Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 54


__ADS_3

Sesaat Yuna terdiam dan teringat akan Mario.


"Maaf,aku tidak bisa putus dengan Mario.Karena dia lebih membuat ku nyaman,bahkan selalu membuatku tersenyum.Lupakan saja perasaan kita,karena aku tidak bisa memilih mu lagi." ucap Yuna panjang lebar tanpa menoleh ke arah Shane.


Yuna langsung meninggalkan Shane masuk kedalam rumah.Shane hanya menghela nafas sambil mengusap wajahnya.


Saat memasuki rumah,Yuna dikejutkan oleh Lauren yang sudah berdiri didepan pintu.


"Yuna,apa yang kau lakukan diluar sepagi ini?" tanya Lauren dengan nada dingin.


"Euh..Itu aku cuma mencari udara segar saja nek."jawab Yuna berbohong.Karena ia tidak mau membuat sang nenek marah jika tahu ia menemui Shane.


"Udara segar kata mu?Udara segar diluar apa di dalam mobil?"tanya Lauren yang ternyata tidak percaya dengan jawaban Yuna.


Yuna pun seketika menunduk gugup dan tak berani menjawab pertanyaan Lauren yang mencurigai dirinya.


"Yuna,jadi lah gadis yang memiliki pendirian.Kau sudah memiliki Mario,jangan bersikap labil hanya karena pria itu mengejar mu lagi.Kau harus ingat,apa yang sudah dia lakukan pada mu."


"Dia mudah berpindah hati ke wanita lain,apa kau masih mau kembali pada pria yang sama sekali tidak tegas dalam hubungannya??Nenek lebih merestui hubungan mu dengan Mario.Jadi pikirkan lagi perasaanmu,jangan terlalu cepat terbuai hanya karena kata-kata manis yang diucapkan olehnya." ucap Lauren panjang lebar dan meninggalkan Yuna.


Yuna hanya bisa tertunduk diam dan tak ingin membela dirinya.Sebab apa yang dikatakan Lauren, semuanya tentang Shane memang lah benar.


Leona yang baru keluar kamar langsung menghampiri Yuna sambil menepuk bahunya.


"Sabar lah menghadapi sikap nenek.Tapi yang dikatakan nenek memang benar.Dan semua kembali kepada mu Yuna." ujar Leona.


Yuna hanya mengangguk.


...****************...


Dikantor..


Yuna yang tengah sibuk tengah sibuk dengan pekerjaannya di depan komputer.Tiba-tiba seseorang datang menghampirinya.


"Yuna,bisakah kau ke ruangan tuan Shane?" tanya seorang managernya.


"Untuk apa?" tanya Yuna lebih dulu.


"Minta tanda tanganin berkas ini.Untuk rapat kita nanti siang." ujar managernya sambil menyerah kan berkas tersebut pada Yuna.


Yuna pun langsung mengangguk dan menerima berkas tersebut.


"Iya baik lah." jawab Yuna sembari bangkit dan meninggalkan meja kerjanya menuju ruangan Shane.

__ADS_1


Saat Yuna berjalan ke arah ruangan Shane,Mario yang kebetulan berjalan tanpa sengaja melihat Yuna menuju ruangan Shane.Dan ia pun kembali ke meja kerjanya.


Tiba diruanban Shane,terlebih dulu Yuna mengetuk pintu ruangan Shane.


"Masuk." sahut Shane yang berada di ruangan nya.


Yuna pun membuka pintu dan berjalan menghampiri meja Shane.


Shane yang tadinya tengah sibuk didepan laptopnya,seketika terhenti dan menyambut kedatangan Yuna sambil tersenyum.


"Maaf pak,saya ingin meminta tanda tangan untuk berkas ini." ucap Yuna bersikap sopan selayaknya karyawan.


Shane pun langsung menerimanya dan mendatanganinya.


"Ini." ujar Shane sembari mengembalikan berkas tersebut pada Yuna.


"Terima kasih pak,permisi." kata Yuna menunduk dan berbalik untuk meninggalkan ruangan Shane.


"Tunggu Yuna." seru Shane beranjak bangkit.


Yuna langsung menoleh.


"Ya pak,apa ada sesuatu yang bapak butuhkan?" tanya Yuna.


Sontak membuat Yuna terkejut dengan tindakan Shane.


"A..Apa yang bapak lakukan?" tanya Yuna mencoba menjauhi dirinya dari Shane tapi Shane justru semakin mendekap tubuh Yuna.


"Sebentar saja Yuna,aku sangat ingin memeluk mu."ucap Shane dengan nada berat yang seakan Yuna dapat merasakan nada Shane yang begitu dalam.


Tak cukup hanya memeluk,Shane justru menginginkan yang lebih dari Yuna.Ia langsung mengecup bibir Yuna dengan sangat lembut.


Dan ternyata,hal itu dilihat langsung oleh Mario dari balik dinding kaca yang terlihat jelas olehnya.


Yang kebetulan Mario kembali meninggalkan mejanya,karena ia harus mengembalikan sesuatu pada staff lain.


Mario hanya bisa memandang tajam dan tak bisa berbuat apa pun.Hanya bisa menahan diriku melihat pemandangan yang benar-benar menghancurkan dirinya.Terlebih melihat Yuna seperti tidak menolak saat Shane memeluk dan mencium bibirnya.


Mario pun meninggalkan tempat dimana ia sempat berdiri mematung dengan perasaan yang teramat kecewa.


Menyadari tindakan Shane sudah. berlebihan,Yuna langsung menolak dan mendorong tubuh Shane.Untuk menjauh darinya sambil mengusap bibirnya.


"Tolong pak,jaga sikap bapak.!" sentak Yuna menatap tajam pada Shane dan langsung pergi.

__ADS_1


Shane hanya bisa diam sambil menghela nafas.


...****************...


Saat jam makan siang,Bryan mengajak Leona untuk makan siang.


Bryan pun menunggu Leona disebuah restoran yang sudah ia pilih kan.


Tak berapa lama wanita cantik yang ditunggunya pun datang.Leona yang menjadi wanita idaman untuk Bryan menyambutnya dengan perasaan bahagia.


"Hai sayang." sapa Bryan sambil mencium pipi kanan kiri Leona.


"Hai juga,maaf aku telat.Jalanan sedikit macet." ujar Leona membalas ciuman pipi kanan kiri dari Bryan.


"Tidak apa-apa,berapa lama pun aku pasti akan menunggu mu demi bidadari ku tercinta.." ucap Bryan sambil menggenggam tangan Leona.


Leona hanya bisa tersipu malu dengan kata-kata gombal yang keluar dari mulut Bryan.


"Oh ya,sebelum kita makan ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu."ucap Bryan sembari mengambil sesuatu dari dalam tas tangannya.


"Apa itu?" tanya Leona penasaran.


Bryan pun mengeluarkan sesuatu dan menunjukkan sebuah cincin berlian putih pada Leona.


Membuat Leona memandang bingung.


"Ini maksudnya apa Bryan?" tanya Leona.


"Leona,sejak aku bertemu dengan mu.Aku sangat tergila-gila pada mu dan kehadiran mu membuat ku hidup terasa berwarna.Jadi dengan cincin ini aku ingin mengikat dirimu dalam sebuah ikatan pernikahan."


"Will you Marry me Leona?" ungkap Bryan yang ternyata berniat ingin melamar Leona.


"A..Apa?Kau serius Bryan?"tanya Leona yang langsung gugup dan syok,saat Bryan tiba-tiba ingin melamar dirinya.


"Ya sayang.Aku serius.Please menikah lah dengan ku agar kita bisa hidup bahagia bersama sampai maut memisahkan..Aku sangat mencintai mu." ungkap Bryan


Leona pun tak dapat berkata apa-apa pun.Ia hanya bisa tersenyum bahagia sambil menutup mulutnya dengan tangannya.Seakan ia sedang bermimpi,karena lelaki yang belum lama ini masuk dalam kehidupannya.Begitu cepat ingin melamar dirinya.


Tanpa pikir panjang,Leona langsung menganggukkan kepalanya.Menandakan jika dirinya menerima lamaran dari Bryan.


Bryan pun ikut merasa senang dan bahagia,jika lamarannya ternyata langsung diterima oleh Leona.Wanita pujaan nya yang sudah membuatnya tak ingin berpindah ke lain hati lagi.


Bryan langsung melingkarkan cincin tersebut ke jari manis Leona dan memeluknya erat.Leona pun membalas pelukan Bryan juga dengan sangat erat.

__ADS_1


__ADS_2