
Bab 23
"Aku mengakhiri hubunganku dengan bibi mu. Sesuai permintaanmu," jawab Shane. "Tadinya, aku akan mengantar bibi mu pulang, tapi dia menolak."
Yuna tersentak. Dia seperti tidak mempercayai pendengarannya. Tidak mungkin Shane tega memutuskan hubungan cintanya dengan Leona hanya demi dirinya. Manusia macam apa yang ada di depannya ini?
"Kau benar-benar serius denganku, Shane?" tanya Yuna.
Shane memegang kedua tangan Yuna dan menggenggamnya erat. Begitu kulit mereka bersentuhan, Yuna merasakan sengatan listrik kuat yang dihantarkan oleh Shane. Lebih kuat dari saat dia bergandengan tangan dengan Mario. Perasaan apa ini? Yuna terus bertanya-tanya dalam hati.
"Kau pikir aku bercanda? Kau pikir aku main-main? Aku pria dewasa, Yuna. Sudah bukan saatnya lagi aku bermain. Aku ingin seorang wanita yang bisa mendampingi hidupku selamanya," jawab Shane lagi.
Jawaban Shane membuat Yuna terpana. Jantungnya berdebar dengan cepat. Tidak mungkin! "Ka-, kau benar-benar jatuh cinta kepadaku? Maksudku, aku hanya seorang gadis yang culun, bahkan aku tidak tau bagaimana cara berdandan dan memakai pakaian yang benar,"
__ADS_1
"Aku tidak peduli. Apa cinta memandang itu?" Shane menjawab pertanyaannya sendiri dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yang aku tau, aku jatuh cinta padamu karena kau gadis yang kuat, Yuna. Berawal dari kekagumanku padamu sampai akhirnya aku benar-benar menginginkanmu menjadi bagian hidupku,"
Yuna tercekat. Dia terharu mendengar jawaban Shane, baru kali ini dia merasa sebagai seorang wanita, bukan seorang anak biasa yang tidak istimewa. Kemudian, terlintas di benaknya, saat ini Leona sedang patah hati dan kalau bibinya itu tau kalau Shane memutuskan hubungan dengannya karena Yuna, bibi Leona pasti akan marah sekali padanya.
Dilemma Yuna membuat gadis itu sulit mengambil keputusan untuk menjawab Shane. Perasaannya terbagi, padahal saat itu dia hanya asal bicara dan meminta Shane memutuskan hubungannya dengan Leona.
"Hei, kenapa kau diam?" tanya Shane.
Mendengar jawaban Yuna, Shane tersenyum. "Kau memang gadis kecil, Yuna. Ikuti saja kata hatimu, mana yang akan kau pilih,"
"Begitu? Tapi, tetap saja aku perlu berpikir," kata Yuna bersungut-sungut.
__ADS_1
Shane melepaskan genggaman tangannya dan memasukan gigi kendaraan. "Ayo, kita jalan,"
Shane membawa Yuna berputar-putar, menikmati langit malam. Pria itu menunjukkan semua tempat yang belum pernah dilihat Yuna sebelumnya.
Tempat terakhir, Shane membawa Yuna ke perusahaannya. "Ini kantorku dan aku pemilik perusahaan ini. Jadi, kau tidak perlu khawatir tentang masa depanmu jika kau menikah denganku nanti,"
Kedua mata Yuna membulat sempurna. "Menikah? Hahaha! Kata itu tabu dan tidak pernah ada dalam kamus hidupku. Aku bahkan tidak pernah tau, kalau kata itu ada,"
Kemuraman suara Yuna membuat Shane menangkap sesuatu. Yuna pernah mengalami trauma dalam hidupnya yang ada kaitannya dengan hubungan orang dewasa. Apakah itu sebabnya dia tinggal bersama dengan bibi dan neneknya?
Masa lalu Yuna membuat Shane semakin ingin melindungi gadis itu. "Mulai detik ini, masukan kata itu dalam kamus hidupmu karena aku akan mewujudkan kata itu untukmu,"
Yuna terpana, dia tidak tau harus berkata apa lagi saat Shane melontarkan pernyataan itu untuknya. "Aku semakin tidak bisa berpikir,"
__ADS_1
"Tidak usah kau pikirkan, kita jalani saja perlahan," kata Shane dan dia mengecup kening Yuna dengan sayang.
***