Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 21


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Leona tengah bersiap-siap dan bercanda yang cantik.Sebab ia memiliki janji yang akan bertemu dengan Shane.


Yuna yang baru saja pulang dari kampus,langsung tersenyum melihat sang bibi yang sudah terlihat cantik.


"Bibi mau pergi kencan?"tanya Yuna ingin tahu.


Leona pun langsung menoleh kearah Yuna.


"Ah..Iya sayang..Shane mengajak ku bertemu." jawab Leona dengan wajah yang bersemangat.


"Oh,kalau begitu bibi hati-hati." ucap Yuna meninggalkan Leona.


Leona pun hanya memasang wajah tersenyum.


Setelah Leona pergi,Yuna memilih beristirahat di kamar.Sementara Lauren sang nenek tengah sibuk di dapur.


Disela kesibukannya di dapur,Lauren pun mendengar suara ketukan pintu.


Tok..Tok..


Lauren pun bergegas membukakan pintu tersebut.Dan ia pun merasa bingung,melihat sosok pria asing yang tidak pernah ia lihat.


"Yah..Kau siapa?" tanya Lauren tanpa basa basi.


"Selamat sore nyonya..Nama ku Mario,aku adalah teman Yuna." sapa Mario dengan nada ramah sambil tersenyum.


"Oh teman Yuna..Apa kau kesini ingin bertemu dengan Yuna?" tanya Lauren bersikap datar.


"Yah benar nyonya.Apakah saya boleh bertemu dengannya?" jawab Mario dan juga bertanya.


"Tunggu sebentar..Silakan duduk dulu." jawab Lauren sambil mempersilakan Mario masuk dan menyuruhnya duduk.

__ADS_1


Mario pun tersenyum dan mengangguk.


"Dan saya juga ingin memberikan bingkisan ini pada nyonya." ujar Mario sebelum Lauren meninggalkannya.


Lauren pun sesaat melirik dan menerima pemberian Mario.


"Terima kasih." ucap Lauren.


Lauren segera menemui Yuna yang berada dikamar.Terlihat Yuna tengah tertidur karena kelelahan sehabis kuliah.


Lauren pun mencoba membangunkan Yuna.


"Yuna..Yuna." panggil Lauren dengan pelan.


Yuna pun terbangun dan perlahan membuka matanya.


"Iya,kenapa nek?" tanya Yuna dengan raut wajah yang masih sangat mengantuk.


"Ada seorang pria yang mengaku teman mu,dia bernama Mario..Apakah benar dia teman mu?" kata Lauren memberitahu dan memastikannya.


"Yah..Segera temui dia." jawab Lauren.


"Ne..Nenek mengijinkan dia masuk?" tanya Yuna yang sedikit kaget.


"Iya..Seperti nya dia pemuda yang sopan."jawab Lauren.


"Oh,ya sudah aku akan menemuinya nek." jawab Yuna langsung beranjak bangkit.


"Yuna." panggil Lauren sebelum Yuna keluar dari kamarnya.


Yuna langsung menoleh kearah sang nenek.


"Kalau pemuda yang seperti dia,nenek tidak akan melarang mu untuk berteman dengannya." ucap Lauren yang seolah memberi sinyal pada Yuna.Jika dirinya diijinkan untuk dekat dengan Mario.Dan keberatan jika Yuna bersama Shane yang menurutnya lebih cocok dijadikan seorang paman.

__ADS_1


Yuna pun hanya mengangguk mengerti dan segera menemui Mario.


Terlihat Mario pun sedang duduk dan sabar menunggu kedatangan Yuna.


"Kak Mario." sapa Yuna.


"Hei..Maaf,aku menganggu mu." sahut Mario.


"Tidak apa-apa,ada perlu apa kakak datang kesini??Claire tidak memberitahu ku sebelumnya." tanya Yuna.


"Ah,iya..Aku memang sengaja tidak memberitahu mu.Karena memang aku tidak merencanakannya.." jawab Mario.


"Lalu kenapa kakak kesini?" tanya Yuna mengulang lagi pertanyaannya.


"Apa kau keberatan jika aku mengajak mu nonton film?" tanya Mario.


...****************...


Leona baru saja tiba disebuah resto yang sudah ditentukan Shane.


Terlihat Shane sudah tiba lebih dulu dan menunggu dirinya.


Pria tampan yang selalu menghipnotis dirinya,membuat Leona seakan tidak sabar ingin menemuinya.


"Hai sayang ..Maaf,aku membuat mu menunggu." sapa Leona sembari tersenyum dan mencium pipi Shane.


Shane hanya membalasnya dengan tersenyum.


"Tidak apa-apa..Aku sudah pesan makanan untuk mu."


"Oh,terima kasih sayang..Lalu,apa yang ingin kau katakan pada ku??Kau bilang sesuatu yang penting?" tanya Leona penasaran.


Shane langsung menghela nafasnya.

__ADS_1


"Leona..Mari kita putus..Kita akhiri saja hubungan ini." ungkap Shane dengan tegas.


__ADS_2