
Yuna pun mencari keberadaan Sabrina.Ia terlihat sangat tidak sabar ingin menemui Sabrina,berharap meminta penjelasan apa yang sudah ia lakukan.
Beruntungnya,ia melihat Sabrina yang baru saja keluar dari lorong kelasnya.
Yuna langsung menghampiri Sabrina.Membuat Sabrina menatap heran.
"Mau apa kau??" tanya Sabrina dengan nada ketus.
"Apa maksud mu melakukan itu ??" tanya Yuna mulai menginterogasi Sabrina.
"Melakukan apa??Ah, maksud mu video itu??" tanya Sabrina sekaligus menebak yang dimaksud Yuna.
Yuna pun diam dan menatap kesal.
"Memangnya apa yang salah??kan video itu real..Seorang gadis cupu yang munafik ternyata pro dalam sebuah adegan ciuman." jawab Sabrina menyindir Yuna.
"Tapi kenapa kau harus menyebar videonya??" tanya Yuna.
"Kau tanya kenapa??seharusnya kau tanyakan saja pada diri mu..Kenapa kau harus membangkang perintah ku.Sudah ku bilang,jangan coba menentang aturan ku,jika tidak nasib mu akan berakhir sial.." jawab Sabrina memberi peringatan pada Yuna.
__ADS_1
Yuna pun kini menatap tajam kearah Sabrina.
"Apa??Kau mau melawan ku??Hah?" tanya Sabrina yang dengan refleknya langsung menampar wajah Yuna berulang kali.
Plak.. Plak..Plak..
Sambil sesekali menjambak rambut Yuna hingga berantakan.
Yuna pun seakan tidak mendapatkan kesempatan untuk melawan Sabrina.Yang tadinya ia berniat ingin membalas Sabrina.
"Kau tahu,ekspresi wajah mu sangat membuat ku kesal..Jadi jangan coba kau menunjukkan wajah jelek mu itu di depan ku..Atau kau akan mati ditangan ku..Paham..!!!" ucap Sabrina dengan nada tinggi dan langsung meninggalkan Yuna begitu saja.
Yuna pun beranjak bangkit dan berjalan dengan rambut yang berantakan dan wajah yang terluka.
Seluruh siswa kampus pun memperhatikannya,seakan dirinya menjadi tontonan mereka dan membisikkan nya.Karena merasa penasaran apa yang sudah terjadi pada Yuna.
Yuna seakan tidak memperdulikan jika dirinya saat ini menjadi pusat perhatian.Karena ia merasa tidak akan ada satu pun orang yang akan peduli dengannya.
Claire yang tadinya sempat mencari keberadaan Yuna,akhirnya ia pun menemukannya dan menghampiri Yuna.
__ADS_1
"Yuna,kau kemana saja??aku mencari mu." tanya Claire yang mengkhawatirkan dirinya.
Yuna pun menoleh kearah Claire.
"Kenapa dengan wajah mu??jangan bilang ini perbuatan Sabrina?" tanya Claire yang seketika heran dan menebak.
"Aku mau pulang." jawab Yuna yang justru tidak menjawab pertanyaan Claire.
"Hah??Tapi bagaimana dengan kelas kita??" tanya Claire yang kaget.
Yuna tak menjawab dan tetap pergi meninggalkan kampus.Claire tak dapat menahan Yuna,karena ia seketika paham apa yang sudah terjadi pada Yuna.
Ia justru merasa kasihan melihat nasib Yuna,yang mendapatkan perundingan dari siswa yang tidak bertanggung jawab karena merasa paling berkuasa di kampusnya.
Yuna memilih jalan kaki untuk pulang ke rumah.Dan disaat ia berjalan dengan perasaan yang seperti orang putus asa,hujan pun turun dengan tiba-tiba.
Membaut perasaan Yuna semakin kacau,seakan cuaca seperti sedang menertawai nasibnya.Yang dianggap nya selalu sial dan menjadi sasaran orang-orang keji padanya.
"Huuaa..Kenapa nasib ku selalu seperti ini. Hiks.." isak Yuna yang tanpa sadar menangis di tengah hujan yang deras.
__ADS_1
Dan ..