Gadis Culun Milik Sugar Daddy

Gadis Culun Milik Sugar Daddy
Bab 36


__ADS_3

Yuna pun langsung menghentikan aktifitas mereka yang sempat terhanyut dalam suasana permainan panas mereka.Dan membenarkan bikini yang ia pakai sembari duduk.


"Menikah?" tanya Yuna mengulang kembali ucapan Shane.


"Yes..Aku ingin kau menjadi istri ku,agar kau selalu berada disisi ku.Karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk berjauhan dari mu." jawab Shane mengungkapkan keinginannya.


"Tapi Shane,apakah ini tidak terlalu cepat?maksud ku,ini masih terlalu awal.Aku masih terlalu muda dan masih ingin mengejar cita-cita ku.Bahkan aku masih berkeinginan membahagiakan nenek dan bibi Leona." jawab Yuna yang berbalik mengutarakan keinginannya.


"Hal itu kau tidak perlu khawatir.Aku tidak akan menghalangi cita-cita.Kau bebas mengejar cita-cita mu sayang.Dan aku juga akan selalu mendukung mu,terutama untuk membahagiakan mereka."kata Shane meyakinkan Yuna.


Sesaat Yuna pun memandang Shane dengan sedikit keraguan.Karena didalam benaknya ia masih belum siap untuk membangun sebuah pernikahan.Ia pun tidak mengira jika Shane akan lebih cepat berniat untuk menikah.Karena ia pikir,ia masih ingin menghabiskan waktu hanya untuk berpacaran.Sembari mengenal lebih dalam karakter mereka masing-masing.


"Tenang baby,kau tidak harus menjawabnya sekarang.Aku akan memberi mu waktu.Dan kapan pun aku akan menunggu jawaban mu..Okey?" ujar Shane sambil menyeka rambut Yuna kesamping.


Yuna pun tersenyum mengangguk dan langsung memeluk tubuh kekar pria itu yang sudah menguasai hatinya.


...****************...


Beberapa hari kemudian..


Shane pun mengantar Yuna pulang ke rumah sang nenek.Setelah mereka menghabiskan masa liburan yang begitu menyenangkan dan romantis.Shane pun tampak selalu tersenyum karena merasa dirinya sangat bahagia.Dapat menghabiskan masa liburan bersama gadis yang sangat ia cintai.


Setibanya di rumah,Shane mengantar Yuna hingga ke depan pintu rumah.Dan setelah itu ia pergi meninggalkan kediaman Yuna.


Saat membuka pintu,terlihat Lauren sudah berdiri di depan pintu.Seketika membuat Yuna kaget sesaat.


"Kenapa kau baru pulang?" tanya Lauren dengan nada dingin.


"Eh..Nenek,itu karena aku kan mengambil barang-barang ku di apartemen Shane." jawab Yuna menjelaskan.


"Kau bilang hanya 3 hari,tapi ini sepertinya lebih dari 3hari Yuna." ujar Lauren mengungkit janji Yuna sebelumnya yang hanya menginap di apartemen Shane 3hari.


Yuna pun langsung bersikap gugup,karena ia terpaksa berbohong.Karena ternyata ia tidak menginap di apartemen Shane.Melainkan menghabiskan waktunya liburan bersama Shane diluar kota.


"Maaf nek,Shane memaksa ku untuk menemaninya berapa hari lagi."jawab Yuna menjelaskan.


Lauren pun langsung menghela nafas panjangnya.


"Yuna,aku tahu kau adalah gadis yang penurut.Tapi tidak untuk lelaki itu.Walaupun nenek membiarkan mu menjalin hubungan dengannya,tapi kau harus batasi dirimu untuk hal yang berlebihan.Seperti kau terlalu menuruti semua perkataannya." ucap Lauren menasehati Yuna.

__ADS_1


Yuna pun langsung tertunduk.


"Mandi lah,setelah ini kita makan bersama." ujar Lauren menyuruh Yuna dan meninggalkannya.


Yuna pun langsung menghela nafasnya.


Malamnya..


Yuna menemui Leona di kamar nya.Terlihat Leona tengah bersantai di kamarnya sembari mendengarkan musik.


"Bibi,apa aku menganggu mu?" tanya Yuna saat memasuki kamarnya.


"Tidak Yuna,kesini lah..Ada apa?" jawab Leona dan bertanya.


"Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu." kata Yuna sembari duduk di samping Leona.


"Soal apa??Apakah Shane lagi?" tanya Leona menebak.


Yuna pun mengangguk pelan sambil memasang wajah murung.


...****************...


Tamu itu tak lain adalah ibunya sendiri.


"Mau apa lagi mama datang kesini?" tanya Shane dengan nada datar.


"Aku kesini cuma ingin mengantarkan undangan ini padamu." jawab Willia sembari memberikan sebuah undangan ulang tahun dirinya.


"Minggu depan kau ulang tahun?" tanya Shane memastikan lagi.


"Yah..Mama ingin kau datang ke acara ulang tahun ini." ujar Willia.


"Maaf,aku sibuk.Aku tidak bisa menghadiri acara mu." jawab Shane menolak undangan Willia.


"Apa kau yakin??" tanya Willia memastikan.


"Yah." jawab Shane singkat.


"Kalau begitu sayang sekali.Padahal aku ingin menyuruh mu mengajak kekasih mu itu." kata Willia sengaja menunjukkan kekecewaan nya.

__ADS_1


Shane pun tertegun dan memandang ibunya.


"Apa kau tidak berniat ingin mengenalkan kekasih mu pada mama?Juga pada keluarga besar kita?" tanya Willia mencoba membujuk Shane.


"Akan aku pikirkan." jawab Shane singkat.


"Baiklah..Mama akan menanti kehadiran gadis itu." ucap Willia sembari beranjak bangkit dan menepuk bahu Shane dua kali.


Willia pun akhirnya pergi meninggalkan kediaman Shane.Sementara Shane kini terlihat sedikit bingung dengan keinginan ibunya yang ingin bertemu dan mengenal Yuna.


...****************...


Leona langsung tersentak,kala Yuna menceritakan niat Shane yang ingin segera menikahinya.


"Apa??Dia melamar mu??Dan ingin menikahi mu secepat mungkin?" tanya Leona mengulang kembali cerita Yuna.


Yuna pun mengangguk pelan.


"Lalu apa jawaban mu?" tanya Leona penasaran.


"Aku belum menjawabnya.Dia memberiku waktu untuk berpikir bibi Leona..Itu sebabnya aku ingin meminta saran dari mu," jawab Yuna.


"Ku pikir ini terlalu cepat,dan nenek pasti akan setuju dengan niat Shane.Kau masih terlalu muda dan masa muda mu pun masih panjang.Kau bahkan belum lulus kuliah."ujar Leona memberi komentar.


"Ku pikir juga begitu.Karena sejujurnya masih banyak impian yang harus ku kejar,termasuk aku ingin membahagiakan kalian.Tapi dia justru menjamin,kalau dia tidak akan menghalangi impian dan cita-cita ku." jelas Yuna panjang lebar.


"Tapi tetap saja Yuna.Kau diijinkan menjalin hubungan dengan dia,tapi untuk menikah kurasa itu mustahil.Terlebih dia sudah berumur,akan dianggap aneh jika kau masih berumur 20tahunan dinikahi oleh pria berusia 40tahunan."


"Aku yakin nenek pasti akan menentang keras jika kalian benar berniat ingin menikah."kata Leona mengingatkan Yuna.


"Lalu aku harus bagaimana untuk menolak niat nya itu bi?" tanya Yuna kembali meminta saran pada Leona.


"Katakan saja kau belum siap,walaupun dia menjamin tidak akan menghalangi impian dan cita-cita mu.Dan katakan juga bahwa kami akan menentang keras.Tidak peduli seberapa kerasnya dia meyakinkan kami untuk merestui niatnya itu." jawab Leona


Yuna pun terdiam sesaat.


"Aku masih mendukung hubungan kalian jika masih sebatas kekasih.Tapi jika menikah secepat ini,kurasa ini masih terlalu awal.Menikah tidak sama dengan berpacaran Yuna.Akan banyak rintangan yang akan kalian hadapi.Dan lebih dari yang kalian hadapi semasa pacaran.Yang ku tahu seperti itu Yuna." ucap Leona menasehati Yuna.


Yuna pun hanya bisa mengangguk dan mengerti dengan semua nasehat Leona bibinya.

__ADS_1


"Baik lah bi,aku mengerti maksud mu.Aku akan pikirkan lagi." ujar Yuna sambil tersenyum tipis.


__ADS_2