
Yuna pergi sejauh mungkin dari tempat yang sudah membuat dirinya sangat malu.Ia tidak mengira jika ibu Shane telah merencanakan sesuatu yang tak terduga.Yang pada akhirnya membuatnya sangat direndahkan dan dipermalukan.
Tanpa sadar air mata Yuna pun menetes.Ia merasakan hati yang begitu sakit dan kecewa.Seharusnya ia pun menyadari jika ibu Shane tidak akan semudah itu menerima dirinya yang hanya gadis biasa dari kalangan yang tidak sebanding dengan mereka.
Sementara Shane masih terlihat mematung dengan apa yang sudah direncanakan ibunya.Ia pun mencoba untuk meninggalkan acara yang seketika membuatnya muak.
Namun,Willia justru dengan cepat menahan lengan Shane dan berusaha bersikap manis di depan para tamu undangan.
"Selangkah saja kau pergi dari tempat ini,mama akan menyingkirkan gadis itu selamanya." ucap Willia dengan nada pelan yang berbisik ke telinga Shane.
Shane pun langsung menatap tajam ke arah ibunya.Shane akhirnya hanya bisa berdiam diri tanpa bisa berkutik lagi.
Ia juga masih tidak percaya,jika sang ibu telah merencanakan sesuatu yang diluar dugaannya.Ia pikir,sang ibu sudah mulai menerima Yuna sebagai kekasihnya.Tapi ternyata sang ibu justru memiliki tujuan lain yang sengaja ingin menghancurkan hubungannya.Dan berusaha menjodohkan dirinya dengan sosok wanita dengan Jenna.
*
*
Yuna akhirnya tiba di rumah dengan raut wajah yang kusut dan tatapan seolah kosong.Leona yang menyambutnya pun menatap heran.
"Kenapa kau pulang sendiri??Dimana Shane??Dan kenapa cepat selalu?Apakah ceritanya sudah selesai?"tanya Leona dengan begitu pertanyaan yang membuatnya penasaran.
Tak sanggup menjawab,Yuna langsung memeluk tubuh wanita yang sudah seperti ibunya dengan erat.Dan menumpahkan seluruh kesedihan dan air matanya didalam pelukan Leona.
Leona pun tampak terkejut tapi sesaat membiarkan Yuna meluapkan seluruh tangisan nya di pelukan nya.
Lauren yang melihat,seketika panik dan menghampiri mereka berdua.
"Ada apa ini??Yuna kau kenapa nak??" tanya Lauren yang semakin panik melihat Yuna menangis.
Leona pun berusaha memberi isyarat pada Lauren untuk tidak bertanya dulu pada Yuna yang terlihat seperti orang syok.
Karena Leona ingin Yuna menenangkan dirinya sampai berhenti menangis.
Setelah Yuna merasa tenang,Leona pun membawa Yuna ke kamar.Dan terlihat Yuna masih dengan wajah yang terisak dan mata yang sembab karena terlalu banyak menangis.
Leona memberi Yuna minum agar kondisinya lebih baik.
Yuna langsung meneguk minumannya hingga habis.
__ADS_1
"Kau sudah lebih baik?" tanya Leona dengan nada pelan.
Yuna mengangguk pelan dengan reaksi yang masih segugukan.
"Kau ingin cerita sekarang??Atau ingin tidur saja?" tanya Leona memberi pilihan.
"Kurasa lebih baik aku tidur saja." jawab Yuna.
"Ya sudah,kalau begitu nanti baju mu dan beristirahat lah." ujar Leona sembari meninggalkan Yuna sendirian dikamar untuk beristirahat.
Sementara Lauren sudah menunggu Leona keluar dari kamar Yuna dengan melipatkan kedua tangannya di dada.
"Ini pasti ulah pria itu kan?" tanya Lauren yang langsung ingin menebak.
Leona pun mengangkat kedua bahunya.
"Entah lah bu,aku juga tidak tahu.Karena Yuna masih belum bicara apa pun." jawab Leona.
"Aku sudah bisa menebak,jika ajakan pria itu hanya akan membuat perasaan Yuna tersakiti.Aku tidak akan memaafkan pria baj*ngan itu.!" ucap Lauren yang meluapkan emosinya sesaat.
...****************...
Shane masih menatap tajam ke arah sang ibu.Seakan ia menunggu penjelasan atas masalah yang sudah dibuat oleh ibunya.
"Kau tidak perlu memandang mama seperti itu.Karena mama tahu,ini pasti akan mengejutkan mu." ujar Willua seolah bersikap tidak bersalah.
"Apa yang sudah kau rencanakan sebenarnya ma??Kenapa kau melakukan ini tanpa sepengetahuan ku?Apa kau sengaja melakukannya?" tanya Shane dengan nada tinggi.
"Rencana mama sudah jelas kan??Ingin menjodohkan mu dengan Jenna.Wanita dari pewaris perusahaan rekan bisnis mama." jawab Willia dengan jelas.
"Apa kau pikir aku akan menerima perjodohan ini??Dan kau sengaja melakukannya di depan Yuna??Kau sungguh keterlaluan ma.!!"
"Kenapa kau yang justru tidak sadar,jika gadis itu sampai kapan pun tidak akan pantas untuk mu.Hanya gadis culun dengan latar belakang tidak jelas.Kau pikir mama tidak tahu siapa gadis itu sebenarnya??" jawab Willia dengan membalasnya nada tinggi.
"Aku tidak peduli dengan latar belakangnya,aku mencintai dia apa adanya.Dan berhenti lah mengusik kehidupan kami.Aku bukan anak kecil yang harus menuruti semua aturan mu.!!"
"Tapi mama tetap tidak akan merestui hubungan kalian.!"
"Terserah saja,aku akan tetap memilih Yuna sebagai pilihan terakhir.Kau tidak menghalanginya.Dan aku juga tidak akan tinggal diam jika kau berani mengusik Yuna lagi.Kau benar-benar membuatku kecewa.!!" kata Shane dengan tegas dan langsung bangkit meninggalkan Willia.
__ADS_1
"Kalau kau tetap nekat ingin bersama gadis culun itu,mama akan pastikan hidupnya tidak akan tenang.Dan mama tidak main-main."ucap Willia memberi peringatan keras pada Shane.
Shane yang sudah muak melihat sikap ibunya memilih tetap pergi dan tidak memperdulikan semua peringatan ibunya.
Karena baginya,ibunya sudah sangat keterlaluan.Akibat ulah ibunya,hubungan nya dengan Yuna jelas akan menjadi rumit dan salah paham.
...****************...
Keesokan harinya..
Leona mencoba mengajak Yuna untuk sarapan.Terlihat saat ia membuka pintu,Yuna masih tampak tertidur.Dan Leona merasa sedih karena melihat wajah Yuna yang tertidur.Mata yang masih sembab dan sedikit pucat.Leona semakin tidak tega melihat keponakan tersayang nya.
Leona akhirnya mengurungkan niatnya membangunkan Yuna untuk sarapan bersama.Dan membiarkan Yuna lebih lama tidur di kamarnya.
Ia pun kembali ke meja makan,dan Lauren sudah lebih dulu menyantap sarapan paginya.
"Apakah Yuna masih tidur?" tanya Lauren dengan nada datar.
"Iya bu,biarkan saja dia tidur lebih lama lagi.Biar perasaannya lebih tenang." jawab Leona.
Lauren pun seketika menghela nafas panjangnya.
"Jangan sampai aku melihat pria itu menunjukkan batang hidung nya lagi dihadapan ku.Aku sungguh tidak terima melihat cucu ku telah menangis karena dia." ujar Lauren langsung kesal.
"Tapi bu,kita juga tidak tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya.Bisa saja bukan karena Shane." ujar Leona sesaat memihak Shane.
"Jangan kau sebut nama lelaki kurang ajar itu.Aku sudah tidak sudi mendengar nama dia.!" sentak Lauren menegur Leona.
"Oke.Aku paham." jawab Leona memilih mengalah dan mengangguk.
Dan disela mereka sedang sarapan,terdengar suara ketukan pintu.
Leona pun langsung bangkit dan ingin lebih dulu membukakannya.
Saat dibuka,Leona sedikit kaget dengan kedatangan Shane.Seketika membuat Leona melihat Shane dengan datar.
"Mau apa kau datang kesini pagi-pagi?" tanya Leona tanpa mempersilakan Shane untuk masuk dulu.
"Dimana Yuna?aku harus bertemu dengan nya." tanya Shane yang langsung bertanya tentang Yuna tanpa menanggapi pertanyaan Leona.
__ADS_1
Belum ia sempat menjawab,tiba-tiba sebuah guyuran air mendarat tepat ke arah Shane.Sehingga membuat Shane kaget dan basah kuyup.Begitu juga dengan Leona yanv ikut kaget,melihat guyuran air tersebut membasahi ke seluruh tubuh Shane.