
Sorenya..
Mario mengantar Yuna pulang ke rumah.Diperjalanan sesaat Yuna memperhatikan Mario yang sejak tadi hanya diam tanpa bicara sedikit pun.
"Mario,apa kau ingin minum kopi?" tanya Yuna yang duduk dibonceng oleh Mario dengan sepeda motornya.
"Kau ingin minum kopi?" tanya balik Mario.
"Yah,ayo kita cari cafe untuk minum kopi sambil bersantai." ujar Yuna memberi saran dan mengajak Mario.
"Oh..Oke."jawab Mario singkat.
Ia pun melajukan kendaraannya menuju sebuah kopi terdekat untuk minum kopi.
Sesampainya,Mario dan Yuna pun memesan kopi yang mereka inginkan.Sambil menunggu,Yuna beberapa saat memperhatikan Mario yang sejak tadi hanya diam sambil memainkan ponselnya.Tanpa berbicara sedikit pun padanya,yang sikapnya justru tidak seperti biasanya.
"Mario." panggil Yuna.
"Yah." jawab Mario singkat melirik sesaat dan kembali memainkan ponselnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Yuna penasaran.
"Yah..Aku baik-baik saja." jawab Mario tanpa melirik ke arah Yuna.
"Lalu ada apa dengan mu?kenapa sikap mu datar seperti ini?" tanya Yuna seakan tidak tahu dengan sikap Mario sekarang.
"Menurut mu aku kenapa?" tanya balik Mario.
"Aku tidak tahu,makanya aku bertanya."jawab Yuna sambil mengangkat kedua bahunya yang tidak tahu.
Mario pun meletakkan ponselnya dimeja dan kini menatap serius pada Yuna.
"Kalau begitu,jika aku bertanya satu hal padamu apakah kau akan menjawabnya dengan jujur?" tanya Mario.
"Bertanya tentang apa?" tanya Yuna semakin penasaran.
"Apa yang sudah Shane lakukan padamu,saat kau berada di ruangan nya?" tanya Mario yang tiba-tiba menyinggung yang terjadi padanya dengan Shane tadi di kantor.
Deg..
Seketika membuat Yuna tersentak kaget dengan pertanyaan Mario.Ia pun langsung teringat apa yang sudah dilakukan Shane padanya,saat ia berada di ruangan Shane.
__ADS_1
Kini Yuna pun mulai bingung dan gugup bagaimana ia harus menjelaskannya pada Mario.Sebab ia tidak ingin Mario berpikir sesuai bayangannya.
"Soal itu aku bisa jelaskan Mario.-"
"Yuna,apakah kau masih sulit menerima perasaan ku di hati mu??apakah kau terpaksa menjalin hubungan ini hanya untuk menutupi perasaan mu yang sebenarnya pada dia?" tanya Mario langsung menyela perkataan Yuna.
"Bu..Bukan begitu Mario,tapi.-"
"Ku pikir aku sudah merasa beruntung memiliki mu,walau pun aku tahu kau belum sepenuh mencintai ku.Tapi apakah kau pernah berpikir bagaimana cara menghargai perasaan seseorang?" ungkap Mario dengan perasaan yang kecewa.
Membuat Yuna pun seketika terdiam.
"Aku baru sadar,kalau ternyata hati mu memang bukan untuk ku.Mengingat saat kita melakukan kontak fisik,aku bisa merasakan kalau kau tidak sepenuhnya tulus.Karena di hati dan pikiran mu masih terbayang dia." sambung Mario mengungkapkannya lagi.
Yuna pun kini memandang Mario dengan rasa bersalah.
"Jujur,aku seperti pria bodoh karena terlalu memaksa mu untuk mencintai ku.Sementara hati mu masih untuk dia.Dan seakan hubungan ini seperti hanya untuk dijadikan sebagai pelampiasan,karena tujuan mu hanya ingin membalas dia kan?" tukas Mario langsung menebak semua yang ada dipikiran Yuna.
"Mario,kenapa kau bicara seperti itu?Aku benar-benar tulus menjalin hubungan ini dengan mu.Aku tidak menjadikan mu sebagai pelampiasan untuk membalas dia." jawab Yuna langsung menjelaskan dan menepis semua tuduhan Mario padanya.
"Cukup Yuna.! Jangan memberi alasan yang sulit untuk ku terima.Kalau kau ingin kembali padanya.Mari kita akhiri saja hubungan ini.Karena aku tidak mau memaksa mu lagi ."ucap Mario
"Kau tidak memaksa ku Mario,aku tulus untuk mu.!aku sudah berusaha untuk menghindar dan melupakan dia.Kenapa kau jadi meragukan ku?" tanya Yuna berusaha meyakinkan Mario.
"Kalau kau memang tulus untuk ku.Tidak mungkin kau membiarkan dia memeluk dan mencium mu begitu lama.Artinya,kau memang masih mencintai dia.Maaf,aku tidak bisa mengantar mu pulang." ungkap Mario lagi yang mengingatkan Yuna atas apa yang sudah dilakukannya bersama Shane.
Mario pun langsung meninggalkan Yuna sendirian.Tanpa ingin lagi bicara padanya setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya.
Sementara Yuna hanya bisa terdiam lemas mendengar semua yang dikatakan Mario untuknya.Seakan ia tidak bisa lagi mengelak dengan semua tuduhan Mario.
...****************...
Shane tengah mengendarai mobilnya untuk bertemu janji dengan Dave di tempat biasa.
Sambil mengendarai mobil,ia pun sembari mendengar kan musik kesukaannya.
Saat dirinya tengah asik mendengarkan musik,tiba-tiba suara ponselnya berbunyi.
Shane yang mencoba untuk menerima panggilan dari ponselnya.Tanpa sengaja ia menjatuhkan ponselnya kebawah.
Saat ia akan mencoba mengambilnya dalam keadaan mengendarai.Secara reflek Shane langsung memutar kemudinya ke arah lain.Karena ia hampir menabrak seorang wanita yang akan menyebrang jalan.
__ADS_1
Wani yang hampir ditabrak pun langsung berteriak.
"Argghh..!" teriak seorang wanita tersebut dengan berjongkok dan menunduk.
Shane langsung menghentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya.Dengan cepat menghampiri wanita tersebut.
"Apa kau baik-baik saja??Maaf,tadi aku tidak fokus berkendara." sahut Shane meminta maaf dalam keadaan panik.
Wanita yang masih dalam keadaan tertunduk langsung menoleh.
"Shane.!" seru wanita itu yang tiba-tiba menyebut namanya.
...****************...
Yuna pulang dalam keadaan kecewa,karena menerima sikap Mario yang tiba-tiba meninggalkan dia sendirian dan memutuskan hubungan sepihak.
Ia pun menyadari jika dirinya memang salah,tapi ia juga tidak bermaksud untuk mengecewakan Mario dan menjadikanya sebagai pelampiasan untuk balas dendam.
Saat tiba dirumah,ia melihat Leona dan Lauren sang nenek tengah berbincang ria sambil tertawa.Mereka yang menyadari Yuna sudah pulang langsung menyapanya.
"Yuna kau sudah pulang.Kesini sayang." sahut Leona memanggil Yuna.
Yuna yang tadinya sedang dalam perasaan kecewa dan murung.Langsung menutupinya dengan tersenyum.
"Iya bi."jawab Yuna langsung menghampiri Leona dan Lauren.
"Aku punya berita bahagia untuk mu." ucap Leona yang terlihat girang dan bersemangat.
"Berita apa bi?" tanya Yuna yang penasaran.
"Bibi mu akan segera menikah Yuna." sahut Lauren sang nenek memberithaunya lebih dulu.
Yuna pun seketika bahagia mendengar kabar bahagia tersebut.
"Benarkah??Tapi dengan siapa??"tanya Yuna semakin penasaran.
"Dengan Bryan.Tadi dia melamar ku saat makan siang..Lihat ini." jawab Leona sambil menunjukkan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.
"Wah..Selamat ya bi,aku turut bahagia mendengar kabar ini." ucap Yuna memberikan ucapan selamat pada Leona sang bibi sambil memeluknya.
"Terima kasih sayang.Aku bersyukur akhirnya akan menikah juga." ucap Leona mengutarakan perasaan bahagianya pada Yuna.
__ADS_1
Namun,berbeda dengan Yuna yang justru harus menelan rasa kecewa dan sedih.Karena hubungannya harus berakhir karena keinginan Mario sendiri.
Dan Yuna pun tak dapat memberitahu Leona dan neneknya.Karena mia juga tidak mau merusak hari bahagia bibinya saat ini.