sambil menatapnya.
"Yuna,sejujurnya sejak awal kita bertemu.Sepertinya aku memiliki perasaan padamu.Aku merasa nyaman di dekat mu.Artinya aku menyukai mu sejak kita sudah saling mengenal." ungkap Mario yang langsung mengutarakan perasaannya pada Yuna.
__ADS_1
Seketika membuat Yuna mulai bingung,tak mengetahui jika ternyata Mario memiliki perasaan padanya.Karena baginya selama mengenal Mario,ia hanya lebih menganggap sebagai kakak.
"Yuna..Maukah kau menjadi kekasih ku?Aku sangat mencintai mu." ungkap Mario lagi.
"Ta..Tapi kak."
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang.Karena kau pasti butuh waktu untuk memikirkannya.Dan aku akan menunggu jawaban mu kapan saja." ujar Mario.
Yuna hanya bisa terdiam dalam perasaannya yang bimbang.
Shane yang merasa sudah cukup lama berbicara pada Leona.Memilih untuk mengakhirinya dengan berpamitan pulang.
"Ini sudah sangat malam,sepertinya aku harus pulang." ujar Shane beranjak bangkit.
"Yah..Terima kasih karena kau sudah datang mengunjungi ku." jawab Leona sambil mengangguk.
"Kalau begitu aku pamit..Selamat malam." ucap Shane langsung berbalik dan akan berjalan ke arah mobilnya.
Namun..
Leona tiba-tiba mengejarnya dan memeluk Shane dari belakang.Membuat langkah Shane pun terhenti dan mematung.
"Shane..Please..Kembali lah padaku.Aku tidak bisa melepaskan mu begitu saja." ungkap Leona mengutarakan isi hatinya.
Shane pun terdiam dan tidak membalikkan tubuhnya ke arah Leona.
"Karena sejujurnya aku masih sangat mencintai mu.Aku akan melakukan apa pun untukmu.Asal kau mau kembali padaku."ungkap Leona lagi yang semakin memeluk erat tubuh Shane dari belakang.
*
*
Yuna yang mendengar semua ungkapan perasaan bibi nya pada Shane.Membuatnya kembali merasa bersalah.Dan seakan ia pun tak bisa menerima jika sang bibi masih memiliki perasaan pada Shane.Karena ia menganggap jika sang bibi sudah melupakan Shane.Yang mengartikan dirinya sudah berhak untuk memiliki Shane.Walau pun sulit untuknya mengakui hubungannya didepan Leona.
Merasa tak sanggup melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.Yuna memilih berjalan melalui mereka dan langsung masuk kedalam rumah.
Shane yang menyadari kedatangan Yuna,dengan refleknya langsung melepaskan tangan Leona saat mendekap dirinya.
Shane pun menatap heran pada Yuna yang terlihat seakan tidak memperdulikan dia dan Leona.
"Tunggu Yuna." sahut Shane yang memanggil Yuna.
Yuna pun menoleh dan Leona hanya memandang mereka berdua dengan bingung.
Shane menghampiri Yuna dan menarik tangannya,dan kembali ke arah Leona.
"Maaf Leona,aku tidak bisa kembali pada mu.Karena wanita yang selama ini kucintai adalah dia,Yuna." ungkap Shane sambil menatap Yuna.
__ADS_1
Bak seperti tersambar petir,Leona pun langsung membelalakkan matanya dan seketika syok.Saat Shane mengungkap wanita yang selama ini dicintai Shane tapi ia tidak tahu.
Yuna pun ikut merasa kaget dan syok saat menoleh kearah Shane.
"A..Apa??Yu..Yuna??" kata Leona dengan nada terbata-bata.
"Benar..Selama ini aku menyukai Yuna.Jauh sebelum aku menjalani hubungan dengan mu." jawab Shane mengungkapkan kembali.
Leona pun kini menatap kearah Yuna dengan reaksi yang tak percaya.
"Yuna,apakah benar yang dikatakan Shane??" tanya Leona pada Yuna.
"I.. Itu,-"
"Tolong,lelucon apa yang sudah kau katakan Shane??Kau pasti bercanda kan??Benarkan Yuna??dia pasti bercanda kan?" tanya Leona yang masih bersikap tidak percaya dengan semua ucapan Shane.
Ia menganggap Shane pasti sedang berbohong,karena hanya ingin menolak dirinya secara tidak langsung.
"Aku tidak bercanda Leona.Aku serius,dan kedatangan ku kesini sebenarnya bukan untuk melihat keadaanmu." jawab Shane dengan tatapan yang serius.
"Tidak bi,dia bohong..Aku tidak memiliki hubungan apa pun dengan tuan Shane..Kan bibi bisa lihat tadi,bahwa kekasih ku adalah Mario." jawab Yuna yang langsung menyela ucapan Shane.Berharap Shane berhenti mengungkapkan sebenarnya dan memilih untuk merahasiakannya dulu.
"Cukup Yuna ! Jangan terus bersikap labil dan membohongi mereka.Bukankah sebelum nya kita sudah sepakat untuk mengatakan yang sebenarnya?" tegur Shane pada Yuna.
"Tapi kan.-"
"Leona..Untuk sekali lagi aku katakan padamu,bahwa kami sudah menjalin hubungan.Karena kami saling mencintai dan kami tidak bisa menutupi hubungan ini dari mu.Jadi tolong restui hubungan kami." ucap Shane dengan tegas.
Plak..
Plak..
Sebuah tamparan mendarat tepat ke arah wajah Shane dan Yuna.
"Kalian sungguh keterlaluan..Dan kalian sangat menjijikkan..!!" sahut Leona dengan tatapan yang tajam dan langsung meninggalkan mereka berdua masuk kedalam rumah.
Yuna pun menoleh ke arah Shane.
"Kenapa kau mengatakan nya sekarang??" tanya Yuna sedikit kesal pada Shane.
"Memangnya apa yang salah?" tanya Shane.
"Sudah kah,sebaiknya kau pulang saja." ujar Yuna meninggalkan Shane dan masuk kedalam rumah.
Shane pun akhirnya meninggalkan kediaman Yuna.
Sementara Yuna,dengan cepat menemui Leona yang sudah dalam keadaan syok dan sangat marah.Setelah Shane mengungkapkan semuanya.
__ADS_1
Namun..
Saat ia baru melangkah masuk kedalam rumah.